Kesaksian di YLBHI, Lihat Massa Marah, Ada yang Takut dan Pingsan

Siswanto, Welly Hidayat

Senin, 18 September 2017 | 14:33 WIB
Kesaksian di YLBHI, Lihat Massa Marah, Ada yang Takut dan Pingsan
Massa kepung YLBHI [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Peristiwa pengepungan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/9/2017), malam, hingga Senin (18/9/2017), dini hari, menjadi berita utama di berbagai media massa siang ini. Massa datang dengan amarah karena mereka telah termakan informasi hoax yang menyebutkan berlangsung diskusi tentang komunisme di YLBHI.

Ketua YLBHI Bidang Advokasi M. Isnur merupakan salah satu aktivis yang menjadi saksi peristiwa menegangkan semalam. Dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor Komnas Perempuan di Jalan Latuharhary, nomor 48, Jakarta Pusat, Isnur menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

Awalnya, di gedung YLBHI diselenggarakan acara seni bertema Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi. Musisi yang datang, di antaranya Melanie Subono.

Acara tersebut, kata Isnur, sudah sepengetahuan kepolisian.

"Polisi sejak awal sampai akhir ada di dalam meliput memantau, mengawasi. Dan juga megang bahan -bahan semua acara. Intinya mereka tidak masalah dengan acara itu karena konsepnya diskusi seminar dan lain - lain," kata Isnur.

Sejak dibuka hingga selesai sekitar jam 21.30 WIB, acara berlangsung lancar. Ketegangan mulai terjadi ketika orang-orang mulai pulang.

"Sampai selesai semua masih aman. Jadi kalaupun ada berapa yang datang, tidak ada masalah apa - apa. Kemudian juga ada sebagian sudah mulai pulang. Jadi sudah selesai acaranya," kata Isnur.

Isnur mengungkapkan sebenarnya panitia sudah mulai khawatir sejak Jumat (15/9/2017). Pasal, beredar hoax tentang isi acara dan ada ajakan menyerbu YLBHI.

"Kami sempat khawatir karena sejak Jumat sudah viral di media sosial propaganda hoax, instruksi - instruksi dikerahkan untuk menyerbu LBH dengan tuduhan LBH mengadakan acara berbau komunis atau PKI," kata Isnur.

Sampai akhirnya gerombolan massa itu tiba sekitar jam 22.00 WIB. Mereka berteriak-teriak "ganyang PKI" di depan gerbang YLBHI. Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, pintu gerbang ditutup rapat dan tak seorang pun diperkenankan masuk.

Bahkan, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Ario Seto hanya berdiri di depan gerbang, di antara massa, tak bisa masuk. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz yang datang kemudian juga tidak bisa masuk ke area YLBHI ketika itu.

"Kepolisian juga yang menjelaskan pada massa pak kapolres dan kapolda meyakinkan bahwa kepolisian selama dua hari mengikuti full acaranya dan tidak ada sama sekali berhubungan dengan komunis dan PKI," ujar Isnur.

Isnur mengungkapkan massa susah diberi penjelasan oleh Kapolda karena mereka sudah termakan isu.

"Tapi massa yang datang semua di kepalanya di hatinya sudah tertanam bawah ini adalah (acara) PKI ini adalah komunis dan menurut semuanya lambang PKI. Itu yang terdengar oleh kami bahasa - bahasa yang kasar dan menakutkan oleh para massa (saat menggeruduk)," ujar Isnur.

Setelah Kapolda berkali-kali mengimbau agar massa membubarkan diri, mereka mulai meninggalkan Jalan Mendut dan bergeser ke Jalan Diponegoro.

Tetapi, suasana masih panas. Teriakan-teriakan kemarahan masih terdengar.

Dini hari, sebagian massa mulai melemparkan batu dan botol ke arah YLBHI dan polisi.

"Itu ketegangan terjadi kepolisian memenangkan pun dilempari batu. Jadi Masa datang kami melihatnya sudah sangat tendensius dan ingin merusak yang ada di dekat mereka," ujar Isnur.

Massa tetap tidak membubarkan diri dan masih berusaha masukke YLBHI.

"Berapa kali massa berupaya menerobos pagar. Melewati polisi dan pagar di samping yang bagian Jalan Diponegoro. Itu sempat juga rusak dan batu-batu berapa kali dilemparkan ke dalam LBH ke kaca - kaca," kata Isnur.

"Di dalam bahwa teman - teman juga takut dan banyak yang sepuh banyak yang sudah lanjut usia tertekan ada berapa yang pingsan," kata Isnur.

Polisi pun mengambil tindakan tegas. Polisi menembakkan gas air mata dan menyemburkan air dari water cannon. Massa kocar-kacir, sebagian lari ke arah Metropole dan Stasiun Cikini.

Polisi terus menerus memukul mundur massa sampai jam 03.00 WIB.

Setelah situasi aman, aktivis mulai dievakuasi dari YLBHI.

"Sudah benar - benar steril di depan gedung LBH, polisi mulai mengevakuasi sebagian dibawa ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan," ujar Isnur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:50 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Belajar dari Sejarah: Membedah Canggihnya Pengorganisasian Akar Rumput PKI

Belajar dari Sejarah: Membedah Canggihnya Pengorganisasian Akar Rumput PKI

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Nonton Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI Karya Arifin C Noer Malam Ini di Trans TV

Nonton Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI Karya Arifin C Noer Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 15:23 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Korps Kadet Dinilai Jadi Salin Rupa Menwa Era Orba, Berpotensi Lahirkan Siswa Arogan

Korps Kadet Dinilai Jadi Salin Rupa Menwa Era Orba, Berpotensi Lahirkan Siswa Arogan

News | Selasa, 29 September 2026 | 20:51 WIB

Terkini

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:53 WIB

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:50 WIB

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:42 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 20:37 WIB

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:34 WIB

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:30 WIB

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:26 WIB

Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix

Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:25 WIB

Mutasi 264 Perwira Polri, Kombes Heru Agung Gantikan Sonny Sebagai Kapolrestabes Palembang

Mutasi 264 Perwira Polri, Kombes Heru Agung Gantikan Sonny Sebagai Kapolrestabes Palembang

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 20:22 WIB

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 20:15 WIB

×