Pengacara Nilai Penyidik KPK Tak Sopan Menunggui Setnov di RS

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 17 November 2017 | 02:14 WIB
Pengacara Nilai Penyidik KPK Tak Sopan Menunggui Setnov di RS
Setya Novanto. (ist)

Suara.com - Pengacara tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto, Fredrich Yunadi menilai tindakan penyidik KPK tidak etis lantaran tetap bersikukuh untuk mengecek kondisi kliennya.

Menurutnya, alasan penyidik KPK tetap menunggu Novanto di Rumah Sakit Medika Pertama Hijau, Jakarta Barat lantaran tidak percaya soal kecelakaan yang dialami Novanto.

"Saya bilang anda tidak sopan. Kecelakaan juga wewenang polisi lalu lintas dan sudah selesai. Artinya mereka yang nggak percaya," kata Fredrich saat ditemui di lokasi, Jumat (17/11/2017) dinihari

Menurutnya, penyidik KPK juga membawa tim dokter dan meminta perawat rumah sakit untuk bisa mengecek kondisi Novanto yang berada di kamar 323 di lantai tiga rumah sakit tersebut. Namun, pihak rumah sakit tetap tak mengizinkan penyidik KPK untuk memeriksa kondisi Novanto.

"Tadi dokter KPK minta ijin untuk periksa tapi suster bilang tidak bisa. Izin sama dokter yang rawat," katanya.

Dia meminta penyidik KPK untuk bisa memberikan kelonggaran kepada Novanto yang masih menjalani perawatan.

"Hormatilah hak pasien. Beliau baru kecelakaan dan belum pulih," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan tujuan tim penyidik diutur ke rumah sakit untuk memastikan kebenaran soal insiden kecelakaan yang dialami Novanto

"Tim langsung melakukan pengecekan ke sana untuk melihat lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi. Jadi kami akan perhatikan tentu saja bagaimana kondisi dari tersangka di sana," kata Febri di KPK, Kamis (16/11/2017) malam.

Selain itu, lembaga antirasuah juga ingin melihat kronologi dari kejadian kecelakaan yang diklaim membuat Novanto mengalami luka parah.

"Apakah kecelakaan benar-benar terjadi dan berakibat seseorang tidak bisa dilakukan pemeriksaan misalnya atau tidak bisa mengikuti proses hukum lain atau masih bisa dilakukan pemeriksaan. Itu perlu dicek lebih lanjut dan tim sedang memastikan itu ke lokasi," tutur Febri.

Febri melanjutkan KPK juga akan melihat apakah kecelakaan tersebut terjadi pada saat Novanto hendak pergi ke kantor KPK, seperti yang disampaikan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi ke media.

"Tentu kita harus lihat secara benar saat kecelakaan terjadi posisi mobil apakah memang menuju ke arah kantor KPK atau menuju ke arah yang lain," ujar Febri.

Bukan cuma itu, KPK juga akan mengecek kondisi orang-orang yang saat kejadian berada dalam satu mobil dengan Novanto. Apakah yang lain ikut mengalami luka parah seperti Novanto atau tidak.

"Siapa saja yang kemudian dirawat? Berapa orang isi mobil tersebut. Tentu menjadi perhatian bagi KPK. Karena bagi kami penanganan perkara ini akan kita dilihat serinci mungkin," kata Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

#SaveTiangListrik Jadi Populer di Twitter Pascakecelakaan Setnov

#SaveTiangListrik Jadi Populer di Twitter Pascakecelakaan Setnov

News | Jum'at, 17 November 2017 | 01:43 WIB

Setya Novanto Alami Gegar Otak

Setya Novanto Alami Gegar Otak

News | Jum'at, 17 November 2017 | 01:32 WIB

KPK Kirim Surat Buron Setya Novanto ke Mabes Polri dan Interpol

KPK Kirim Surat Buron Setya Novanto ke Mabes Polri dan Interpol

News | Jum'at, 17 November 2017 | 00:34 WIB

Ke Rumah Sakit, KPK Cek Setnov Memungkinkan Diperiksa Penyidik

Ke Rumah Sakit, KPK Cek Setnov Memungkinkan Diperiksa Penyidik

News | Kamis, 16 November 2017 | 23:09 WIB

Rombongan Penyidik KPK Dikawalan Polisi Satroni Setnov di RS

Rombongan Penyidik KPK Dikawalan Polisi Satroni Setnov di RS

News | Kamis, 16 November 2017 | 22:52 WIB

Pengacara: Sakit Jatung Setnov Kambuh, Bisa Bikin 'Game Over'

Pengacara: Sakit Jatung Setnov Kambuh, Bisa Bikin 'Game Over'

News | Kamis, 16 November 2017 | 22:20 WIB

Penyidik KPK Datangi Setya Novanto ke Rumah Sakit dengan 5 Mobil

Penyidik KPK Datangi Setya Novanto ke Rumah Sakit dengan 5 Mobil

News | Kamis, 16 November 2017 | 21:49 WIB

Kecelakaan, Setya Novanto Klaim Dirawat 4 Dokter

Kecelakaan, Setya Novanto Klaim Dirawat 4 Dokter

News | Kamis, 16 November 2017 | 21:38 WIB

Setya Novanto Pingsan Usai Tabrak Tiang Listrik

Setya Novanto Pingsan Usai Tabrak Tiang Listrik

News | Kamis, 16 November 2017 | 21:26 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×