MKD Bakal Minta Klarifikasi dari Viktor Laiskodat

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Selasa, 08 Agustus 2017 | 12:32 WIB
MKD Bakal Minta Klarifikasi dari Viktor Laiskodat
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Viktor Laiskodat [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - ‎Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mendapatkan laporan dari PKS dan Demokrat tentang dugaan pelangaran etika yang dilakukan oleh Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat. Laiskodat dilaporkan karena pernyataannya dianggap memiliki unsur ujaran kebencian.

MKD akan memproses kasus ini setelah melakukan verifikasi laporan. Setelah itu, Viktor akan dimintai keterangannya terkait pernyataannya yang dilontarkan pada acara deklarasi dukungan calon Bupati dan Wakil Bupata dalam Pilkada Kabupaten Kupang, NTT, serta pelantikan pengurus DPC Nasdem Kabupaten Kupang Tengah, NTT, Selasa (1/8/2017).‎

"Pertama, kita harus minta klarifikasi Pak Viktor tentang statemen itu. Kedua, kita harus mendengar secara utuh konteks pembicaraan tersebut. Ketiga, MKD akan memproses bila ada pengaduan. Tentu dengan mendengar pengadu dan teradu," kata Anggota MKD Maman Imanulhaq dihubungi, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dia berharap dengan adanya kasus ini,‎ politisi di Senayan lebih berhati-hati lagi dalam berbicara. Politikus PKB ini juga berharap agar semua pihak mengedepankan nilai kenegarawanan yang menjunjung etika dan keutuhan bangsa.

"Ini pelajaran bahwa politisi harus lebih hati-hati dalam berbicara," tuturnya.‎

Lalu kapan MKD akan bersidang untuk masalah ini? Maman menjawab singkat.

"Nanti kalau masa persidangan mulai," kata dia.

Saat ini, DPR sedang memasuki masa reses. DPR masuk masa sidang lagi pada tanggal 16 Agustus 2017.

‎PKS dan Partai Demokrat melaporkan Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat dugaan pelanggaran etik ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (7/8/2017).‎

Laporan ini terkait dengan pernyataan Viktor dalam acara deklarasi dukungan calon Bupati dan Wakil Bupata dalam Pilkada Kabupaten Kupang, NTT, serta pelantikan pengurus DPC Nasdem Kabupaten Kupang Tengah, NTT, Selasa (1/8/2017).

baca juga

Dalam pernyataannya itu, Laiskodat mengatakan Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN merupakan partai pendukung kaum intoleran.‎ PKS menjadi yang pertama melaporkan kasus ini. Demokrat menyusul sekira 10 menit kemudian.

Ketua Departemen Hukum dan HAM PKS Zainudin Paru ‎mengatakan, laporan ini perlu ditindaklanjuti karena mengandung unsur fitnah yang menyesatkan. Selain itu, Zainudin menambahkan, pernyataan Viktor juga dikhawatirkan akan mengakibatkan konflik horizontal.

"Kami menyampaikan laporan dan mengikuti mekanisme yang ada dan administratif di MKD. Tapi pengaduan kami meminta agar ini segera dipanggil kemudian diperiksa. Dan meminta MKD memecat jika memang dugaan itu terbukti melanggar kode etik dan sumpah jabatan sebagai anggota DPR RI," kata Zainuddin usai melapor ke MKD.

‎Dalam laporannya ini, Zainudin membawa bukti sebuah flashdisk yang berisi rekaman video, baik video pidato Viktor secara lengkap berdurasi 25 menit atau video yang menjadi viral dengan durasi 2 menit.

Di tempat yang sama, ‎Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Generasi Muda Demokrat Primawira meminta Laiskodat untuk meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya itu.

Dalam laporannya ini, Primawira yakin Laiskodat sudah melanggar kode etik sebagai anggota dewan.‎ Dia pun menginginkan Laiskodat dipecat dari anggota DPR.

"Dan karena ini masih dalam masa reses kami mau melakukan somasi kepada yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka kepada Partai demokrat dan kader-kader di seluruh Indonesia khususnya kader Partai Demokrat di NTT," kata Primawira.

Primawira datang membawa kliping dari media masa dan rekaman video sebagai bukti. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan punya saksi yang kuat untuk kasus ini.

"Dan, pada saat kejadian tersebut ada saksi dari kader demokrat yang hadir dan memang diundang secara resmi di acara tersebut. Ada lima kader Demokrat dan kami pnya saksi yang sangat kuat," ujar dia.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon Minta Presiden Redakan Kasus Viktor

Fadli Zon Minta Presiden Redakan Kasus Viktor

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 22:51 WIB

Fadli Zon Anggap Kasus Viktor seperti Ahok dan Memecah Belah NKRI

Fadli Zon Anggap Kasus Viktor seperti Ahok dan Memecah Belah NKRI

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 22:13 WIB

Politikus Nasdem Sebut Viktor Tak Perlu Minta Maaf

Politikus Nasdem Sebut Viktor Tak Perlu Minta Maaf

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 21:42 WIB

Viktor Laiskodat Dilaporkan, Nasdem Siap Beri Bantuan Hukum

Viktor Laiskodat Dilaporkan, Nasdem Siap Beri Bantuan Hukum

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:52 WIB

Partai Nasdem Bela Viktor Laiskodat

Partai Nasdem Bela Viktor Laiskodat

Foto | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:24 WIB

Bela Viktor, Partai Nasdem Sebut Rekaman di Sosmed Telah Diedit

Bela Viktor, Partai Nasdem Sebut Rekaman di Sosmed Telah Diedit

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 19:27 WIB

PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD

PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 17:53 WIB

Fahri Samakan Kasus Viktor dengan 'Papa Minta Saham' Novanto

Fahri Samakan Kasus Viktor dengan 'Papa Minta Saham' Novanto

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 15:08 WIB

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 17:42 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×