Novel Baswedan dan Harapan Mata yang Memerah

Reza Gunadha

Rabu, 23 Agustus 2017 | 07:48 WIB
Novel Baswedan dan Harapan Mata yang Memerah
Kondisi terakhir Novel Baswedan. (twitter)

Selanjutnya ialah Kanit 2 Kamneg Kompol Fadilah, serta Atase Polri Singapura Kombes Hirbak Wahyu Setiawan juga ikut mendampingi rombongan.

Novel didampingi oleh Tim Biro Hukum KPK serta penasihat hukumnya dan tidak ketinggalan dua orang pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Meski Novel akhirnya di-BAP atau keterangannya dicatat di berita acara pemeriksaan, dia sempat mengungkapkan kritiknya terhadap tim penyidik tersebut karena dirinya tidak pernah mendapat surat panggilan para penyidik. Para penyidik pun menurut Novel belum mendapat izin dari petugas KPK maupun dokter yang memeriksanya.

Kritik lain adalah sejumlah saksi penting dalam perkara itu dipublikasikan dan para penyidik pun terburu-buru mengambil kesimpulan.

"Kalau kemudian ternyata kesimpulan itu salah, saya khawatir penyidik akan bertahan pada kesimpulan yang salah tadi, atau jangan-jangan bisa jadi ada orang yang memanfaatkan penyidik untuk menutupi fakta-fakta dengan berkesimpulan yang salah. Saya kira itu tidak baik," ungkap Novel.

Apalagi, menurut Novel, para penyidik yang menangani kasusnya adalah penyidik baru yang ikut di tengah-tengah kasus berjalan.

"Saya tahu (mereka baru) ketika saya melihat surat-surat yang ada. Kedua, saya tahu karena saya bertanya kepada yang bersangkutan. Perubahan tim akan menyulitkan (pengusutan kasus). Saya sampaikan juga agar penyidik ini berhubungan dengan keluarga saya dengan intens walaupun saya menyadari setiap laporan perkembangan penyidikan tidak pernah diberi kepada keluarga saya sampai sekarang. Yang diberi adalah tetangga saya," kata Novel.

Novel juga mengaku tidak ditunjukkan sketsa pelaku yang pada tanggal 31 Juli 2017 ditunjukkan Kapolri Jenderal  Tito Karnavian kepada publik, yaitu seorang pria dengan ciri-ciri tingginya sekitar 167 s/d 170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting, dan badan cukup ramping.

Soal nama jenderal polisi aktif yang pernah disebut-sebut terlibat dalam penyerangan itu, juga tidak disampaikan Novel dalam pemeriksaan sampai terbentuk tim pencari fakta independen.

baca juga

"Soal nama jenderal yang saya sebut terkait dengan peristiwa-peristiwa teror, saya menyampaikan bahwa itu adalah konsumsi untuk tim gabungan pencari fakta karena kalau saya sampaikan kepada penyidik itu hanya membebani pekerjaan-pekerjaan mereka yang toh juga tidak akan membuat mereka menyelesaikan tugasnya dengan baik. Tim gabungan pencari fakta tentunya tidak melibatkan anggota Polri, tetapi melibatkan profesional, akademisi, dan ahli-ahli lain," jelas Novel.

Ia juga menilai bahwa tidak lagi ada gunanya pembentukan tim gabungan KPK dan Polri, karena peristiwa itu sudah berlalu lebih dari 3 bulan dan tempat kejadian perkara pun sudah rusak.

"Setelah peristiwa ini terjadi lebih dari 3 bulan, seandainya KPK ikut dalam tim itu, KPK-nya bisa berbuat apa? Saya kira waktunya sudah tidak tepat lagi," tegas Novel.

Bila ada tim gabungan pencari fakta yang melibatkan orang-orang lain di luar Polri dan keuntungannya, menurut Novel, Kapolri dapat melihat apakah benar anggota-anggota di bawahnya serius dalam penanganan perkara tersebut.

"Saya juga berharap Bapak Presiden bisa lebih memperhatikan hal ini, lebih bisa melakukan evaluasi terhadap aparatur yang melakukan pekerjaannya, apakah benar melaksanakan perintah Presiden atau tidak? Dengan begitu, kita berharap pemberantasan korupsi bisa dilaksanakan dengan lebih masif, kuat, dan tentunya secara langsung dan tidak langsung bisa memperkuat ekonomi dan juga pembangunan," jelas Novel.

Selain itu, ia juga berharap agar korupsi di Indonesia semakin terkikis dan mafia korupsi tidak lagi mendapat ruang.

"Harapan saya pada waktu-waktu ke depan, korupsi di Indonesia bisa makin lama makin terkikis dan upaya pemberantasan korupsi mendapatkan ruang dan dukungan dari semua termasuk dari pemimpin negara. Dengan begitu, tidak ada lagi ruang bagi mafia-mafia korupsi untuk seenaknya sendiri merampas dan merampok harta kekayaan negara dan masyarakat secara keseluruhan," tandasnya.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Tangkap Dua Petinggi PT ADI

KPK Tangkap Dua Petinggi PT ADI

Foto | Selasa, 22 Agustus 2017 | 23:18 WIB

Ini Alasan KPK Bertemu dengan Komisi III DPR

Ini Alasan KPK Bertemu dengan Komisi III DPR

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 22:35 WIB

OTT Panitera PN Jaksel, KPK Tangkap Petinggi PT Aquamarine

OTT Panitera PN Jaksel, KPK Tangkap Petinggi PT Aquamarine

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 23:03 WIB

KPK: Kami Datang Kalau yang Panggil Komisi III, Bukan Pansus

KPK: Kami Datang Kalau yang Panggil Komisi III, Bukan Pansus

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 20:06 WIB

KPK Dalami Peran Hakim Dalam Kasus OTT Panitera PN Jaksel

KPK Dalami Peran Hakim Dalam Kasus OTT Panitera PN Jaksel

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 19:44 WIB

Jadi Tersangka KPK, MA Berhentikan Sementara Tarmizi

Jadi Tersangka KPK, MA Berhentikan Sementara Tarmizi

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:49 WIB

Keterangan Pers OTT PN Jaksel

Keterangan Pers OTT PN Jaksel

Foto | Selasa, 22 Agustus 2017 | 17:54 WIB

Ini Alasan KPK Tetapkan Tarmizi Sebagai Tersangka

Ini Alasan KPK Tetapkan Tarmizi Sebagai Tersangka

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 17:31 WIB

Begini Kronologis OTT Panitera Pengganti di PN Jaksel oleh KPK

Begini Kronologis OTT Panitera Pengganti di PN Jaksel oleh KPK

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 16:43 WIB

Fahri Hamzah Tuduh OTT KPK Ilegal

Fahri Hamzah Tuduh OTT KPK Ilegal

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:13 WIB

Terkini

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:29 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:25 WIB

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

News | Minggu, 27 September 2026 | 11:19 WIB

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:08 WIB

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:07 WIB

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:05 WIB

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

×