GMPG Desak Golkar Pecat Setya Novanto

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Sabtu, 30 September 2017 | 18:38 WIB
GMPG Desak Golkar Pecat Setya Novanto
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

Suara.com - Gerakan Pemuda Partai Golkar mendesak Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar segera memecat Setya Novanto dari kursi kepemimpinan Golkar. Novanto dinilai sudah tidak pantas lagi memimpin Partai berlambang Beringin tersebut.

"Kita tidak berpikir lagi mundur atau majunya Novanto, tetapi kami meminta kepada DPP Partai Golkar untuk menetapkan jadwal pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa untuk melakukan proses penggantian Setya Novanto," kata Anggota GMPG Sirajuddin Abdul Wahab di D'Hotel, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).

Menurut Sirajuddin, keberadaan Novanto di kursi kepemimpinan Partai Golkar tidak memberikan dampak positif. Itu terbukti dengan merosotnya elektabilitas Golkar berdasarkan hasil survei dari 3 lembaga survei.

"Untuk itu kami dari GMPG tetap menyampaikan kepada DPP Partai bahwa mengganti saudara Setya Novanto itu bukan lagi menjadi sebuah wacana, sebagaimana yang disampaikan ketua dewan pembina yang katanya pada hari ini akan mengantarkan surat, meminta kepada saudara Setya Novanto untuk mundur," katanya.

Faktor lain yang mendukung bahwa Setya Novanto tidak layak lagi memimpin Golkar dan menjadi Ketua DPR adalah sakit yang dideritanyasangat parah. Setidaknya ada delapan penyakit yang secara bersamaan menyerang Novanto saat ini.

"Saya dengar informasi dari teman Gerakan 98, penyakit Novanto itu ada delapan. Penyakit itu sangat parah, dan tidak mungkin lagi dia bisa bekerja dan memikirkan hal-hal lainnya. Ada dua saja yang bisa dilakukan oleh seperti itu saat ini adalah banyak-banyak minum obat dan banyak-banyak berdoa. Dia sudah termasuk dalam kategori berhalangan tetap," kata Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia.

Sementara itu rekan Doli, Mirwan Bz Vauly dan Alamanzo Bonara mengatakan kemenangan Novanto dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak memberikan dampak positif bagi Partai Golkar. Sebaliknya, partai Golkar malah dicap sebagai partai terkorup.

"Kemenangan di Praperadilan tidak ada pengaruh positifnya buat Partai Golkar. Masyarakat malah menilai Partai Golkar partai terkorup. Makanya kita minta DPP segera memecat Novanto," kata keduanya.

Sementara dalam rangka konsolidasi partai dalam menghadapi pilkada 2018, GMPG mendapatkan informasi bahwa ada permintaan uang dari partai.

baca juga

"Itu mengindikasikan bobroknya kepemimpinan Novanto dalam mengelola partai. Untuk itu, langkah yang dilakukan oleh ketua dewan pembina maupun elit-elit partai adalah keberanian untuk memecat saudara Novanto dan segera tetapkan jadwal Munaslub sehingga proses pergantian itu berjalan dengan cepat, sehinga agenda-agenda verifikasi partai yang harus berjalan satu bulan ke depan, begitu pun dalam menghadapi Pilkada 2018, Partai Golkar sudah siap menghadapi agenda-agenda politik pilkada 2018, Pileg dan Pilpres yang bersamaan Tahun 2019," kata Mirwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemuda Golkar Sebut Cepi Iskandar Sengaja 'Bebaskan' Novanto

Pemuda Golkar Sebut Cepi Iskandar Sengaja 'Bebaskan' Novanto

News | Sabtu, 30 September 2017 | 18:20 WIB

GMPG Ungkap Novanto Bertemu Ketua MA Sebelum Menang Praperadilan

GMPG Ungkap Novanto Bertemu Ketua MA Sebelum Menang Praperadilan

News | Sabtu, 30 September 2017 | 18:10 WIB

Novanto 'Bebas', Koalisi AntiKorupsi Akan Buat Lingkaran Hitam

Novanto 'Bebas', Koalisi AntiKorupsi Akan Buat Lingkaran Hitam

News | Sabtu, 30 September 2017 | 15:45 WIB

PDIP Hormati Putusan Hakim Menangkan Setya Novanto

PDIP Hormati Putusan Hakim Menangkan Setya Novanto

News | Sabtu, 30 September 2017 | 13:06 WIB

Kalah dari Novanto, PIA Minta KPK Tak Mundur Sejengkal Pun

Kalah dari Novanto, PIA Minta KPK Tak Mundur Sejengkal Pun

News | Sabtu, 30 September 2017 | 07:39 WIB

Penahanan 4 Tersangka Suap PDAM Banjarmasin Diperpanjang KPK

Penahanan 4 Tersangka Suap PDAM Banjarmasin Diperpanjang KPK

News | Sabtu, 30 September 2017 | 06:23 WIB

Lagi, KPK Perpanjang Penahanan Nur Alam

Lagi, KPK Perpanjang Penahanan Nur Alam

News | Sabtu, 30 September 2017 | 05:14 WIB

Analis Sebut Putusan Praperadilan Novanto Sudah Keterka

Analis Sebut Putusan Praperadilan Novanto Sudah Keterka

News | Sabtu, 30 September 2017 | 04:34 WIB

Setya Novanto "Bebas", KPK Komit Tetap Tangani e-KTP

Setya Novanto "Bebas", KPK Komit Tetap Tangani e-KTP

News | Sabtu, 30 September 2017 | 01:34 WIB

Novanto Lepas dari Jeratan, Ratu Minta KPK Lain Kali Lebih Jeli

Novanto Lepas dari Jeratan, Ratu Minta KPK Lain Kali Lebih Jeli

News | Jum'at, 29 September 2017 | 21:30 WIB

Terkini

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB