Kisah Warga yang Dulu Digusur Ahok, Kini Pasrah ke Anies

Siswanto, Dian Rosmala

Jum'at, 03 November 2017 | 15:11 WIB
Kisah Warga yang Dulu Digusur Ahok, Kini Pasrah ke Anies
Kampung Duri [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Perkampungan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, dulu padat dan semrawut. Kini jauh lebih rapi.

Perubahan drastis terjadi semenjak pemerintah Jakarta di bawah Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menertibkan kampung September 2016. Lalu, mengeruk dan menata Sungai Ciliwung.

Rumah-rumah semi permanen yang dulu berdiri berjejer di sepanjang bantaran sungai, kini tak lagi nampak. Sudah diratakan dan lahannya dibangun jalan beraspal selebar kurang lebih tiga meter.

Sebagian besar warga telah dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa agar penghidupan mereka lebih baik.

Tetapi, sesekali sebagian dari mereka datang lagi ke Bukit Duri untuk melihat-lihat keadaan atau mengunjungi teman atau saudara yang rumahnya tak kena dampak penertiban.

Agus misalnya, mantan warga RT 4, RW 12, sesekali mengunjungi tetangga lamanya. Rumah Agus di Bukit Duri kini tinggal separuh, itupun sudah tak layak ditempati.

Ketika ditemui Suara.com, Agus bersama istri berada di bawah tenda yang terbuat dari terpal berwarna biru.

Ia tengah mengerjakan sesuatu. Di tangannya terdapat palu dan kayu, mungkin ia hendak membuat kursi.

"Mana paku tadi buk? Tadi kan saya taruh di situ. Nah itu, diplastik hitam itu," kata Agus kepada istrinya.

Agus terus memukul-mukulkan palu ke paku yang menancap pada kayu. Sementara tetangganya memperhatikan aktivitas Agus.

Agus kini tinggal di rumah susun sederhana sewa Rawabebek, Jakarta Timur.

"Kan kita kangen juga ya mas sama suasana dulu. Ya sama tetangga kita yang dulu. Ya sesekali datanglah kita ke sini," ujar Agus kepada Suara.com.

Mengenang

Agus menceritakan kisah ketika perkampungannya dieksekusi petugas. Saat itu, warga tidak melakukan perlawanan. Warga sadar diri, tinggal bukan tanah mereka. Hanya pasrah, berusaha menyelamatkan barang berharga.

Agus sudah tahu kalau perkampungan akan ditertibkan karena memang bukan tanah milik sendiri. Kesadaran itulah yang membuatnya dan tetangga tak melawan.

"Gimana ya mas, kita kan sadar ya kalau kita ini membangun rumah di tanah milik negara. Ya begitu ada surat pemberitahuan akan digusur ya pasrah aja kita mah. Meskipun kita sudah puluhan tahun disini," ujar Agus.

Agus masih ingat, kampungnya didatangi ratusan anggota gabungan Satpol PP, TNI, dan polisi. Mereka mengamankan jalannya penertiban.

Peristiwa itu sudah berlalu. Kini, tidak banyak yang dia harapkan, selain mendapatkan uang santunan dari pemerintahan baru di bawah Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Meminta rumah di Bukit Duri dibangun kembali sudah tidak mungkin, karena kini lahan sudah menjadi jalanan.

"Apa yang diharapkan, mau bangun rumah lagi? Mau dibangun dimana? Masa di tengah jalan itu? Ya kalau pemerintah peduli, kasi saja kita ini santunan, supaya ada dipakai untuk bayar sewa di rusun," kata Agus.

Kontrak Politik Anies-Sandiaga

Bukti Duri pernah didatangi Anies dan Sandiaga ketika masih kampanye menjelang pilkada Jakarta periode 2017-2022. Tepatnya Senin (9/1/2017). Kala itu, Kelompok Perempuan untuk Keadilan Sosial menyodorkan kontrak politik kepada mereka.

Kontrak politik tersebut berisi 10 aspirasi warga.

1. Moratorium penggusuran.

2. Pembenahan kawasan padat dilakukan secara partisipatif tanpa penggusuran.

3. Mengeksekusi putusan PTUN yang memenangkan tuntutan warga Bukit Duri atas penggusuran yang sewenang-wenang dengan memberikan ganti rugi yang wajah.

