Ada Bayi Meninggal, DPR: RS Harusnya Kedepankan Rasa Kemanusiaan

Syaiful Rachman, Bagus Santosa

Minggu, 10 September 2017 | 13:28 WIB
Ada Bayi Meninggal, DPR: RS Harusnya Kedepankan Rasa Kemanusiaan
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem, Irma Suryani Chaniago, di Jakarta, Minggu (14/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani mengatakan rumah sakit harus mengedepankan rasa kemanusian saat menerima pasien. Hal itu diungkapkan Irma menyusul meninggalnya bayi berusia empat bulan, Tiara Deborah Simanjorang.

Seperti diketahui, Tiara Deborah Simanjorang meninggal dunia karena ‎tidak sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Mitra Keluarga Kalideres, Minggu (3/9/2017).‎ Deborah tidak mendapatkan perawatan yang semestinya lantaran kedua orangtuanya Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang tidak memiliki cukup uang untuk memasukkannya ke ruang PICU seperti yang diminta RS Mitra Keluarga.

"Pada dasarnya kita sama-sama belum mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah atau versi mana yang benar dan yang salah. Namun yang perlu dikedepankan adalah bahwa rumah sakit harusnya mengedepankan nilai kemanusiaan nya lebih dulu," kata Irma dihubungi suara.com, Jakarta, Minggu (10/9/2017).

Irma menegaskan, meski tidak menerima layanan BPJS, rumah sakit manapun harus melayani pasien apalagi saat kondisi kritis tanpa terkecuali.

Meski demikian, Politikus Nasdem ini lebih melihat kepada tindakan dokter dan petugas RS Mitra ini yang melakukan pembiaran dan kelalaian sehingga Deborah meninggal dunia.

"‎Karenanya, polisi harus menyelidiki kasus ini dan bisa menjerat dokter dan para petugas tsb dengan Pasal 359 KUHP," kata Irma.

Pasal itu menerangkan bahwa barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama lamanya 5 tahun atau kurungan selama lamanya satu tahun. Pasal ini juga bisa ditafsirkan bahwa kematian tersebut diakibatkan karena kurang hati-hati atau lalainya pelaku.

"Selain proses pidana, saya mendesak pemerintah, Kemenkes memanggil manajemen rumah sakit dan memberikan sanksi keras kepada Rumah Sakit Mitra. Pemerintah harus tegas dalam kasus ini," kata dia.‎

Selain itu, Ikatan Dokter Indonesia juga harus memanggil dokter jaga saat peristiwa itu terjadi. IDI, katanya juga harus memberikan sanksi kepada dokter yang berjaga ketika ditemukan adanya pelanggaran.

"Karena IDI sebagai sebuah organisasi jangan cuma melindungi dan memberikan reward saja pada anggotanya, tetapi juga harus memberikan punishment pada anggota yang melanggar sumpah Dokter dan undang-undang," tegas Irma.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Untuk Bisa Dirawat di PICU, Orangtua Debora Dimintai Rp19 Juta

Untuk Bisa Dirawat di PICU, Orangtua Debora Dimintai Rp19 Juta

News | Minggu, 10 September 2017 | 12:03 WIB

Debora Meninggal, Dinkes Panggil Perwakilan RS Mitra Keluarga

Debora Meninggal, Dinkes Panggil Perwakilan RS Mitra Keluarga

News | Minggu, 10 September 2017 | 11:13 WIB

Soal Kematian Bayi Debora, Ini Kata RS Mitra Keluarga

Soal Kematian Bayi Debora, Ini Kata RS Mitra Keluarga

News | Minggu, 10 September 2017 | 09:28 WIB

27 Bayi di Papua Tewas Misterius, Tim Khusus Kemenkes ke Sana

27 Bayi di Papua Tewas Misterius, Tim Khusus Kemenkes ke Sana

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 19:46 WIB

Terkini

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:55 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:44 WIB

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:43 WIB

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:37 WIB

Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI

Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:36 WIB

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:24 WIB

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB