Fadli Zon Anggap Kasus Viktor seperti Ahok dan Memecah Belah NKRI

Chaerunnisa | Bagus Santosa | Suara.com

Senin, 07 Agustus 2017 | 22:13 WIB
Fadli Zon Anggap Kasus Viktor seperti Ahok dan Memecah Belah NKRI
Konferensi pers Partai Nasdem terkait pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat, di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (7/8/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menganggap Partai Nasdem tidak merasa bersalah atas pernyataan Ketua Fraksi Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang menganggap Partai Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN sebagai partai yang intoleran.

‎Padahal, kata Fadli, pernyataan Viktor berisikan adu domba, menimbulkan fitnah, dan membuat kesalahpahaman di masyarakat luas.

"Partai Nasdem kelihatannya tidak ada sedikitpun rasa bersalah, tidak ada sedikitpun rasa penyesalan, bahkan membela pidato tersebut," kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (7/9/2017).

Ketua Tim Kajian Partai Nasdem Zulfan Lindan mengatakan, video tersebut sudah diedit dan tidak utuh. Karena itu, ‎Partai Nasdem tidak merasa perlu meminta maaf. Fadli pun membandingkan sikap ini dengan kasus Basuki Tjahjaja Purnama (Ahok) dalam kasus penodaan agama.

"Kalau alasannya cuma masalah diedit-edit itu kayak Ahok dulu. Ahok juga argumentasinya kayak gitu, 'tidak utuh'. Sama persis argumentasinya kayak Ahok dulu," imbuhnya.

Menurut Fadli, apa yang diucapkan Viktor tidak perlu ditafsirkan lagi. Pasalnya, isinya sudah jelas menuduh partai politik intoleran dan menuduh umat Islam.‎

‎"Belum lagi yang berbicara tentang negara khilafah, ada bunuh-bunuhan di situ, seperti PKI dulu. Saya kira itu jelas ujaran-ujaran yang mengandung provokasi yang berbahaya, dan memecah belah NKRI. Ini adalah sikap menantang tidak hanya kepada parpol-partai politik yang dituduh tapi juga kepada umat Islam," kata dia.

Kasus Viktor ini dilaporkan ‎secara hukum ke Bareskrim Polri dan secara etika ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Menurut Fadli, penanganan dua kasus ini ‎bisa berjalan paralel. Sehingga, prosesnya bisa sama-sama saling berjalan.

"Paralel saja kalau menurut saya sih," imbuhnya.

Dia juga meminta Fadli meminta supaya polisi bertindak secara profesional dan tidak menunda-nunda penuntasan kasus ini.

"‎Jadi menurut saya tentu kita berharap aparat kepolisian segera melakukan tindakan berdasarkan laporan-laporan yang telah diajukan jangan sampai karena ada backing-backing kemudian laporan itu tidak ditindaklanjuti atau diulur-ulur. Nanti ini seperti kasus Ahok lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politikus Nasdem Sebut Viktor Tak Perlu Minta Maaf

Politikus Nasdem Sebut Viktor Tak Perlu Minta Maaf

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 21:42 WIB

Viktor Laiskodat Dilaporkan, Nasdem Siap Beri Bantuan Hukum

Viktor Laiskodat Dilaporkan, Nasdem Siap Beri Bantuan Hukum

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:52 WIB

Partai Nasdem Bela Viktor Laiskodat

Partai Nasdem Bela Viktor Laiskodat

Foto | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:24 WIB

Bela Viktor, Partai Nasdem Sebut Rekaman di Sosmed Telah Diedit

Bela Viktor, Partai Nasdem Sebut Rekaman di Sosmed Telah Diedit

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 19:27 WIB

PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD

PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 17:53 WIB

Terkini

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:24 WIB

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:07 WIB

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:55 WIB

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB