Festival Media AJI: Banyak Media Online Sebar Hoaks

Reza Gunadha

Minggu, 26 November 2017 | 12:23 WIB
Festival Media AJI: Banyak Media Online Sebar Hoaks
Seminar ”Jurnalisme vs Hoax : Membangun Kesepahaman, Menghormati Keberagaman” dalam rangkaian acara Festival Media di Graha Soloraya di Kota Solo, Jumat (24/11/2017). [Aji.or.id]

Suara.com - Hoaks alias kabar bohong, menjadi penantang terkuat saat dunia—termasuk Indonesia—dilanda perkembangan era digital sekaligus menandai pembaruan industri media massa.

Perkembangan itu menimbulkan plus minus dalam dunia pemberitaan. Datangnya era digital, memberikan keuntungan karena memungkinkan perusahaan-perusahaan media menghemat biaya produksi karena menyebar informasi secara daring (dalam jaringan; online).

Dengan begitu, masyarakat juga kian mudah mendapatkan informasi. Namun, di lain sisi, kemudahan dan murahnya biaya operasional media online justru menjadi lahan penyemaian informasi hoaks, demi mendapat keuntungan besar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pers, Yosef Stanley Adi Prasetyo, Seminar ”Jurnalisme vs Hoax : Membangun Kesepahaman, Menghormati Keberagaman” dalam rangkaian acara Festival Media di Graha Soloraya di Kota Solo, Jumat (24/11/2017).

Stanley mengatakan, banyak media online yang memalsukan atau memodifikasi nama-nama media daring arus utama dan sudah mendapatkan kepercayaan publik.

“Ada 14 situs yang memalsu Tempo. Seluruh media yang berwibawa dibawa-bawa dan dipelesetkan,” kata Stanley saat menjadi narasumber, seperti dilansir laman Aji.or.id.

Media-media  ”peniru” itu membuat berita yang berbeda dari media aslinya. Pada laman media asli, berita-berita yang dimuat telah terkonfirmasi dan sudah melalui proses verifikasi sesuai prinsip jurnalistik sebelum diunggah ke publik.

Namun, oleh media-media ”peniru”, berita media arus utama tersebut dibuat ulang tapi dimasukkan fakta berbeda.

baca juga

Selain itu, Stanley juga mengkritik banyak media-media massa kekinian mengedepankan pandangan politik tertentu.

“Di Indonesia, di mana-mana, media-media terus ditarik-tarik ke politik. Kita bisa melihat ketika Pemilu 2014,” tuturnya.

Prosedur reportase atau peliputan pada era digital juga banyak terdistorsi, kalau dibandingkan dengan peliputan di negara-negara maju.

Menurut dia, kalau di negara maju, reportase itu dilaporkan secara clear atau sesuai prinsip jurnalistik. Berbeda dengan di Indonesia, banyak jurnalis yang sudah senior enggan berpanas-panasan melakukan liputan. Produk jurnalistik di Indonesia sudah kacau dari dulu.

Wartawan Anadolu Agency, Dandy Koswara, mengatakan banyak media online yang mendapat keuntungan miliaran rupiah melalui penyebaran hoaks.

Dia mencontohkan media daring Arrahmah.com yang mendapatkan keuntungan Rp1,4 miliar per bulan. Padahal, salah satu media online arus utama hanya bisa mendapatkan Rp120 juta per bulan.

“Para pembuat hoaks adalah penunggang gelap dari digital discruption (gangguan digital). Mereka menciptakan peluang untuk menguntungkan diri sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dandy juga berharap jurnalisme maupun praktiknya di Indonesia harus memberikan ruang kepada minoritas dan mempromosikan keberagaman.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena ada kecenderungan media menyajikan berita yang mengandung hoaks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:00 WIB

Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital

Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 07:05 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Menkomdigi Minta Warga Saring Informasi Sebelum Sebarkan

Erupsi Anak Krakatau, Menkomdigi Minta Warga Saring Informasi Sebelum Sebarkan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 07:05 WIB

PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede

PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:10 WIB

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Puan Ungkap DPR Kerap Diterpa Hoaks: Dari Kutipan Palsu hingga Video Lama yang 'Diplintir'

Puan Ungkap DPR Kerap Diterpa Hoaks: Dari Kutipan Palsu hingga Video Lama yang 'Diplintir'

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Mendes Yandri Susanto Polisikan 73 Akun Medsos, Tak Terima Difitnah Lewat Video AI Deepfake

Mendes Yandri Susanto Polisikan 73 Akun Medsos, Tak Terima Difitnah Lewat Video AI Deepfake

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:01 WIB

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara

Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Terkini

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 16:46 WIB

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:45 WIB

×