Menlu Retno: Saya Diplomasi Maraton dengan Myanmar untuk Rohingya

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 22 September 2017 | 08:15 WIB
Menlu Retno: Saya Diplomasi Maraton dengan Myanmar untuk Rohingya
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8).

Suara.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjadi salah satu panelis pada Simposium Tahunan Trygve Lie membahas kebebasan beragama yang digelar oleh International Peace Institute (IPI) di sela Sidang Majelis Umum ke-72 PBB di New York, Kamis (21/9/2017). Dalam pertemuan itu, Retno membanggakan toleransi di Indonesia.

Simposium Tahunan Trygve Lie tentang Kebebasan Fundamental tersebut digelar di UN Plaza dan merupakan hasil kerja sama antara IPI dan Kementerian Luar Negeri Norwegia yang dimulai pada 2008 lalu.

Menlu Retno memaparkan kepada para peserta simposium, yang berasal dari berbagai komunitas internasional, bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, mencapai 85 persen dari total jumlah penduduk yang sebesar 260 juta. Indonesia juga menjadi rumah bagi umat beragama seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu serta penganut kepercayaan.

"Toleransi lah yang membuat Indonesia bersatu sebagai suatu negara. Oleh karena itu usaha-usaha kita untuk melindungi hak-hak kebebasan beragama dan perdamaian harus berjalan bersama dengan kerja kita dalam memelihara toleransi," kata Menlu Retnodi New York.

Menlu mendorong semangat toleransi dan juga kebebasan beragama dan berkepercayaan adalah satu cara effektif untuk melawan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama.

"Ektrimes religius telah dengan tidak benar menggunakan agama untuk membenarkan kebijakan yang tidak berperikemanusiaan mereka," kata menlu.

Salah satu isu yang mengemuka di dalam simposium tersebut adalah soal krisis di Rakhine, Myanmar. Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende, yang juga menjadi pembicara, menggarisbawahi bahwa walaupu etnis Rohingya bukanlah etnis mayoritas di Myanmar, tetapi mereka juga adalah etnis yang penting bagi masyarakat dunia.

PBB menyebut etnis Muslim Rohingya sebagai salah satu kelompok etnis minoritas paling teraniaya di dunia. Hak asasi manusia adalah universal dan tidak mungkin memisahkan hak-hak mereka untuk kebebasan beragama atau berkepercayaan dari hak-hak sipil paling dasar dan hak-hak politik seperti hak untuk hidup, hak untuk privasi, dan kebebasan untuk berkumpul dan berekspresi, kata Brende.

"Kebencian kolektif yang bersifat religius bukan lah suatu fenomena alami, tetapi itu disebabkan oleh tindakan manusia. Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi dan adalah kewajiban moral kita untuk bekerja mencari solusi," kata Brende.

Dalam simposium tersebut Presiden IPI Terje Rod-Larsen meminta Menlu Retno Marsudi untuk menceritakan perjalanan diplomasinya ke Myanmar dan Bangladesh terkait krisis kemanusiaan di Rakhine.

"Saya menyebutnya maraton diplomasi," kata Retno.

Dimulai pada 3-5 September, Menlu Retno terbang ke Myanmar untuk bertemu panglima militer, penasehat negara dan sejumlah menteri Myanmar, serta perwakilan PBB dan duta besar di Yangoon dan Naypyidaw. Dalam pertemuan dengan Aung San Suu Kyi, Retno menyampaikan Formula 4+1 untuk Rakhine State.

Empat elemen ini terdiri dari: (i) mengembalikan stabilitas dan keamanan; (ii) menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; (iii) perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama; dan (iv) pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

"Empat elemen pertama dari formula tersebut adalah tanggung jawab bagi pemerintah Myanmar," kata menlu.

Sedangkan, satu elemen lainnya adalah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK Nilai Tak Tepat Kerahkan Pasukan PBB ke Myanmar

JK Nilai Tak Tepat Kerahkan Pasukan PBB ke Myanmar

News | Jum'at, 22 September 2017 | 07:07 WIB

Bantuan Indonesia untuk Warga Rohingya Tiba di Myanmar

Bantuan Indonesia untuk Warga Rohingya Tiba di Myanmar

News | Jum'at, 22 September 2017 | 00:29 WIB

Indonesia Kakak Tertua di Asean Harus Terdepan Bantu Rohingya

Indonesia Kakak Tertua di Asean Harus Terdepan Bantu Rohingya

News | Kamis, 21 September 2017 | 14:32 WIB

Agus Yudhoyono Punya Saran Buat Pemerintah Soal Rohingya

Agus Yudhoyono Punya Saran Buat Pemerintah Soal Rohingya

News | Rabu, 20 September 2017 | 19:58 WIB

Aung San Suu Kyi: Jangan Pecah Myanmar Pakai Isu Agama dan Etnis

Aung San Suu Kyi: Jangan Pecah Myanmar Pakai Isu Agama dan Etnis

News | Rabu, 20 September 2017 | 07:38 WIB

Berada di Pengungsian, Warga Rohingya Mulai Diserang "Pneumonia"

Berada di Pengungsian, Warga Rohingya Mulai Diserang "Pneumonia"

News | Selasa, 19 September 2017 | 23:48 WIB

Polemik Ucapan Prabowo Soal Bantuan Rohingya, Anak Buah Membela

Polemik Ucapan Prabowo Soal Bantuan Rohingya, Anak Buah Membela

News | Selasa, 19 September 2017 | 18:44 WIB

Mahasiswa UBK Galang Dana di Jalan Raya untuk Pengungsi Rohingya

Mahasiswa UBK Galang Dana di Jalan Raya untuk Pengungsi Rohingya

News | Selasa, 19 September 2017 | 16:27 WIB

Sindir Bantuan Rohingya, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi

Sindir Bantuan Rohingya, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi

News | Selasa, 19 September 2017 | 16:25 WIB

Terkini

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:38 WIB

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:36 WIB

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB