Al Chaidar: Teroris Orang yang Tak Sabar Masuk Surga

Siswanto

Rabu, 23 Agustus 2017 | 12:46 WIB
Al Chaidar: Teroris Orang yang Tak Sabar Masuk Surga
Sholehudin (kiri), Al Chaidar (tengah), Al Araf (kadan) sedang menjelaskan mengenai radikal dan terorisme di Indonesia di Imparsial [suara.com/Maidian Reviani]

Suara.com - Pengamat terorisme Al Chaidar mengungkap salah satu motivasi orang melakukan aksi terorisme karena mereka berpikir itu merupakan bagian dari jalan pintas menuju surga jika mati.

“Contoh kegiatan seperti membunuh orang yang tidak sepaham dengan mereka, atau pemerintahan yang tidak se-ideologi itu adalah hal yang dibenarkan dalam ajaran mereka. Jika tidak melakukan dianggap tidak heroik, dan akhirnya dianggap tidak mati syahid,” pengamat terorisme Al Chaidar di acara diskusi publik dengan tema Melawan Ekstremisme dan Terorisme dalam Negara Hukum dan Demokrasi (Telaah atas RUU Anti Terorisme dan Perppu Ormas)," di kantor Imparsial, Jalan Tebet Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Al Chaidar menyebut teroris merupakan golongan orang yang tidak sabar untuk masuk ke surga karena membutuhkan waktu sekitar 7,5 juta tahun. Itu sebabnya, mereka menempuh jalur cepat dengan cara melakukan aksi terorisme.

Al Chaidar menegaskan aksi terorisme merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Tindakan ini merupakan salah satu kejahatan dengan kategori extraordinary (luar biasa). Para pelaku teror menyadari tindakannya melanggar hukum, namun mereka meyakini itu sebagai salah satu jalan pintas.

“Beberapa hal mereka sadar melanggar hukum, tetapi mereka juga merasa yakin bahwa tindakan melanggar hukum adalah sesuatu yang diharuskan oleh ideologi dan agama mereka,”ujarnya.

Hal itu juga dapat terjadi karena adanya proses legitimasi dan glorifikasi. Legitimasi yang dimaksud yaitu adanya pengesahan yang dianggap benar. Sedangkan, glorifikasi yaitu melebih-lebihkan sesuatu dan anggapan yang harus dilakukan oleh penganut ideologis tertentu. Lalu muncul aksi heroisme yang mungkin tidak dapat ditangkap oleh peneliti-peneliti hukum biasa.

Ilmu antropologi melihat bahwa proses glorifikasi dapat menimbulkan anggapan mengenai kejahatan extraordinary, salah satunya bentuk terorisme yang kerap terjadi di Indonesia dan negara manapun.
Al Chaidar menambahkan bahwa orang-orang yang mempraktikan terorisme cenderung ekstrim, seperti ISIS.

Al Chaidar menegaskan dalam ajaran agama islam hanya dibolehkan membunuh orang di dalam satu daerah perang. Namun, ada juga bentuk terorisme yang tidak cenderung ekstrim. Al Chaidar memberikan contoh Al Qaeda, dimana memilih-milih target untuk diserang.

“Kelompok Al Qaeda di Indonesia belum bergerak, karena mereka belum menemukan satu formulasi yang tepat untuk melakukan serangan yang kemudian tidak melanggar HAM,”katanya.

Al Chaidar menambahkan proses menuju terorisme yaitu diawali dengan adanya fundamentalisme, yaitu sebuah gerakan yang paham terhadap apa yang diyakini, seperti taat terhadap Kitab Suci. Kemudian, munculnya radikalisasi dan proses yang terakhir yaitu adanya terorisme, dimana sebuah tindakan semena-mena yang melanggar HAM. (Maidian Reviani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

News | Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Terkini

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

News | Senin, 28 September 2026 | 07:46 WIB

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:45 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

News | Senin, 28 September 2026 | 07:36 WIB

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

News | Senin, 28 September 2026 | 07:29 WIB

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

×