Nusron Tak Ingin Golkar Dicap Sebagai Sarang Koruptor

Yazir Farouk, Dian Rosmala

Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:31 WIB
Nusron Tak Ingin Golkar Dicap Sebagai Sarang Koruptor
Nusron Wahid [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Koordinator Bidang Pemenangan Wilayah I DPP Partai Golkar Nusron Wahid meminta agar partai berlambang pohon beringin itu mengevaluasi terkait keberadaan di Panitia Khusus hak angket DPR untuk KPK.

Permintaan itu disampaikan Nusron dalam rapat pleno DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (11/10/2017).

"Tadi sudah saya sampaikan di dalam rapat secara resmi. Saya minta DPP Golkar mengevaluasi keberadaan partai di Pansus Angket KPK," kata Nusron di DPP Partai Golkar.

Menurut Nusron, posisi Partai Golkar di dalam Pansus lebih banyak ruginya ketimbang untung. Apalagi, keberadaan pansus di mata publik identik dengan upaya melemahkan KPK.

"Jadi kalau ada orang yang mengatakan keberadaan pansus KPK dalam rangka memperkuat boleh saja. Faktanya rakyat mengatakan di bawah, keberadaan pansus KPK merupakan antitesa dari pemberantasan korupsi dan menghalangi upaya penegakan hukum pemberantasan korupsi," ujar Nusron menuturkan.

Kepala BNP2TKI ini mengatakan akan memperjuangkan masukannya itu di dalam DPP Partai Golkar. Dia tidak ingin Partai Golkar mendapatkan stigma dari masyarakat sebagai partai sarang koruptor.

"Karena saya tidak mau rumah yang saya cintai, Partai Golkar ini terstigmatisasi sebagai rumahnya koruptor. Berat masa depan kita, pertanggungjawaban kita kepada partai, terutama generasi setelah kita dalam mengelola partai politik ini," kata Nusron .

"Kalo nggak percaya, hari ini buat survei lebih percaya mana omongannya Pansus Angket KPK dengan omongannya KPK. Saya yakin walaupun belum disurvei, rakyat akan lebih percaya apa yang disampaikan KPK," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Nusron mengatakan usulannya tersebut mendapatkan respon yang berbeda-beda dari para peserta rapat pleno. Ada yang mendukung, ada pula yang menentang secara keras.

baca juga

"Ada yang mendukung, mangguk-mangguk banyak. Ada yang menentang keras, pak Agun Gunanjar dan Misbakhun (Ketua dan Anggota Pansus)," kata Nusron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novanto Menghilang Usai Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar

Novanto Menghilang Usai Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:27 WIB

Astaga, Terpidana Korupsi Masuk di Kepengurusan Golkar Terbaru!

Astaga, Terpidana Korupsi Masuk di Kepengurusan Golkar Terbaru!

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:15 WIB

Gantikan Yorrys, Eko Widyatmoko Mengaku Tak Dikabari

Gantikan Yorrys, Eko Widyatmoko Mengaku Tak Dikabari

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 19:01 WIB

Setnov Pimpin Rapat Pleno Partai Golkar

Setnov Pimpin Rapat Pleno Partai Golkar

Foto | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:17 WIB

Rombak Pengurus, Golkar Berdalih Demi Target Politik

Rombak Pengurus, Golkar Berdalih Demi Target Politik

News | Senin, 09 Oktober 2017 | 18:08 WIB

7 Kader Terbelit Korupsi dalam Sebulan, Ini Kata Wasekjen Golkar

7 Kader Terbelit Korupsi dalam Sebulan, Ini Kata Wasekjen Golkar

News | Senin, 09 Oktober 2017 | 14:17 WIB

Terkini

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:01 WIB

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Video | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:59 WIB

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:58 WIB

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With

Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 17:54 WIB

Pramono Jawab Pesan Foke Soal Tata Ruang: Jakarta Pasti Berubah, Ukuran Kita Sekarang Kota Global

Pramono Jawab Pesan Foke Soal Tata Ruang: Jakarta Pasti Berubah, Ukuran Kita Sekarang Kota Global

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:52 WIB

×