Bocah Korban Pencabulan Ayah Kandung Tak Dibawa ke Rumah Aman

Reza Gunadha, Welly Hidayat

Kamis, 30 November 2017 | 10:45 WIB
Bocah Korban Pencabulan Ayah Kandung Tak Dibawa ke Rumah Aman
Jumpa pers kasus pencabulan. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Dua anak-anak yang menjadi korban pencabulan ayah kandungnya sendiri di Jakarta Barat, yakni berinisial LP (16) dan L (14), belum dipindahkan ke rumah aman milik Kementerian sosial.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Edi Suranta Sitepu mengatakan, kedua korban pencabulan sang ayah, RBT (32), tersebut masih tinggal bersama ibu mereka yakni R.

"Tidak dibawa ke rumah aman. Masih bersama ibunya. Tapi, kami tetap melindungi mereka," kata Edi, kepada suara.com, Kamis (30/11/2017).

Ia mengatkan, polisi melibatkan tim psikolog dan mengajak  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memulihkan traumatis kedua bocah tersebut.

Polisi meringkus tersangka sehari setelah aksi persetubuhan dan pencabulan terhadap anak kandungnya dilaporkan sang istri.

R melaporkan kasus ini ke Polsek Kebon Jeruk, setelah kedua anaknya membeberkan perbuatan terakhir RBT di rumahnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (26/11) malam.

Atas perbuatanya itu, RBT dijerat Pasal 41 ayat 1 dan 3 juncto pasal 76 huruf E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. RBT diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Bisa Tahan Birahi, Alasan RBT Cabuli 2 Putrinya

Tak Bisa Tahan Birahi, Alasan RBT Cabuli 2 Putrinya

News | Rabu, 29 November 2017 | 16:34 WIB

Cabuli Anak Tiap Malam, Polisi Periksa Kejiwaan RBT

Cabuli Anak Tiap Malam, Polisi Periksa Kejiwaan RBT

News | Rabu, 29 November 2017 | 16:17 WIB

Sosok Ayah Cabul RBT Sopan dan Rajin Kerja Bakti

Sosok Ayah Cabul RBT Sopan dan Rajin Kerja Bakti

News | Rabu, 29 November 2017 | 15:51 WIB

Kapolsek Kebun Jeruk Belum Tahu Lokasi Kecelakaan Setnov

Kapolsek Kebun Jeruk Belum Tahu Lokasi Kecelakaan Setnov

News | Kamis, 16 November 2017 | 20:48 WIB

Dibunuh Ibu karena Sering Ngompol, Polisi Datangi TK Korban

Dibunuh Ibu karena Sering Ngompol, Polisi Datangi TK Korban

News | Selasa, 14 November 2017 | 12:51 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×