4. Pembangunan kampung deret di kawasan bekas gusuran Bukit Duri sebagai ganti rugi atas penggusuran paksa atas rumah warga yang sudah dilakukan.

5. Membangun pembangunan kota demi kebahagiaan warga dengan membuka 200.000 lapangan kerja usaha kecil, yang kebanyakan dijalankan perempuan.

6. Pemberian KJP Plus yang memberi dukungan pendidikan di luar biaya SPP untuk meringankan beban keluarga serta meningkatkan kesejahteraan murid dan gusur.

7. Membangun pusat layanan terpadu mulai dari Puskesmas, RSUD dan RSUP bagi perempuan korban kekerasan.

8. Membangun kembali atau renovasi segera sekolah yang rusa.

9. Terbukanya akses usaha kecil bagi perempuan, perempuan kepala keluarga dalam pengelolaan industri rumahan dan usaha kecil.

10. Pemberian KJS plus dengan pemberian layanan kesehatan ibu dan anak, serta penyediaan air bersih.

Harapan pada kontrak politik

"Ya karena itu sudah ditandatangani, ya mestinya ditepati ya mas. Kalau itu tidak ditepati, yang berarti mereka ingkar pada janjinya," tutur Agus.

Agus tidak banyak berharap pada kontrak politik. Sebab, dia bukan lagi bagian dari warga yang saat itu menang dalam gugatan di PTUN.

Agus hanya pasrah, menerima apa saja akan diberikan oleh pemerintah daerah.

"Itukan yang menggugat warga RT di sebelah mas. Kalau saya nggak ikut di situ. Saya nggak tahu apakah kami juga akan mendapatkan ganti rugi," kata Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Omara Esteghlal Raih Piala Citra Pertama, Ucapan Manis buat Prilly Bikin Baper

Omara Esteghlal Raih Piala Citra Pertama, Ucapan Manis buat Prilly Bikin Baper

Entertainment | Jum'at, 21 November 2025 | 06:45 WIB

Cara Nonton Pengepungan di Bukit Duri, Film Thriller Joko Anwar Penuh Aksi!

Cara Nonton Pengepungan di Bukit Duri, Film Thriller Joko Anwar Penuh Aksi!

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:00 WIB

Catat Tanggalnya, Pengepungan di Bukit Duri Siap Tayang di Prime Video

Catat Tanggalnya, Pengepungan di Bukit Duri Siap Tayang di Prime Video

Entertainment | Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:00 WIB

Deretan Film dan Serial Tayang Agustus di Prime Video, Ada Thriller hingga Komedi

Deretan Film dan Serial Tayang Agustus di Prime Video, Ada Thriller hingga Komedi

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:30 WIB

Kebakaran di Jakarta Telan Korban Jiwa, DPRD DKI: Bukan Sekadar Musibah, Ini Alarm Masalah Urban

Kebakaran di Jakarta Telan Korban Jiwa, DPRD DKI: Bukan Sekadar Musibah, Ini Alarm Masalah Urban

News | Senin, 21 Juli 2025 | 12:30 WIB

2 Anak Tewas, Cerita Ibu Korban Kebakaran di Tebet Nekat Lompat dengan Bayi yang Digendongnya

2 Anak Tewas, Cerita Ibu Korban Kebakaran di Tebet Nekat Lompat dengan Bayi yang Digendongnya

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 20:14 WIB

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Anak, Jerit 'Mama Tolong Aku' Sempat Didengar Warga

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Anak, Jerit 'Mama Tolong Aku' Sempat Didengar Warga

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 19:45 WIB

Terkuak Fakta 4 Anak di Tebet Tewas Terpanggang, Ortunya Selamatkan Diri karena Panik

Terkuak Fakta 4 Anak di Tebet Tewas Terpanggang, Ortunya Selamatkan Diri karena Panik

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:08 WIB

4 Korban Tewas Tragedi Kebakaran Bukit Duri Tebet Ternyata Anak-anak, Ini Identitas Para Korban!

4 Korban Tewas Tragedi Kebakaran Bukit Duri Tebet Ternyata Anak-anak, Ini Identitas Para Korban!

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:41 WIB

Kebakaran di Bukit Duri Tebet Renggut 4 Nyawa, Jerit Tangis Keluarga Korban Pecah!

Kebakaran di Bukit Duri Tebet Renggut 4 Nyawa, Jerit Tangis Keluarga Korban Pecah!

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:01 WIB

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×