Dipolisikan karena Tulisan soal Megawati, Ini Sanggahan Dhandy

Reza Gunadha

Kamis, 07 September 2017 | 10:01 WIB
Dipolisikan karena Tulisan soal Megawati, Ini Sanggahan Dhandy
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri rayakan HUT PDI Perjuangan ke 42 di kantor DPP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jurnalis cum aktivis kemanusiaan Dandhy Dwi Laksono dilaporkan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem)—organisasi sayap PDIP—ke Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu (6/9/2017).

Pendiri sekaligus Direktur Watchdog tersebut dianggap menghina Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam tulisan berjudul “Suu Kyi dan Megawati”, yang diunggahnya ke ke akun Facebook pribadi, Minggu (3/9) akhir pekan lalu. Tulisan itu juga dimuat dalam laman berita daring AcehKita.

Dalam tulisan tersebut, Dhandy mengkritik situasi politik internasional dan nasional melalui studi komparatif mengenai krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar dengan penegakan HAM di Indonesia, termasuk di Papua.

Namun, kritik sosial Dhandy itu justru ditanggapi berbeda oleh Ketua Repdem Jatim Abraham Edison. Tulisan kritik yang seharusnya dibalas melalui tulisan sanggahan dalam kerangka polemik secara intelektualis, Abraham justru melaporkan Dhandy ke polisi.

Terkait pelaporan tersebut, Dhandy lantas memublikasikan tulisan lain sebagai tanggapannya. Berikut tulisan Dhandy tersebut, yang juga diunggah ke akun Facebook pribadinya:

SOLIDARITAS ITU. Kawan-kawan, terima kasih untuk semua reaksi dan solidaritasnya yang belum dapat saya balas satu per satu. Juga mohon maaf untuk rekan media yang sepanjang hari berusaha menghubungi tapi belum sempat saya respon.

Pertama, seperti halnya kita semua, saya juga terkejut dengan pelaporan itu. Alih-alih mendapat kiriman artikel bantahan atau perspektif pembanding, yang datang justru kabar pemolisian.

Kedua, kawan-kawan pengacara dari berbagai lembaga bantuan hukum maupun individu-individu, menyarankan agar semua respon terkait kasus ini hendaknya terukur. Saran ini agak mengganggu kebiasaan saya yang cenderung lebih spontan. Tapi mereka banyak benarnya.

Yang sedang kami lakukan adalah mengumpulkan informasi apakah ini semata sikap reaksioner sekelompok partisan politik yang memanfaatkan “pasal-pasal karet” dalam UU ITE dan KUHP, atau sebuah varian represi baru bagi kebebasan berpendapat tanpa mengotori tangan dan citra kekuasaan.

baca juga

Meski keduanya sama-sama ancaman bagi demokrasi, namun kesimpulan atas kedua hal itu tentu menuntut respons yang berbeda.

Ketiga, hari-hari ini banyak persoalan yang menuntut perhatian publik lebih besar, seperti kasus petani Kendeng yang mengalami kriminalisasi dan pembongkaran tenda keprihatinan di Jakarta, peringatan 13 tahun pembunuhan Munir, dan melanjutkan solidaritas terhadap warga Rohingya.

Bahkan, ada pelaporan tiga media massa terkait kasus Novel Baswedan, pemenjaraan para pemrotes proyek pembangunan alun-alun di Gresik, pemenjaraan pengacara yang selama ini mendampingi nelayan di Bangka, kriminalisasi warga Banyuwangi yang menolak tambang emas dengan delik penyebaran komunisme, hingga terbunuhnya warga di Papua dalam sebuah insiden dan aparat pelakunya hanya divonis meminta maaf.

Dibanding kasus-kasus tersebut, apalagi penangkapan 4.996 orang Papua sepanjang 2016 dan tragedi Rohingya, kasus pelaporan ini tentu tidak ada apa-apanya.

Tapi kami juga sadar, pelaporan ini telah memicu keresahan umum yang daftar korbannya telah dan bisa lebih panjang, dan karenanya harus disikapi melampaui kasus individu yang butuh mediasi atau perdamaian. Sebab memang tak ada yang perlu dimediasi atau didamaikan dari tulisan itu. Secara pribadi, saya tidak pernah punya masalah dengan kelompok partisan itu atau pihak yang mungkin menggerakkannya. Karena itu, sekali lagi, respon dan pernyataan yang lebih terukur sedang disusun oleh kawan-kawan yang mendampingi kasus ini.

Keempat, langkah polisi atas pelaporan ini juga akan ikut menentukan sikap apa yang kita semua harus lakukan di tahap selanjutnya.

Demikian, terima kasih dan sungguh merasa terhormat dengan segala solidaritas yang telah kawan-kawan tunjukkan.

Salam. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituduh Hina Megawati, Repdem Polisikan Jurnalis Dhandy

Dituduh Hina Megawati, Repdem Polisikan Jurnalis Dhandy

News | Kamis, 07 September 2017 | 09:45 WIB

Megawati Kurban Seekor Sapi di Masjid Agung Sunda Kelapa

Megawati Kurban Seekor Sapi di Masjid Agung Sunda Kelapa

News | Jum'at, 01 September 2017 | 12:05 WIB

Temukan SBY-Mega, Buktikan Jokowi Bukan Pemimpin Plonga-Plongo

Temukan SBY-Mega, Buktikan Jokowi Bukan Pemimpin Plonga-Plongo

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 20:47 WIB

Internal Demokrat Jelaskan Soal Pertemuan SBY dan Megawati

Internal Demokrat Jelaskan Soal Pertemuan SBY dan Megawati

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 15:46 WIB

Mega-SBY Ketemu, PAN: Pilkada Beda-beda, Merah Putih Kita Satu

Mega-SBY Ketemu, PAN: Pilkada Beda-beda, Merah Putih Kita Satu

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 12:06 WIB

Mega-SBY Ketemu, JK: Politik Boleh Beda, Tujuan Kita Tetap Satu

Mega-SBY Ketemu, JK: Politik Boleh Beda, Tujuan Kita Tetap Satu

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 10:54 WIB

Usai Diresmikan Jokowi, Megawati Kunjungi Simpang Susun Semanggi

Usai Diresmikan Jokowi, Megawati Kunjungi Simpang Susun Semanggi

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 21:38 WIB

Tumben SBY Ketemu Mega, Sinyal Mau Dukung Jokowi?

Tumben SBY Ketemu Mega, Sinyal Mau Dukung Jokowi?

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:11 WIB

Megawati dan SBY Kumpul di Istana, Hanura: di Bawah Jadi Tenang

Megawati dan SBY Kumpul di Istana, Hanura: di Bawah Jadi Tenang

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:20 WIB

Megawati Ketemu SBY di Istana, PDIP: Kekuatan Kebangsaan Bersatu

Megawati Ketemu SBY di Istana, PDIP: Kekuatan Kebangsaan Bersatu

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 15:02 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×