Kaum Perempuan Jadi Aktor di Aksi Terorisme

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Oktober 2017 | 16:06 WIB
Kaum Perempuan Jadi Aktor di Aksi Terorisme
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakuakan Yayasan Prasasti Perdamaian menyebutkan ada tren keterlibatan perempuan dalam aksi teror di dunia. Tren ini juga terjadi di Indonesia.

Peran perempuan di aksi teror bukan lagi sekadar menjadi pendukung, tapi perempuan menjadi penentu. Teroris perempuan yang terakhir kali berniat melakukan aksi bom adalah Dian Yulia Novi (DYN). Dia ditangkap di kosan di Jalan Bintara Jaya VIII Kota Bekasi, dipersiapkan sebagai calon 'pengantin' pada Januari 2017 lalu.

Itu di Indonesia. Di Filipina, baru-baru ini seorang perempuan ditangkap karena tuduhan memasok orang asing untuk menjadi teroris di Marawi. Nama perempuan itu adalah Karen Aizha Hamidon. Hamidon merupakan istri Mohammad Jaafar Maguid, mantan pemimpin Ansar Khalifa Filipina yang tewas dalam operasi penangkapan teroris di Provinsi Sarangani, Filipina Selatan. Hamidon juga mantan istri pemimpin teror Singapura Muhammad Shamin Mohammed Sidek yang ditahan di negara asalnya karena diduga memiliki hubungan dengan Daesh.

Peneliti dari Prasasti Perdamaian Dete Aliyah bercerita dalam penelitiannya, pergerseran peran perempuan dalam aksi terorisme terjadi saat kelompok the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menguat. Dia menyebut perempuan menjadi agresif di banding kaum Adam.

"Dulu saat zaman Jemaah Islamiyah, perempuan sebagai supporting system. Tapi ketika ISIS muncul, peran perempuan semakin melebar," papar Dete di Konferensi Pengetahuan dari Perempuan III di Universitas Indonesia, Selasa (25/10/2017).

Dete dan tim peneliti Prasasti Perdamaian menemui perempuan-perempuan yang dituduh sebagai teroris. Selain itu mereka juga menemui para deportan ISIS dari Suriah. Dari 161 deportan itu, 46 orang di antaranya adalah perempuan. Sementara sebanyak 8 perempuan masih di tahan di Mako Brimob, Kepala Dua, Depok karena terjerat kasus teror.

Perempuan itu terliat aktif dalam kegiatan teror berdasar agama berawal lewat perkawinan, pertemanan, pengajian, persaudaraan dan perkencanan dengan anggota sel teroris tertentu. Bahkan media soal menjadi jalur yang ampuh untuk merekrut teroris perempuan.

Kebanyakan dari perempuan yang direkrut itu mempunyai berbagai motif sampai akhirnya bergabung dengan teroris. Mulai dari motif sosial, ekonomi dan politik. Salah satunya, mereka melihat ketidakadilan di negerinya.

"Bahkan mereka beranggapan Indonesia bukan negara yang aman untuk pertumbuhan anak-anak. Saat wawancara dilakukan, saat itu lagi banyak kasus fedofilia," papar Dete.

baca juga

Kebanyakan perempuan yang direkrut kebanyakan dari kalangan ibu rumah tangga, buruh migrant, perempuan korban keretakan rumah tangga, dan perempuan muda.

"Para single galau yang butuh kasih sayang menjadi target perekrutan juga," kata dia.

Tetap menjadi korban

Keterlibatan aktif kaum perempuan dalam kasus terorisme dimulai sebagai korban. Mereka adalah korban ideologi.

Banyak para perempuan yang tidak tahu bahwa, jika suaminya terlibat dalam gerakan radikal. Mereka baru tahu saat suaminya ditangkap. Suaminya tidak memberi tahu terlibat dalam serangan teror karena faktor keamanan.

"Ketika suaminya ditangkap, perempuan menggantikan peran itu, dalam hal ini mereka korban ideologi suami," katanya.

Ketika suaminya ditangkap dengan tuduhan perbuatan teror, perempuan menjadapatkan dampak nyata. Terutama menjadi korban stigmatisasi dari lingkungan tempat mereka tinggal.

"Perempuan kena imbas, ditolak dan diusir oleh masyarakat. Mereka harus berpindah tempat tinggal," paparnya.

Dalam riset itu, Dete mendapatkan sebuah informasi jika ada organisasi tertentu di internal kelompok teroris yang berperan merekrut perempuan dari berbagai negara untuk dijadikan istri para teroris yang masih bebas ataupun yang sudah dipenjara. Perempuan itu didoktrin dengan untuk membela 'perjuangan' kelompok teroris tertentu.

Perekrutan juga dilakukan lewat media sosial, contohnya yang dilakukan ISIS. "Mereka berkenalan dan indoktrinisasi melalui Facebook," jelas dia.

"Dalam kelompok ISIS ini ada perkawinan lintas negara, ini untuk memperluas kekuatan ISIS," kata dia.

Dalam penelitiannya itu, Dete memberikan solusi agar pengaruh teroris terhadap perempuan tidak mengugat di masa datang. Menurut dia perlu mengubah pola pikir dan mendekontruksi pemikiran mereka.

"Tapi ini sulit."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata, Jakarta Masuk Daftar 10 Kota Berbahaya bagi Perempuan!

Ternyata, Jakarta Masuk Daftar 10 Kota Berbahaya bagi Perempuan!

Video | Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:15 WIB

'Gudang' Senjata Teroris di Tangerang Digerebek TNI dan Polisi

'Gudang' Senjata Teroris di Tangerang Digerebek TNI dan Polisi

News | Rabu, 25 Oktober 2017 | 07:50 WIB

Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen

Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen

Health | Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Densus Tangkap 4 Terduga Teroris di Pekanbaru

Densus Tangkap 4 Terduga Teroris di Pekanbaru

News | Selasa, 24 Oktober 2017 | 13:50 WIB

Bikin Merinding, Perempuan Ini Berkeringat Darah

Bikin Merinding, Perempuan Ini Berkeringat Darah

Health | Selasa, 24 Oktober 2017 | 09:58 WIB

Beda dengan Lelaki, Perempuan Depresi Lebih Rentan Mati Muda

Beda dengan Lelaki, Perempuan Depresi Lebih Rentan Mati Muda

Health | Senin, 23 Oktober 2017 | 16:28 WIB

Mengapa Perempuan Dewasa Masih Berjerawat?

Mengapa Perempuan Dewasa Masih Berjerawat?

Lifestyle | Senin, 23 Oktober 2017 | 15:10 WIB

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Lifestyle | Senin, 23 Oktober 2017 | 13:32 WIB

Perempuan Obesitas, Hati-hati Diincar Kanker Payudara!

Perempuan Obesitas, Hati-hati Diincar Kanker Payudara!

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:03 WIB

Prancis Berlakukan UU Antiteror Paling 'Mengerikan'

Prancis Berlakukan UU Antiteror Paling 'Mengerikan'

News | Kamis, 19 Oktober 2017 | 04:08 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×