Banyak Jamaah Haji Tersesat dan Tertinggal dari Rombongan

Rabu, 02 Agustus 2017 | 14:03 WIB
Banyak Jamaah Haji Tersesat dan Tertinggal dari Rombongan
Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (18/9). [Antara]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis meminta panitia penyelenggara haji mengantisipasi banyaknya jamaah haji yang tersesat di Tanah Suci. Hal itu dikatakannya, mengingat berdasarkan laporan mulai banyak ditemukan jamaah haji yang nyasar.

"Kebanyakan kasus jamaah tersesat karena tertinggal dari rombongannya, atau tidak tahu atau lupa lokasi pemondokan. Ini harus diantisipasi apalagi sebagian besar yang tersesat adalah jamaah lansia," katanya lewat pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (2/8/2017).

Menurut Iskan untuk meminimalkan kasus jamaah haji tersesat, diperlukan tindakan pro aktif dari petugas haji untuk memaksimalkan peran mahasiswa Saudi atau mahasiswa yang lebih paham lapangan di Tanah Suci.

"Diperlukan tindakan pro aktif memaksimalkan para mukimin (mahasiswa), yang merupakan warga Indonesia bermukim di Arab Saudi, yang direkrut menjadi petugas haji Indonesia," katanya.

Anggota DPR Fraksi PKS Dapil Sumut 2 menambahkan bahwa untuk meminimalisir kasus jamaah haji tersesat, diperlukan beberapa langkah teknis seperti penunjuk arah berbahasa Indonesia di kawasan vital seperti Masjidil Haram.

"Kasus tersesatnya jamaah haji memang kerap terjadi. Maka keberadaan tanda penunjuk arah berbahasa Indonesia bisa terpasang di beberapa lokasi vital," katanya.

Dari pihak rombongan jamaah haji pun menurutnya juga perlu pro aktif mengantisipasi kasus tersesatnya jamaah haji, salah satunya dengan melakukan survei lokasi terlebih dahulu bersama-sama rekan rombongan, serta memaksimalkan pendataan.

"Dengan melakukan survei, maka rombongan jamaah haji akan lebih paham kondisi medan yang dilalui di tanah suci, terutama kawasan-kawasan vital seperti Masjidil Haram," katanya.

Selain itu, yang tak kalah penting, menurutnya, terkait cuaca di tanah suci, karena musim panas hingga 45 celcius dan udara kering, maka dibutuhkan minum yang banyak dan menghindari diri dari sengatan matahari langsung dengan memakai payung serta penutup kepala lainnya.

"Oleh karenanya, para petugas haji harus mengantisipasi dampak musim panas terhadap jamaah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI