Suramnya 'Rumah Sekap' KPK di Depok

Reza Gunadha, Bagus Santosa

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 17:31 WIB
Suramnya 'Rumah Sekap' KPK di Depok
Rumah Aman KPK di Jalan TPA, RT 03/03, Cipayung, Depok, Jawa Barat, mendadak ramai pada Jumat (11/8/2017) sore. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Rumah tanpa nomor di Jalan TPA, RT 03/03, Cipayung, Depok, Jawa Barat, mendadak ramai pada Jumat (11/8/2017) sore. Rumah berpagar hitam dan bertembok jingga itu ramai karena didatangi sejumlah anggota DPR.

Rombongan yang datang ini merupakan Anggota Panitia Khusus Angket KPK DPR yang ingin memastikan adanya 'rumah sekap'.

Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar yang memimpin rombongan ini ditemani oleh Niko Panji Tirtayasa.

Niko adalah saksi yang memberikan keterangan dalam rapat dengar pendapat umum dengan Pansus Angket KPK beberapa waktu lalu.

Dalam rapat itu, Niko memunculkan istilah 'rumah sekap'. Rumah ini merupakan tempat ketika Niko diinterogasi terkait penyidikan sebuah kasus korupsi.

Pengamatan suara.com, tidak ada yang aneh dari rumah berukuran sekira 10 x 10 meter tersebut. Rumah ini berada persis di pinggir Jalan TPA. Sementara di samping rumah ini hanyalah sebidang tanah kosong.

Masuk melewati pagar besi yang didorong, ada ruangan semacam garasi sebelum pintu masuk ‎utama. Di sebelah kiri ruangan semacam garasi itu, ada sebuah pintu untuk masuk ke sebuah ruangan.

Sementara di dalam ruangan itu ada sebuah kamar mandi yang berada di sudutnya. Ruangan ini dibatasi tembok dan tidak terhubung dengan ruang utama.

baca juga

Ketika masuk ke pintu utama, langsung dihadapkan ruangan sekira 2x3 meter. Di sebelah kirinya ada satu ruangan yang dipisahkan pintu. ‎Sedangkan sebelah kanannya ada dua ruangan yang dipisahkan pintu.

Suara menyambangi ruang sebelah kiri pintu utama, ada meja makan. Di dekat meja makan itu ada ruangan semacam dapur karena terdapat wastafel.

Tidak ada perabotan dalam rumah tersebut. Sejumlah sudut rumah juga dipenuhi debu dan sarang laba-laba. ‎Air yang ada di kamar mandi juga tidak mengalir ketika keran dibuka.

"Rumah ini memang sepi, sejak dua tahun lalu," kata Nanang, penjaga rumah ini.

Nanang memiliki warung makan tepat di depan rumah tersebut. Dia sudah berdagang selama dua tahun di situ. Selama itu, 'rumah sekap' tadi minim aktivitas.

"Yang punya orang Lenteng Agung, namanya Pak Yusman," kata Nanang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Anggota DPR Akan 'Susul' Setnov Jadi Tersangka Korupsi e-KTP

Satu Anggota DPR Akan 'Susul' Setnov Jadi Tersangka Korupsi e-KTP

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 14:28 WIB

Diperiksa KPK, Elza Syarief Klaim Tak Kenal Markus Nari

Diperiksa KPK, Elza Syarief Klaim Tak Kenal Markus Nari

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 11:00 WIB

Anak Buah Setya Novanto Lari Usai Diperiksa KPK

Anak Buah Setya Novanto Lari Usai Diperiksa KPK

News | Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:03 WIB

KPK Minta Pansus Hak Angket DPR Pakai Akal Sehat

KPK Minta Pansus Hak Angket DPR Pakai Akal Sehat

News | Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:41 WIB

Hari Ini, KPK Periksa Anak Buah Novanto Terkait Korupsi e-KTP

Hari Ini, KPK Periksa Anak Buah Novanto Terkait Korupsi e-KTP

News | Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:37 WIB

Terkini

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

×