PBNU: Kasus Rohingya Bukan Konflik Agama

Ardi Mandiri | Suara.com

Rabu, 06 September 2017 | 06:45 WIB
PBNU: Kasus Rohingya Bukan Konflik Agama
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj bersama Ketua KPK, Agus Rahardjo dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid memberi keterangan pers, usai melakukan pertemuan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/7).

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa kasus Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, bukanlah konflik agama.

"Kita harus menyikapi secara jernih apa yang terjadi di Rohingnya, Myanmar," kata Said Aqil usai bersama Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen berdiskusi intensif dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa, sebagaimana dikutip dalam siaran pers.

Dikatakannya bahwa umat Islam Rohingya memang banyak yang menjadi korban dalam kekerasan di Rakhine, Myanmar, itu.

"Kita turut bersedih. Namun, jangan sampai hal itu ditarik menjadi konflik antaragama, tidak betul itu. Umat Muslim di Indonesia jangan terprovokasi," kata Said Aqil.

Dalam pertemuan itu Said Aqil menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang pentingnya membantu perdamaian di Rohingya. Nahdlatul Ulama sendiri ikut andil dalam inisiasi perdamaian dengan peran serta lembaga-lembaga di bawah naungan NU.

Sementara itu Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen menyayangkan provokasi kebencian yang menumpangi isu Rohingya.

"Provokasi dengan rencana demonstrasi di Candi Borobudur, Magelang, itu salah arah. Tidak semua umat Budha bersalah dalam kasus Rohingya, pelaku hanya oknum tertentu, kita tidak bisa menggeneralisasi," kata dia.

Ia mengatakan Pagar Nusa siap mengantisipasi demonstrasi di Candi Borobudur agar tidak sampai merusak candi yang merupakan warisan peradaban Nusantara itu.

"Dan yang lebih penting, agar tidak menjadi konflik antaragama di Indonesia," kata Nabil Haroen.

Pagar Nusa juga menyiagakan barisan pendekarnya di berbagai daerah, berkoordinasi dengan Polri dan TNI, untuk meredam konflik serta menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya terkait dengan kasus Rohingya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 00:12 WIB

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

News | Selasa, 05 September 2017 | 23:10 WIB

Pernyataan Forum Lintas Agama soal Rohingya

Pernyataan Forum Lintas Agama soal Rohingya

Foto | Selasa, 05 September 2017 | 18:11 WIB

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

News | Selasa, 05 September 2017 | 18:06 WIB

Dahnil: Kepergian Laskar Islam ke Myanmar Malah Perkeruh Suasana

Dahnil: Kepergian Laskar Islam ke Myanmar Malah Perkeruh Suasana

News | Selasa, 05 September 2017 | 17:50 WIB

Akan Didemo Ormas Islam, Polisi Jaga Ketat Kedubes Myanmar

Akan Didemo Ormas Islam, Polisi Jaga Ketat Kedubes Myanmar

News | Selasa, 05 September 2017 | 17:49 WIB

Pelempar Bom Molotov ke Kedubes Myanmar Pakai Mobil Hitam

Pelempar Bom Molotov ke Kedubes Myanmar Pakai Mobil Hitam

News | Selasa, 05 September 2017 | 16:53 WIB

Mengapa Ganjar Tak Setuju Demo Rohingya di Candi Borobudur?

Mengapa Ganjar Tak Setuju Demo Rohingya di Candi Borobudur?

News | Selasa, 05 September 2017 | 16:26 WIB

Isu Rohingya Digoreng di Medsos untuk Serang Jokowi

Isu Rohingya Digoreng di Medsos untuk Serang Jokowi

News | Selasa, 05 September 2017 | 16:10 WIB

Terkini

JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?

JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?

News | Minggu, 19 April 2026 | 12:05 WIB

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB