LBH Pers Kecam Aksi Pengepungan Kantor YLBHI

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Senin, 18 September 2017 | 15:14 WIB
LBH Pers Kecam Aksi Pengepungan Kantor YLBHI
Mobil barakuda milik korps Brimob Polri disiagakan dalam aksi massa di Gedung YLBHI di Jalan Diponegoro, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) dini hari WIB. [Suara.com/Erick Tanjung]

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pers, Nawawi Bahruddin, mengatakan selama ini Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia maupun Lembaga Bantuan Hukum pernah membela Abu Bakar Ba’asyir atas dasar kebebasan berfikir dan berpendapat, juga pernah membela dan memberikan bantuan hukum pada terdakwa kasus Tanjung Priok, Talangsari, Komando Jihad dan larangan berjilbab, ratusan bahkan ribuan kasus PHK, penggusuran rumah dinas TNI, penggusuran kampung masyarakat, mengkritisi Perpu Ormas yang saat ini notabene korbannya adalah ormas Islam, dan kasus-kasus bagi pencari keadilan yang miskin, tertindas dan buta hukum.

"Hal di atas membuktikan konsistensi YLBHI-LBH yang berdiri di semua golongan tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama terlebih ideologi dan membela atas dasar kemanusian," kata Nawawi di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Ia menambahkan selama ini YLBHI membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat daerah yang sedang memperjuangkan haknya di Jakarta untuk berteduh dan menginap seperti saat ini diinapi oleh para petani kendeng yang sedang mempertahankan haknya.

Namun peristiwa yang terjadi pada 16 dan 17 September 2017 adalah dua hari yang kelam bagi Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Pada tanggal 16 September 2017, pihak kepolisian membubarkan paksa diskusi ilmiah tentang pelurusan sejarah ’65 dan kemudian dihari berikutnya 17 September 2017 malamnya, YLBHI-LBH Jakarta menjadi mencekam karena digeruduk oleh sekelompok masa dengan provokasi-provokasi yang sebenarnya adalah murni ujaran kebencian. "Mereka menganggap YLBHI-LBH secara aktif memfasilitasi deklarasi PKI," jelasnya.

LBH Pers mengecam keras tindakan kepolisian yang secara sewenang-wenang telah membubarkan paksa dengan merangsek masuk ke dalam gedung YLBHI – LBH. Tindakan kepolisian dinilai merupakan salah satu bentuk pelanggaran atas hak konstitusi warga negara yang telah di jamin oleh konstitusi Indonesia. Selain itu juga bagi masyarakat yang tidak sepakat dengan diskusi tersebut harusnya membalas hal tersebut dengan mengadakan diskusi ilmiah tandingan, sehingga proses demokrasi semakin dewasa.

"Peritiwa penggerudukan YLBHI-LBH pada tanggal 17 September 2017 sejak sekitar pukul 21.00 sampai dengan dini hari. YLBHI-LBH telah mengeluarkan pernyataan yang menolak tegas bahwa tidak ada acara terkait dengan PKI. Sehingga informasi yang beredar di masyarakat tentang YLBHI-LBH memfasilitasi acara PKI itu adalah fitnah dan hoax," ujarnya.

LBH Pers meminta masyarakat untuk mewaspadai informasi-informasi fitnah dan hoax yang selama ini menyudutkan lembaga yang hampir 40 tahun membela orang kecil, tertindas dan buta hukum. "Kami menghimbau ketika masyarakat mendapatkan informasi, sebaiknya lebih dahulu di cek dan ricek kembali apakah informasi tersebut adalah benar atau hanya sekedar hoax. Sehingga masyarakat yang seharusnya bersatu melawan kemiskinan dan ketidakadilan kini diadu domba dengan para pengacara publik yang melawan kemiskinan dan ketidakadilan," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wantimpres Jokowi Minta TNI AD Setop Rencana Nobar Film G30S/PKI

Wantimpres Jokowi Minta TNI AD Setop Rencana Nobar Film G30S/PKI

News | Senin, 18 September 2017 | 15:09 WIB

Aksi Gerombolan Orang Kepung YLBHI Ciptakan Trauma

Aksi Gerombolan Orang Kepung YLBHI Ciptakan Trauma

News | Senin, 18 September 2017 | 14:47 WIB

Kesaksian di YLBHI, Lihat Massa Marah, Ada yang Takut dan Pingsan

Kesaksian di YLBHI, Lihat Massa Marah, Ada yang Takut dan Pingsan

News | Senin, 18 September 2017 | 14:33 WIB

Polisi Lacak Otak Pengepungan Kantor YLBHI

Polisi Lacak Otak Pengepungan Kantor YLBHI

News | Senin, 18 September 2017 | 14:30 WIB

Pernyataan Sikap terhadap Penyerangan Gedung LBH

Pernyataan Sikap terhadap Penyerangan Gedung LBH

Foto | Senin, 18 September 2017 | 14:13 WIB

Dipicu Hoax, YLBHI Dikepung Massa yang Terinspirasi Ucapan Jokowi

Dipicu Hoax, YLBHI Dikepung Massa yang Terinspirasi Ucapan Jokowi

News | Senin, 18 September 2017 | 14:11 WIB

Golkar Minta Isu Komunisme Jangan Jadi Alat Politik

Golkar Minta Isu Komunisme Jangan Jadi Alat Politik

News | Senin, 18 September 2017 | 13:31 WIB

Bentrok dengan Gerombolan Pengepung YLBHI, 5 Polisi Luka Serius

Bentrok dengan Gerombolan Pengepung YLBHI, 5 Polisi Luka Serius

News | Senin, 18 September 2017 | 13:16 WIB

Kapolda Metro: Massa Pengepung Kantor YLBHI Korban Hoaks

Kapolda Metro: Massa Pengepung Kantor YLBHI Korban Hoaks

News | Senin, 18 September 2017 | 12:52 WIB

Kasus YLBHI Dikepung, Apa Kata Anggota DPR

Kasus YLBHI Dikepung, Apa Kata Anggota DPR

News | Senin, 18 September 2017 | 12:16 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×