Polisi Periksa Lima WNI Terkait Kasus Kejahatan Siber Cina

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 03 Agustus 2017 | 12:16 WIB
Polisi Periksa Lima WNI Terkait Kasus Kejahatan Siber Cina
Polisi pada Senin (31/7) mengumumkan penangkapan 148 warga negara Cina yang diduga tergabung dalam sindikat kejahatan siber yang beroperasi di Indonesia. Mereka diduga memeras pejabat dan pengusaha di Cina. [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa 5 WNI yang ikut digerebek dalam kasus kejahatan siber internasional. Mereka berstatus sebagai saksi

"Saat ini masih proses dan kami mintai keterangan sebagai saksi di pihak Direktorat Kriminal Umum, saat ini sedang berjalan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (3/8/2017).

Menurutnya pemeriksaan itu dilakukan guna menelusuri keterlibatan warga negara Indonesia yang diduga turut memfasilitasi para warga Cina dalam melakukan aksi kejahatan siber di tanah air.

"Kami sedang mendalami pihak-pihak terkait lainnya tentunya keberadaan WNA melakukan kejahatan online fraud di Indonesia dugaan ada peran daripada WNI yang menyediakan tempat, fasilitas dan mungkin peran lainnya, sehingga kejahatan ini bisa berlangsung di Indonesia walaupun korbannya dari negara Cina ataupun negara-negara lain," katanya.

Didik menjelaskan kelima yang diperiksa itu hanya bekerja sebagai sopir, pekerja rumah tangga dan penerjemah bahasa asing. Para WNI itu diikut ditangkap dalam upaya penggerebekan di Jakarta, Surabaya dan Bali pada Sabtu (29/7/2017).

"Ada yang sebagai sopir, ada yang sebagai pembantu, ada sebagai translator, nah ini lagi kami dalami," kata dia.

Siang ini, polisi telah menyerahkan 148 pelaku kejahatan siber asal Cina ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk dideportasi ke negara asal.

Kepolisian Cina juga telah menyiapkan dua pesawat untuk memulangkan para pelaku. Nantinya kasus kejahatan internasional itu yang dilakukan di Indonesia akan diproses oleh Kepolisian Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deportasi Penjahat Siber Asal Cina Gunakan 2 Pesawat

Deportasi Penjahat Siber Asal Cina Gunakan 2 Pesawat

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 11:22 WIB

Hari Ini, Polri Serahkan 148 Penjahat Siber ke Kepolisian Cina

Hari Ini, Polri Serahkan 148 Penjahat Siber ke Kepolisian Cina

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 09:26 WIB

Polisi Bebaskan 5 WNI di Kasus Kejahatan Siber Cina

Polisi Bebaskan 5 WNI di Kasus Kejahatan Siber Cina

News | Selasa, 01 Agustus 2017 | 15:58 WIB

Polisi Cari Pemegang Paspor Anggota Sindikat Kejahatan Siber Cina

Polisi Cari Pemegang Paspor Anggota Sindikat Kejahatan Siber Cina

News | Selasa, 01 Agustus 2017 | 01:27 WIB

Alasan Sindikat Kejahatan Siber Cina Pilih Bermarkas Indonesia

Alasan Sindikat Kejahatan Siber Cina Pilih Bermarkas Indonesia

News | Senin, 31 Juli 2017 | 22:49 WIB

Pelaku Kejahatan Siber Asal Cina Digoda Gaji Rp40 Juta per Bulan

Pelaku Kejahatan Siber Asal Cina Digoda Gaji Rp40 Juta per Bulan

News | Senin, 31 Juli 2017 | 22:36 WIB

Bongkar Jaringan Cyber Crime Asal Cina

Bongkar Jaringan Cyber Crime Asal Cina

Foto | Senin, 31 Juli 2017 | 19:14 WIB

Warga Cina Terduga Kasus Penipuan Masuk Ilegal ke Indonesia

Warga Cina Terduga Kasus Penipuan Masuk Ilegal ke Indonesia

News | Senin, 31 Juli 2017 | 15:41 WIB

Begini Toko Masa Depan di Cina, Tak Ada Kasir dan Uang Tunai

Begini Toko Masa Depan di Cina, Tak Ada Kasir dan Uang Tunai

News | Senin, 31 Juli 2017 | 13:40 WIB

Terkini

Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai

Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:56 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31 WIB

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:28 WIB

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB