UNHCR Kirim Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 13 September 2017 | 08:20 WIB
UNHCR Kirim Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Pengungsi Rohingya yang tiba di Bangladesh. (Shutterstock)

Suara.com - Upaya besar Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) untuk mengirim bantuan darurat buat pengungsi Muslim Rohingya di Baghladesh dilakukan pada Selasa (12/9/2017), dengan pesawat pertama mendarat di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka.

Jumlah orang yang menyelamatkan diri dari Myanmar sejak 24 Agustus 2017 telah naik jadi 370.000.

Leonard Doyle, Juru Bicara Badan Migrasi PBB, IMO, mengumumkan arus jumlah pengungsi yang diperbarui selama penjelasan kepada media di Markas Besar PBB, New York. "Sistem menghadapi perentangan penuh," katanya.

Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (13/9/2017) pagi, mengatakan peningkatan jumlah orang yang menyelamatkan diri ke Bangladesh adalah hasil dari lebih banyak tim penilaian yang bisa menjangkau lebih banyak desa, kampung, dan daerah kantung tempat pengungsi telah berkumpul.

Ia mengatakan pesawat yang disewa oleh badang pengungsi itu terbang pada Selasa dengan membawa 91 ton metrik bantuan, termasuk bahan berteduh yang sangat diperlukan, jerigen, selimut, kantung tidur dan barang keperluan lain dari Dubai.

Pesawat bantuan kedua, yang disumbangkan untuk UNHCR oleh Uni Emirat Arab (UAE), dijadwalkan mendarat pada hari yang sama dengan membawa sebanyak 1.700 tenda keluarga.

"Kedua pesawat bantuan darurat itu dimaksudkan untuk memenuhi keperluan mendesak sebanyak 25.000 pengungsi. Pesawat lain sedang direncanakan, dan nantinya akan mengirim bantuan darurat buat sebanyak 120.000 pengungsi secara keseluruhan," kata Edwards.

Pengungsi Muslim Rohingya terus berdatangan di Kamp Kutupalong dan Nayapara, tempat UNHCR beroperasi.

Dengan lebih dari 70.000 pengungsi sekarang di kedua kamp tersebut, penghuninya jadi lebih dari dua kali lipat sejak 25 Agustus.

"Kedua tempat sudah melampaui titik jenuh. Sebagian pengungsi yang telah tinggal di kamp ini sekarang menampung sampai 15 keluarga yang baru tiba di gubuk kecil mereka, tapi orang yang baru datang masih memenuhi jalan di bawah naungan lembaran plastik," kata Edwards.

Banyak pengungsi yang baru datang menetap di permukiman sementara atau bersama masyarakat lokal Bangladesh.

Namun, badan pengungsi PBB tersebut menyatakan lokasi spontan semacam itu memerlukan perencanaan yang layak guna menjamin terpenuhinya standard dasar kesehatan, keamanan dan tempat berteduh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deklarasi Solidaritas untuk Rohingya

Deklarasi Solidaritas untuk Rohingya

Foto | Selasa, 12 September 2017 | 18:48 WIB

Hasil Diplomasi Menlu Soal Rohingya

Hasil Diplomasi Menlu Soal Rohingya

Foto | Senin, 11 September 2017 | 17:07 WIB

Dalai Lama: Aku Merasakan Buddha Bersama Kaum Rohingya

Dalai Lama: Aku Merasakan Buddha Bersama Kaum Rohingya

News | Senin, 11 September 2017 | 16:15 WIB

Terkini

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:13 WIB