Gunung Agung Awas, Warga Enggan Mengungsi, Mengapa?

Chaerunnisa | Suara.com

Selasa, 26 September 2017 | 06:12 WIB
Gunung Agung Awas, Warga Enggan Mengungsi, Mengapa?
Gunung Agung. (Antara)

Suara.com - Sejumlah warga Desa Tianyar, lereng Gunung Agung, yang masuk daerah rawan bencana enggan mengungsi dengan alasan ternak piaraannya berupa sapi dan babi tidak ada yang merawat dan mengawasinya.

Oleh sebab itu, mereka tetap bertahan meskipun sebagian besar warga desa di lereng gunung itu telah berbondong-bondong mengungsi sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status Gunung Agung (3.143 meter) di Kabupaten Karangasem, Bali, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV atau Awas sejak Jumat (22/9) malam, tutur warga setempat Jero Mangku Puseh.

Ia bersama puluhan warga lainnya memilih tetap bertahan. Alasannya takut sapi ternak piaraannya yang menjadi sumber kehidupan keluarga dicuri orang.

Demikian pula, beberapa warga lainnya di Desa Tianyar, yang masuk dalam radius 12 km dari Gunung Agung atau dalam kawasan rawan bencana (KRB) memilih tetap bertahan di rumahnya walaupun sudah mendapat perintah untuk mengungsi pascapeningkatan aktivitas Gunung Agung.

Jero Mangku Puseh, pemimpin ritual agama Hindu di desa tersebut, mengaku sebagian besar warganya sudah mengungsi ke tempat aman ke posko pengungsian Desa Les dan tempat penampungan lainnya di Kabupaten Buleleng.

Begitu pula, aktivitas galian C di Desa Tianyar yang berlokasi di sebelah utara Gunung Agung hingga Minggu (24/9) masih berjalan seperti biasa. Sejumlah kendaraan berat berisi pasir melintas di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Buleleng.

Pengungsi terus mengalir hingga kini mencapai 2.745 kepala keluarga (KK) atau 15.124 jiwa trsebar pada 126 titik tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Pulau Dewata, seperti yang diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena Pemkab Karangasem memperkirakan warga yang bermukim di lereng Gunung Agung dalam radius 6 kilometer sebanyak 15.000 jiwa dan radius 12 kilometer sekitar 100.000 orang.

Komandan Kodim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafierial Agustus bersama tim gabungan lainnya telah meningkatkan penyisiran di daerah rawan bencana untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di beberapa desa sekitar Gunung Agung.

Dalam Rapat Koordinasi Darurat Gunung Agung, dia meminta warga lereng Gunung Agung dalam radius 12 kilometer untuk mematuhi instruksi petugas sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk, misalnya terjadi erupsi Gunung Agung.

Fierman yang juga Komandan Satuan Tugas Siaga Darurat Gunung Agung itu mengklaim evakuasi hampir 100 persen dilakukan di kawasan rawan bencana (KRB) III yang merupakan zona merah dan KRB II yang merupakan zona merah muda.

Namun, tidak jarang beberapa warga, terutama yang memiliki ternak, kembali ke desa untuk memberi makan ternak yang tidak ikut diungsikan. Dia berkali-kali telah mengimbau warga untuk turun dari lereng gunung karena berbahaya mencermati status awas Gunung Agung sejak Jumat (20/9).

Jual Ternak Sementara itu, Wayan Pasek (45), warga Banjar Temukus, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem yang juga masuk dalam radius rawan bencana memilih menjual ternak sapinya secara murah seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

Bahkan, ternak sapi piaraanya itu dijual pada hari Rabu (20/9), 2 hari sebelum Gunung Agung ditingkatkan statusnya menjadi Awas atau Level IV.

Sapi piaraannya dijual di Pasar Beringkit, Kabupaten Badung, laku seharga Rp9 juta per ekor, padahal biasanya bisa mencapai Rp12 juta. Hal itu terjadi karena membeludaknya jumlah sapi kiriman ke Pasar Beringkit sehingga harganya murah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

Foto | Senin, 25 September 2017 | 19:30 WIB

BNPB Beri Keterangan Status Gunung Agung

BNPB Beri Keterangan Status Gunung Agung

Foto | Senin, 25 September 2017 | 17:20 WIB

Gunung Agung Awas, Bandara Ngurah Rai Antisipasi Kondisi Terburuk

Gunung Agung Awas, Bandara Ngurah Rai Antisipasi Kondisi Terburuk

News | Senin, 25 September 2017 | 10:45 WIB

Indra Lesmana Bantu Pengungsi Gunung Agung

Indra Lesmana Bantu Pengungsi Gunung Agung

Entertainment | Senin, 25 September 2017 | 09:29 WIB

Ratusan Anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Bersekolah

Ratusan Anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Bersekolah

News | Senin, 25 September 2017 | 08:26 WIB

Kawah Gunung Agung Keluarkan Uap Air

Kawah Gunung Agung Keluarkan Uap Air

News | Senin, 25 September 2017 | 07:24 WIB

Antisipasi Gunung Agung, Karang Taruna Se-Bali Bantu Pengungsi

Antisipasi Gunung Agung, Karang Taruna Se-Bali Bantu Pengungsi

News | Senin, 25 September 2017 | 06:42 WIB

Terkini

Viral  Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:44 WIB

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:33 WIB

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:28 WIB

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:23 WIB

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:09 WIB

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB