Array

Satu ABK WNI Meninggal di Samudera Atlantik Selatan

Ririn Indriani Suara.Com
Sabtu, 29 Juli 2017 | 05:50 WIB
Satu ABK WNI Meninggal di Samudera Atlantik Selatan
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, telah membantu pemulangan jenazah ABK WNI Eko Radi Saputra ke Indonesia. Pemulangan jenazah menggunakan maskapai Emirates Airline, pada Kamis (27/7/2017), dan tiba di Jakarta pada Jumat (28/7/2017), dengan penerbangan EK 356, pukul 15.40 WIB.

Dikutip dari laman resmi kemlu.go.id, ABK Eko Radi Saputra meninggal dunia pada Minggu (9/7/2017) di kapal ikan Taiwan, FV Chin Chang Long, saat berada di daerah penangkapan ikan di Samudera Atlantik Selatan, sekitar 1.800 km di barat laut Cape Town. Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 hari, jenazah ABK tersebut tiba di Cape Town, Senin (17/7/2017).

Selain menindaklanjuti penanganan jenazah, KJRI juga menemui 10 orang ABK WNI lainnya yang berada di kapal tersebut. Dua orang di antaranya, yaitu Badriyanto dan Hendra Suffriadi, masih memiliki hubungan keluarga dengan almarhum. Mereka mengaku trauma atas kejadian tersebut.

Setelah dikomunikasikan keinginan mereka untuk pulang dengan pihak agensi AMA Shipping, pemilik kapal menyetujuinya dan keduanya dipulangkan pada Selasa (18/7/2017) menggunakan maskapai Cathay Pacific.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Divisi Kedokteran Forensik Universitas Cape Town, Almarhum Eko dinyatakan meninggal, karena penyakit tuberkulosis paru-paru dan tidak ditemukan tanda-tanda luka pada tubuh almarhum.

Jenazah Eko Radi Saputra telah diserahkan kepada pihak keluarga di Indonesia melalui kerja sama Kementerian Luar Negeri RI, BNP2TKI dan PT pengirim ABK.​

​Sementara itu Konsul Jenderal Krishna Adi Poetranto mengatakan kepada para ABK di Cape Town agar dapat memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu sebelum berangkat dari Indonesia diharapkan agar para ABK memiliki kesehatan fisik dan mental yang memadai.

Menurutnya kesehatan fisik dan mental sangat penting, karena bekerja di laut cukup berat dengan tantangan dan tuntutan kerja yang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI