Perampok Sadis Toko Madu, Kini Jadi Buron Polisi

Dythia Novianty

Sabtu, 11 November 2017 | 06:32 WIB
Perampok Sadis Toko Madu, Kini Jadi Buron Polisi
Ilustrasi perampokan. (Shutterstock)

Suara.com - Aparat Kepolisian melakukan pemburuan terhadap komplotan perampok sadis yang beraksi di sebuah toko penjual madu di wilayah Karang Bedil, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad, menegaskan bahwa sejak menerima laporan kejadian pada Jumat (10/11) siang, pihaknya sudah bergerak melaksanakan serangkaian penyelidikan lapangan.

"Masih kami selidiki, pengejaran sedang kita upayakan," kata AKBP Muhammad, Sabtu (11/11/2017).

Aksi perampokan terjadi sebelum umat Muslim menjalankan ibadah Sholat Jumat. Komplotan perampok melancarkan aksi kejahatannya dengan berpura-pura akan membeli madu di toko korban, Hajjah Fadlun (65).

Tanpa curiga dengan kedatangan komplotan perampok yang diperkirakan beranggota lima orang ini, seperti biasanya korban bersama adiknya Agus Salim (48) melayani pelanggan.

Namun dengan seketika, salah seorang dari komplotan perampok lebih dulu mengeluarkan sebilah parang dan langsung mengancam kedua korban.

Melihat aksinya, Agus kemudian memberikan perlawanan. Namun pelaku yang membawa parang, dengan sadis melayangkan senjata tajam itu ke arah Agus hingga mengakibatkan luka sayat di bagian perutnya.

Agar lebih memuluskan niat jahatnya untuk merampas barang berharga milik korban, komplotan ini kemudian menyekap keduanya di dapur.

Setelah puas dengan hasil kejahatannya, komplotan ini langsung kabur menggunakan kendaraan roda empat yang sebelumnya telah diparkir di depan toko korban.

baca juga

Meskipun toko Hajjah Fadlun berada di pinggir jalan raya, tidak ada warga yang mengetahui aksi kejahatan dari komplotan ini.

Setelah Agus berupaya keluar dari toko dengan kondisi bersimpah darah di bagian perutnya, penghuni toko sebelah bersama sejumlah warga kaget dan langsung memberikan pertolongan.

Tidak lama kemudian, anggota kepolisian yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi lokasi. Untuk korban Agus Salim, telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Islam Siti Hajar.

Sedangkan kondisi kakaknya, Hajjah Fadlun, sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dikabarkan masih dalam keadaan trauma dengan aksi perampokan tersebut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), komplotan perampok sadis ini berhasil merampas delapan gelang emas yang dikenakan Hajjah Fadlun, dengan nilai mencapai Rp40 juta.

Terkait dengan identifikasi para pelaku, pihak kepolisian telah mendapatkan sejumlah keterangan sementara dari pihak korban dan tentunya itu menjadi bekal penyelidikan lapangan.

"Keterangan sementara dari korban sudah kita dapatkan, nantinya akan terus kita dikembangkan di lapangan," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Ini 10 Negara Paling Bahaya di Dunia

Hati-hati, Ini 10 Negara Paling Bahaya di Dunia

Your Say | Jum'at, 10 November 2017 | 14:46 WIB

Guru Ngaji Dibekuk Polisi karena Lecehkan Santri

Guru Ngaji Dibekuk Polisi karena Lecehkan Santri

News | Rabu, 08 November 2017 | 08:40 WIB

Berseragam Tentara, Suratman Menodong Pisau dan Merampok

Berseragam Tentara, Suratman Menodong Pisau dan Merampok

News | Minggu, 05 November 2017 | 09:20 WIB

Nenek Usia 75 Tahun Tewas, Tangan Terikat Mulut Dilakban

Nenek Usia 75 Tahun Tewas, Tangan Terikat Mulut Dilakban

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 17:21 WIB

Polisi Ringkus 4 Perampok Sadis Nasabah Bank di Ciracas

Polisi Ringkus 4 Perampok Sadis Nasabah Bank di Ciracas

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 17:27 WIB

Polisi Bonyok Setelah Jambret Perempuan Bermotor

Polisi Bonyok Setelah Jambret Perempuan Bermotor

News | Selasa, 26 September 2017 | 13:09 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×