Cara Perguruan Tinggi se-Indonesia Melawan Radikalisme

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:18 WIB
Cara Perguruan Tinggi se-Indonesia Melawan Radikalisme
Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia menggelar aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme serentak di seluruh Indonesia. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia menggelar aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme serentak di seluruh Indonesia. Gelaran ini untuk memperingati Hari Sumpah pada 28 Oktober 2017.

Acara tersebut merupakan hasil perundingan pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia pada 25-26 September 2017 di Bali. Acara ini diikuti 3.000 pimpinan perguruan tinggi.

Anggota Steering Comitte Pertemuan Pimpiman Perguruan Tinggi se-Indonesia Muhammad Shirozi mengatakan pertemuan itu untuk mempertegas sikap perguruan tinggi se Indonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus. Selain itu untuk melawan radikalisme dan intoleransi serta menjadi benteng bagi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita ingin nempertegas sikap perguruan tinggi. Melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda ini menjadikan semangat ini untuk bahu membahu untuk memperkuat persatuan bangsa dalam menangkal segala bentuk radikalisme," ujar Shiroji dalam jumpa pers di Hotel Alia Cikini, Menteng, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Rektor UIN Raden Fatah Palembang itu menjelaskan acara tersebut diisi dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan dari tokoh-tokoh nasional serta pembacaan deklarasi perguruan tinggi melawan radikalisme.

Adapun acara tersebut akan dilakukan serentak di 350 kabupaten/kota pada 34 provinsi, dengan melibatkan 4,5 juta peserta dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen dan staf perguruan tinggi.

"Acara ini diharapkan dilakukan di salah satu kampus di perguruan tinggi. Acara ini akan diperkuat dengan acara tambahan dengan seni budaya yang mencerminkan semangat kesatuan dan persatuan. Kita harap acara bisa diadakan di luar ruangan," kata dia.

Ia menegaskan acara tersebut menjadi momentum untuk untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda agar dapat kembali diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara serta modal bersama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, makmur dan sejahtera khususnya kepada mahasiswa. Serta tidak memiliki kaitan dengan keagaman

"Hakikatnya ini juga peringatan sumpah pemuda, tidak ada hubungannya dengan larangan beragama. Radikalisme sebenarnya sederhana saja kecenderungan dengan cara kekerasan untuk mencapai tujuan," ucap Shiroji.

Pihaknya berharap acara tersebut dihadiri menteri, Pimpinan Polri dan Pimpiman TNI dan tokoh nasional lainnya.

"Kita yakin sikap seseorang apakah ingin bertidak radikal atau tidak tergantung wawasan. Melalui kegiatan ini kita ingin menggunakan sumber daya yang ada melalui kegiatan pelatihan-pelatihan untuk memberikan pemahaman yang positif," tandasnya.

Adapun kegiatan di Jakarta akan dipusatkan di Lapangan Monas atau Lapangan Banteng. Sementara untuk di daerah lainnya dilakukan dengan pilihan tempat yang disesuaikan dengan kondisi objek dan subjektif masing-masing wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekerja Perlu Ikut Sertifikasi Profesi untuk Bersaing di MEA

Pekerja Perlu Ikut Sertifikasi Profesi untuk Bersaing di MEA

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:27 WIB

Cegah Alumni Menganggur, PT harus Relevan dengan Dunia Kerja

Cegah Alumni Menganggur, PT harus Relevan dengan Dunia Kerja

News | Jum'at, 29 September 2017 | 09:00 WIB

JK Cerita Konflik SARA Poso dan Ambon di New York

JK Cerita Konflik SARA Poso dan Ambon di New York

News | Sabtu, 23 September 2017 | 06:26 WIB

80 Peneliti dari 13 Negara Bahas Bahaya Radikalisme Agama

80 Peneliti dari 13 Negara Bahas Bahaya Radikalisme Agama

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 19:25 WIB

Imparsial: Perppu Ormas Ancaman Serius Demokrasi dan HAM

Imparsial: Perppu Ormas Ancaman Serius Demokrasi dan HAM

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 16:58 WIB

GP Ansor: Ormas Radikal Sudah Jadi Ancaman

GP Ansor: Ormas Radikal Sudah Jadi Ancaman

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 21:53 WIB

Forum KUI Ingin Program Internasional Sesuai Perkembangan Zaman

Forum KUI Ingin Program Internasional Sesuai Perkembangan Zaman

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 21:42 WIB

Perguruan Tinggi Membutuhkan Program Internasional

Perguruan Tinggi Membutuhkan Program Internasional

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 21:37 WIB

Jokowi: Islam Radikal Bukan Islam Bangsa Indonesia

Jokowi: Islam Radikal Bukan Islam Bangsa Indonesia

News | Sabtu, 15 Juli 2017 | 02:07 WIB

Terkini

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB