Array

Gema Hanura Geram dengan Laskar DPP Gerindra

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 19:11 WIB
Gema Hanura Geram dengan Laskar DPP Gerindra
Rapimnas Hanura di Kuta, Bali. (Suara.com/Bagus Santosa)

Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat merasa geram dengan tindakan kuasa hukum Prabowo Subianto yang diwakili Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra yang langsung melaporkan Inas Nasrullah Zubir ke Badan Reserse Kriminal Polri tanpa mensomasinya terlebih dahulu. Ketua Umum DPN Gema Hanura Andin Bahtiar pun langsung menggelar konferensi pers sebagi bentuk komunikasi dengan Laskar DPP Hanura.

"Apa yang kita lakukan (konferensi pers) hari ini kan adalah sebuah komunikasi. Kalau bisa segera mencabutnya, karena Laskar langsung melaporkan Kakanda Inas seorang Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPN Gema Hanura dan anggota DPR tanpa mensomasi terlebih dahulu," kata Andin dalam konferensi pers di restoran Publik Hovse, Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).

Andin mengatakan dengan konferensi pers yang digelar pada hari ini diharapkan bisa membuka ruang komunikasi antara DPN Gema Hanura dengan Laskar DPP Hanura. Sebab, sebelumnya belum pernah terjalin komunikasi terkait masalah ini.

"Dengan bicara sore hari ini tentunya kita berharap dapat membuka ruang komunikasi, supaya tidak menemui kebuntuan. Biar ada penyelesaian yang baik," kata Andin.

Saat ditanya apakah permintaan untuk mencabut laporan oleh Laskar DPP Gerindra diminta oleh Inas Nasrullah Zubir, Andin membantahnya. Andin mengatakan konferensi pers tersebut adalah inisiatif DPN Gema Hanura sebagai bentuk dukungan kepada Inas.

"Acara kita hari ini nggak ada kaitannya, nggak ada komunikasi dengan Kakanda Inas. Karena dia adalah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPN Gema, maka kita berinisiatif untuk suport," kata Andin.

Andin mengatakan sikap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang siap diperiksa polisi patut dijadikan contoh. Tetapi, dia berharap agar laporan tersebut tidak dilanjutkan.

"Sikap Kakanda Inas itu menjadi contoh bagi kita semua. Kita hanya ingin membuka ruang komunikasi, dan kita juga harap segera dicabut. Kita lihat perkembangan satu dua hari kedepan dulu," kata Andin.

Baca Juga: Gema Hanura: Alangkah Eloknya Kalau Pak Prabowo Meminta Maaf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI