Anies: Kami Akui Pengawasan Tempat Hiburan Belum Optimal

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 03 November 2017 | 16:08 WIB
Anies: Kami Akui Pengawasan Tempat Hiburan Belum Optimal
Anies Baswedan menerima Imam Islamic Center of New York Syamsi Ali [suara.com/Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Anies Baswedan menilai pengawasan tempat hiburan selama ini belum maksimal. Terbukti, masih banyak tempat hiburan yang melanggar dan tidak ditindak.

"Kami harus akui bahwa selama ini pengawasan terhadap berbagai kegiatan-kegiatan hiburan itu belum dilakukan optimal. Kami akan pastikan itu dikerjakan dengan baik," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Kedepan, Anies memastikan seluruh peraturan pemerintah diterapkan dengan tegas. Pengusaha hiburan yang melakukan pelanggaran, akan ditindak.

"Jadi kami ingin pastikan bahwa apa yang ada di Jakarta, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bukan operasi istilahnya. Tapi pengawasan," kata Anies.

Ia meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja serius agar jangan sampai kasus Hotel dan Griya Pijat Alexis, Jakarta Utara, terulang. Di Alexis disinyalir ada kegiatan prostitusi, tetapi isu ini sudah dibantah manajemen.

"Pengawasan itu harus rutin. Kalau pengawasan nggak rutin, bukan pengawasan nanti," kata dia.

Anies mengatakan sebenarnya tidak ada kendala untuk menjalankan pengawasan.

"Jadi tidak ada beban ekstra sebenarnya. Cuma pelaksanaannya tidak dieskeksui (kemarin)," kata dia.

Ketemu Imam dari Amerika

Anies Baswedan menerima Imam Islamic Center of New York Syamsi Ali di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Setelah selesai salat Jumat di Masjid Fatahillah, Anies dan Shamsi memberikan keterangan pada pers.

"Kami berharap bisa banyak hal yang bisa dikerjakan sama-sama. Kami beruntung beliau hadir di sini, dan ini pertemuan lanjutan bersahabat," ujar Anies.

Syamsi mengaku sudah lama kenal Anies. Menurut Syamsi, Anies merupakan role model pemimpin, dalam bahasa Arab: uswadah, atau teladan.

"Kehadiran saya di sini mewakili komunitas muslim di New York, Amerika, untuk menyampaikan bahwa dalam dunia kami sekarang ini memang yang namanya kehidupan bermasyarakat dan komunitas itu ada saling ketergantungan, interconnecting, sehingga saling jaga relasi dan hubungan," kata dia.

Syamsi meyakini Anies memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.

"Saya yakin komitmen Pak Anies dalam keragaman menjunjung tinggi diversity, itu sesuatu yang beliau rasakan ketika hidup di AS," kata Syamsi.

Menurut Syamsi Jakarta -- heterogen -- merupakan kota metropolitan yang menjadi perhatian dunia.

"Karena memang ada harapan dunia bahwa Indonesia yang punya sejarah keragaman dan toleran memegang peranan di garda terdepan dalam membangun keberagaman," kata dia.

"Dan ada harapan dari masyarakat luar bahwa Jakarta sebagai wajah Indonesia akan menampilkan hal-hal seperti itu," Syamsi menambahkan.

Syamsi berharap Anies memimpin dengan amanah.

"Pesan saya yang terpenting bukan untuk beliau, tapi kita semua adalah mengedepankan kepentingan bersama, politik memang ada, tapi ketika sudah jadi pejabat beliau adalah gubernur untuk semuanya," kata Syamsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:19 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:14 WIB

API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan

API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:52 WIB

×