Agus Yudhoyono: Sejarah 1965 Jangan Dianggap Tidak Ada

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 20 September 2017 | 17:44 WIB
Agus Yudhoyono: Sejarah 1965 Jangan Dianggap Tidak Ada
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika tampil berbicara dalam acara debat kedua Pilkada DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jumat (27/1/2017) malam. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono ikut menanggapi terkait pemutaran film dokumenter G30 S/PKI yang menjadi polemik.

Agus menuturkan sejarah tentang Gerakan 30 September 1965 adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang relevan untuk disampaikan kepada masyarakat seperti halnya Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober.

"Tentu mengapa itu tetap relevan karena itu adalah sejarah bangsa kita. Mengapa sampai dengan hari ini ada Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Betul kan? Jangan-jangan anak-anak kita tidak ingat lagi kalau itu adalah Hari Kesaktian Pancasila," ujar Agus di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, sejarah tetap sejarah yang harus diingat, baik sejarah yang baik maupun sejarah yang kelam. Maka dari itu, Putera mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut penggalan sejarah di Tahun 1965 harus terus diingat.

"Saya menganggap pengggalan sejarah di tahun 65 itu adalah penggalan gelap dari sejarah bangsa Indonesia, tetapi tidak boleh kemudian kita anggap itu tidak ada. Justru itu adalah sebagai pengingat jangan sampai terjadi di kemudian hari menimpa kita, generasi anak kita, cucu kita dan sebagainya. Karena terlalu mahal biayanya," tutur dia.

Karenanya kata Agus Pancasila merupakan ideologi yang tepat untuk bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan bangsa.

"Mengapa kita ingin terus meyakinkan bahwa Pancasila adalah ideologi yang paling tepat untuk bangsa kita yang begitu majemuk, yang begitu unik karena kita yakini itu yang akan mempersatukan bangsa kita," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menuturkan hingga kini Indonesia tidak bisa menerima kehadiran komunis. Namun memang perlu ada pencerahan-pencerahan terus menerus yang berdasarkan fakta yang benar dan sejarah yang tidak dimodifikasi atau tidak diplesetkan.

baca juga

"Di negara-negara lain pun, saya berpendidikan di lembaga pendidikan di AS, mereka pun di tengah-tengah kemajuan informasi di sekolah-sekolah dasar sampai dengan pendidikan militernya terus mempelajari sejarah. Apa yang terjadi di masa lalu mengapa perang saudara terjadi, civil war terjadi yang telah menghabiskan atau mengakibatkan banyak sekali korban jiwa. Tidak dihilangkan dalam catatan sejarah mereka karena jangan sampai terjadi lagi," kata dia.

Menurut Agus, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia yakni di tahun 1965 bukan diungkit siapa yang benar, siapa yang salah atau siapa yang bertanggung jawab, namun harus melihat kedepan.

"Ketika itu situasinya, sejarahnya demikian sehingga kita harus melihat ke depan. Kita bangun semangat, demi persatuan bangsa kita, anak cucu kita, kita rekonsiliasi sebagai bangsa dan terus move on sebagai bangsa. Karena kita ingin terus mendapatkan keadilan dan kemajuan untuk masa depan kita. Kita harus hindarkan diri kita, dari upaya-upaya untuk terus kembali melihat ke belakang sehingga tidak produktif. padahal, sudah kita lalui berapa dekade," ucap Agus

Maka dari itu, mantan pasangan Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta 2017 itu menegaskan, bukan persoalan pantas atau tidaknya menanyakangkan film G30 S/PKI, namun bagaimana mindset bangsa Indonesia dalam menyikapi sejarah yang dialami Bangsa Indonesia.

"Masa lalu adalah masa lalu. Jangan dihilangkan dari sejarah tapi bangsa yang besar adalah bangsa yang menatap masa depannya dengan lebih baik dan terus berprasangka baik terhadap masa depan bangsanya sendiri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Zulkifili Hasan Serahkan Polemik Film G30S PKI ke Sejarawan

Zulkifili Hasan Serahkan Polemik Film G30S PKI ke Sejarawan

News | Rabu, 20 September 2017 | 13:11 WIB

Selain G30S/PKI, Ini Film Propaganda Orba dan Soeharto

Selain G30S/PKI, Ini Film Propaganda Orba dan Soeharto

News | Rabu, 20 September 2017 | 07:22 WIB

Christine Hakim Setuju Film "G30S/PKI" Diproduksi Ulang

Christine Hakim Setuju Film "G30S/PKI" Diproduksi Ulang

Entertainment | Selasa, 19 September 2017 | 21:27 WIB

Ngomong Film G30SPKI Ala Jokowi, Panglima TNI, dan Fahri Hamzah

Ngomong Film G30SPKI Ala Jokowi, Panglima TNI, dan Fahri Hamzah

Video | Selasa, 19 September 2017 | 21:04 WIB

Menkumham: Isu PKI Jangan Jadi Permainan Politik

Menkumham: Isu PKI Jangan Jadi Permainan Politik

News | Selasa, 19 September 2017 | 16:47 WIB

Datangi Bareskrim Polri, Kivlan Zein Laporkan Pengurus YLBHI

Datangi Bareskrim Polri, Kivlan Zein Laporkan Pengurus YLBHI

News | Selasa, 19 September 2017 | 16:35 WIB

PPP: Tidak Perlu Ada Sinisme Pemutaran Film G30S PKI

PPP: Tidak Perlu Ada Sinisme Pemutaran Film G30S PKI

News | Selasa, 19 September 2017 | 15:41 WIB

Sejarawan LIPI Desak Kurikulum Sejarah G30S Direvisi

Sejarawan LIPI Desak Kurikulum Sejarah G30S Direvisi

News | Selasa, 19 September 2017 | 15:20 WIB

Fahri Hamzah Usul Bikin Film Kepahlawanan DN Aidit

Fahri Hamzah Usul Bikin Film Kepahlawanan DN Aidit

News | Selasa, 19 September 2017 | 15:10 WIB

PAN Bakal Gelar Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

PAN Bakal Gelar Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

News | Selasa, 19 September 2017 | 14:12 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×