El Nino Picu Meluasnya Kekeringan di NTT

Ririn Indriani

Senin, 09 Oktober 2017 | 03:13 WIB
El Nino Picu Meluasnya Kekeringan di NTT
Ilustrasi kekeringan.

Suara.com - Pengamat Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Ir Leta Rafael Levis, M Rur Mnt, mengatakan fenomena El Nino telah memicu kekeringan meluas di 14 dari 22 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

"Kalau pada September diprediksi hanya akan melanda sekitar 270 desa bisa mencapai 315 di 14 kabupaten dari total 3.248 desa di 22 kabupaten di NTT, maka saat ini Oktober bisa lebih meluas lagi akibat el nino," katanya.

Artinya, lanjut Leta, hanya ada 315 dari 3.248 desa/kelurahan yang tersebar di 303 kecamatan dalam 14 kabupaten provinsi ini yang telah dilanda kekeringan akibat el nino.

Ia mengatakan musim hujan pada muim tanam tahun ini sulit diprediksi karena selain hujan yang sifatnya sporadis, belakangan ini justru terjadi panas berkepanjangan di musim hujan karena berbagai macam faktor penyebab.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur melaporkan sebanyak 14 dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan dilanda kekeringan.

Daerah yang dilanda kekeringan yakni kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Lembata, Flores Timur, Sikka, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya (SBD), Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Sedangkan tiga kabupaten, pemerintah daerah setempat sudah melakukan antisipasi dengan anggaran di APBD masing-masing di tahun 2017, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Sumba Barat.

Dosen Pertanian Agribisnis pada Fakultas Pertanian Undana Kupang ini yakin pemerintah telah mengantisipasi kekeringan akibat El Nino terhadap ketersediaan pangan sebab bagaimanapun fenomena El Nino dinilai akan mengancam ketahanan pangan mengingat kejadian alam ini akan menggeser waktu tanam.

"Saya yakin bahwa pemerintah telah berhitung terhadap (antisipasi) dampak dari El Nino dan memahami kekhawatiran atas ketersedian pangan nasional menyusul laporan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim hujan tahun ini akan bergeser dari Oktober menjadi sekitar akhir November," katanya.

baca juga

Pergeseran musim hujan itu, menurut Leta, mau tak mau akan menggeser waktu tanam pada sejumlah komoditas seperti beras yang bulan ini tengah panen raya.

Untuk daerah sentra irigasi mungkin akan bisa memulai waktu tanam padi sekitar bulan Oktober ini setelah sebelumnya dilakukan perawatan pada waduk irigasi di daerah terkait, namun untuk daerah non irigasi diperkirakan waktu tanamnya akan bergeser menjadi Januari tahun depan.

"Kalau (pergeseran musim hujan) itu terjadi, berarti waktu tanam (padi) akan bergeser menjadi Januari. Kalau Januari (waktu tanamnya), panennya baru April. Artinya dari Desember ke Januari, Februari, Maret tahun depan itu tentunya satu kondisi yang sangat kita perhatikan dalam ketahanan pangan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurangi Dampak Kekeringan, PUPR Siapkan Sumur Bor di Daerah Rawan

Kurangi Dampak Kekeringan, PUPR Siapkan Sumur Bor di Daerah Rawan

News | Senin, 18 September 2017 | 16:06 WIB

Pemerintah Waspadai Dampak El Nino pada Ekonomi Indonesia

Pemerintah Waspadai Dampak El Nino pada Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 18:16 WIB

Air Menguap, Danau Terbesar Kedua di Bolivia Lenyap

Air Menguap, Danau Terbesar Kedua di Bolivia Lenyap

Tekno | Jum'at, 22 Januari 2016 | 21:14 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×