Wapres JK: Diaspora Indonesia Jangan Tiru Johannes Marliem

Reza Gunadha

Senin, 21 Agustus 2017 | 11:41 WIB
Wapres JK: Diaspora Indonesia Jangan Tiru Johannes Marliem
Ungkapan duka atas meninggalnya Johannes Marliem, saksi kunci dalam kasus e-KTP dari para anggota komunitas mobil Bugatti di AS. [Instagram]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para diaspora atau perantau Indonesia di seluruh dunia, agar tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang diklaimnya merugikan negara triliunan rupiah.

"Tentu kita turut berduka cita, namun diaspora Indonesia jangan meniru tindakan yang tidak seharusnya seperti yang terjadi dengan Johannes Marliem. Ternyata dia berkomplot merampok negara, merugikan keuangan negara," kata JK dalam pembukaan Indonesian Diaspora Global Summit di Jakarta, seperti diberitakan Antara, Senin (21/8/2017).

"Nah, jangan ditiru yang seperti itu," tukasnya lagi.

Menurut Wapres, informasi tentang diaspora Indonesia selama ini secara umum terkait dengan hal positif. Karenanya, tindakan Johannes yang ia klaim berkomplot merugikan Indonesia tidak sepatutnya ditiru.

Johannes Marliem adalah mantan WNI yang berdomisili di Amerika Serikat, dan dianggap sebagai salah satu saksi kunci dalam kasus megakorupsi dana proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Ia dinyatakan tewas dengan luka tembak di bagian kepala di kediamannya, Los Angeles, pada 8 Agustus 2017.

Berdasarkan keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johannes pernah dimintakan uang USD200 ribu untuk memuluskan perusahaannya, PT Biomorf, sebagai pemenang tender pengadaan sistem identifikasi sidik jari otomatis e-KTP.

Sebagai pemenang tender, Johannes disebut mendapat keuntungan sebesar USD14,88 juta, namun diindikasikan telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.

baca juga

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masinton: Pansus Angket KPK Temukan Empat Penyimpangan Kerja KPK

Masinton: Pansus Angket KPK Temukan Empat Penyimpangan Kerja KPK

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 11:04 WIB

Ini Cara Kartunis Dukung KPK

Ini Cara Kartunis Dukung KPK

Foto | Minggu, 20 Agustus 2017 | 18:19 WIB

Ungkap Jati Diri Saksi Kunci e-KTP yang Bunuh Diri Lewat KK

Ungkap Jati Diri Saksi Kunci e-KTP yang Bunuh Diri Lewat KK

News | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 03:03 WIB

Kasus Korupsi e-KTP, KPK Bantah Pernyataan Miryam

Kasus Korupsi e-KTP, KPK Bantah Pernyataan Miryam

News | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 00:25 WIB

Periksa Notaris, KPK Dalami Perusahaan Keponakan Setya Novanto

Periksa Notaris, KPK Dalami Perusahaan Keponakan Setya Novanto

News | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 02:05 WIB

Kontroversi Remisi Gayus Tambunan, Ini Tanggapan Wapres

Kontroversi Remisi Gayus Tambunan, Ini Tanggapan Wapres

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 11:48 WIB

Upacara Penurunan Sang Merah Putih

Upacara Penurunan Sang Merah Putih

Foto | Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:47 WIB

Kematian Marliem, Saut: High Profile Person Stresnya Tinggi

Kematian Marliem, Saut: High Profile Person Stresnya Tinggi

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:30 WIB

KPK Pernah Periksa Marliem, Tetapi Tak Mau Jawab Pertanyaan

KPK Pernah Periksa Marliem, Tetapi Tak Mau Jawab Pertanyaan

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 15:07 WIB

Novel Disebut Tak Kooperatif Saat Diperiksa di Singapura

Novel Disebut Tak Kooperatif Saat Diperiksa di Singapura

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 13:30 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

×