Naik Trail, Mensos Bawa Santunan untuk Korban di Pangandaran

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 11 Oktober 2017 | 10:11 WIB
Naik Trail, Mensos Bawa Santunan untuk Korban di Pangandaran
Mensos, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi lokasi tanah longsor di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/10/2017). (Sumber: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi lokasi tanah longsor di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/10/2017). Di tempat tersebut, Khofifah memberikan bantuan santunan kematian (BSK) kepada empat (4) ahli waris korban yang meninggal dunia, masing-masing atas nama Arshin (55), Yuyun (35), Aldi (5), Andika (10 bulan).

Keempat ahli waris tersebut masing-masing menerima santunan kematian sebesar Rp15 juta. Mereka merupakan satu keluarga, sehingga total santunan yang diberikan Rp60 juta.

Untuk sampai ke lokasi, Khofifah harus menumpang mobil double cabin sejauh 30 kilometer, sebelum kembali menumpang motor trail sejauh 2 km untuk mencapai titik lokasi bencana, karena jarak yang jauh, jalan terjal, sempit, licin, dan ada dua titik jalan terputus. Khofifah dibonceng oleh Kapolsek Sidamulih.

Dengan menumpang trail tersebut, Khofifah lebih leluasa menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya beberapa rumah yang rusak berat dan dapur umum lapangan (dumlap). Di dumlap, Khofifah melihat secara langsung aktivitas sejumlah anggota Tagana yang bertugas menyediakan makanan bagi pengungsi dan relawan.

Tak lupa, mensos juga memberi semangat dan mengucapkan terimakasih kepada anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan lainnya yang masih berjaga, mengingat hujan masih sering turun dan kondisi tanah yang masih bergerak.

Saat bertemu kerabat dan ahli waris korban, Khofifah menyampaikan rasa belasungkawa dan simpati yang mendalam atas kejadian tersebut. Khofifah pun memimpin doa untuk para korban meninggal bersama warga setempat.

"Semoga korban meninggal diberikan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan," ujarnya.

Sebelumnya, pada masa bencana, Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah memberikan sejumlah bantuan logistik bagi pengungsi senilai total Rp251,9 juta, yang terdiri dari paket lauk pauk, alat makan, alat masak, tenda gulung, tenda keluarga, selimut, matras, family kit, dan food ware. Khofifah mengatakan, Kemensos juga mengerahkan Tagana dan dumlap sesaat setelah mengetahui Pangandaran diterjang banjir dan longsor.

Ke depannya, lanjut dia, Kemensos akan menginisiasi terbentuknya kampung siaga bencana (KSB) di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Adhy Karyono, mengatakan, pembentukan KSB ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana

"Semoga tidak ada lagi bencana alam yang menambah beban masyarakat kita. Saya berharap masyarakat juga tetap waspada, bersiaga, dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa, mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan," imbuhnya.

Hentikan Kabar "Hoax"
Sementara itu, Khofifah menyatakan keprihatinannya terhadap ulah sejumlah pihak yang tega menyebarkan berita hoax tentang situasi bencana. Setelah sebelumnya beredar hoax Gunung Agung, kini muncul hoax perihal banjir Pangandaran.

Kabar bohong yang beredar melalui media sosial tersebut dianggapnya berlebihan, karena menyebut Pangandaran lumpuh total akibat banjir dan longsor.

"Banjir sudah surut. Area wisata Pangandaran tidak terkena dampak, karena lokasi longsor cukup jauh dan pengungsi, yang secara berangsur kembali ke rumah. Pangandaran aman dan kondusif bagi wisatawan," tuturnya.

Sebelumnya, banjir dan longsor melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10/2017). Akibatnya, ratusan rumah di sejumlah kecamatan rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.  Empat orang dinyatakan meninggal akibat kejadian ini. Bencana tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan, bersamaan dengan rob (air pasang), sehingga mengakibatkan sejumlah sungai dan anak sungai meluap.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kemensos dengan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Jangan Ada Penerima Bansos yang Terlewat

Mensos: Jangan Ada Penerima Bansos yang Terlewat

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 11:30 WIB

Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Pangandaran

Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Pangandaran

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 10:44 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB