Larangan Masuk AS Trump Kalah di Pengadilan

Dythia Novianty

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:09 WIB
Larangan Masuk AS Trump Kalah di Pengadilan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [AFP/Jewel Samad]

Suara.com - Tawaran terbaru Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan pembatasan perjalanan pada warga dari delapan negara yang memasuki AS, akhirnya kalah di pengadilan. Seorang hakim federal "menampar" perintah dengan penahanan sementara atas larangan terbuka sebelum hal itu bisa diberlakukan minggu ini.

Kebijakan tersebut menargetkan Iran, Libya, Suriah, Yaman, Somalia, Chad dan Korea Utara, serta beberapa pejabat Venezuela. Iterasi sebelumnya dari larangan tersebut menargetkan enam negara berpenduduk mayoritas Muslim, namun diperiksa oleh Mahkamah Agung.

Negara bagian Hawaii seperti di Honolulu memblokir larangan perjalanan ketiga Trump, yang mulai diberlakukan pada hari Rabu (18/10/2017) waktu setempat. Banyak yang berpendapat bahwa presiden tidak memiliki kekuatan di bawah undang-undang imigrasi federal untuk memberlakukan pembatasan tersebut.

Hakim Distrik AS Derrick Watson, yang memblokir larangan terbang terakhir Trump pada bulan Maret lalu, mengeluarkan perintah penahanan baru tersebut.

Hakim Watson menulis bahwa kebijakan baru "menderita penyakit yang sama persis dengan pendahulunya".

"Tidak memiliki cukup temuan bahwa masuknya lebih dari 150 juta warga negara dari enam negara tertentu akan merugikan kepentingan Amerika Serikat," ujarnya.

Hakim Watson menambahkan bahwa hal itu mengabaikan keputusan pengadilan banding federal sebelumnya yang menemukan larangan presiden sebelumnya melebihi wewenangnya.

Gedung Putih telah menyatakan larangan terakhir, yang diumumkan pada bulan September lalu, didasarkan pada tinjauan menyeluruh terhadap protokol keamanan dan pembagian informasi. Tapi Hawaii berargumentasi dalam dokumen pengadilan bahwa kebijakan yang direvisi tersebut memenuhi janji kampanye Trump untuk penghentian total dan menyeluruh umat Islam yang memasuki Amerika Serikat, terlepas dari penambahan Korea Utara dan Venezuela.

American Civil Liberties Union dan kelompok lainnya juga menantang pembatasan perjalanan baru di Maryland. Sementara itu, negara bagian Washington, Massachusetts, California, Oregon, New York dan Maryland juga berusaha untuk menghalangi larangan baru di Seattle.

baca juga

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perintah terakhir adalah upaya untuk menjaga agar orang Amerika tetap aman.

"Pembatasan ini sangat penting untuk memastikan bahwa negara-negara asing mematuhi standar keamanan minimum yang diperlukan untuk integritas sistem imigrasi dan keamanan Bangsa kita," tulisnya.

"Oleh karena itu kami yakin bahwa Peradilan pada akhirnya akan menegakkan tindakan Presiden yang sah dan perlu dan segera memulihkan perlindungan vitalnya demi keselamatan rakyat Amerika."

Larangan awal presiden pada bulan Maret lalu sangat kontroversial, karena mempengaruhi enam negara mayoritas Muslim, dan secara luas diberi label sebagai "larangan Muslim".
Hal itu tunduk pada berbagai tantangan hukum dan beberapa demonstrasi besar-besaran.

Larangan tersebut akan dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung AS pada tanggal 10 Oktober setelah dipulihkan pada bulan Juli. Namun bulan lalu, Mahkamah Agung menunda argumen lisan Oktober dan meminta semua pihak menantang Gedung Putih untuk mengirim kembali surat-surat ke pengadilan mengenai apakah kasus tersebut harus diberhentikan. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

News | Senin, 16 Oktober 2017 | 13:05 WIB

Ketika Istri dan Mantan Istri Trump 'Berebut' Gelar "First Lady"

Ketika Istri dan Mantan Istri Trump 'Berebut' Gelar "First Lady"

News | Minggu, 15 Oktober 2017 | 11:05 WIB

Ini Daftar Tambahan Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS

Ini Daftar Tambahan Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS

News | Selasa, 26 September 2017 | 11:32 WIB

Larangan Muslim ke AS Akan Berakhir

Larangan Muslim ke AS Akan Berakhir

News | Sabtu, 23 September 2017 | 00:18 WIB

100 Perusahaan Teknologi Bersatu Tantang Kebijakan Trump

100 Perusahaan Teknologi Bersatu Tantang Kebijakan Trump

Tekno | Senin, 06 Februari 2017 | 15:19 WIB

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

News | Jum'at, 23 Desember 2016 | 07:05 WIB

Terkini

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum

Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:51 WIB

Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!

Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat

Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat

Banten | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat

Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK

Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:38 WIB

×