Bintang: Munaslub Golkar Harga Mati akan Digelar 16-17 Desember

Siswanto

Jum'at, 01 Desember 2017 | 13:26 WIB
Bintang: Munaslub Golkar Harga Mati akan Digelar 16-17 Desember
Suhardiman (kedua dari kiri) didampingi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MKGR Zainal Bintang (kedua dari kanan) [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Zainal Bintang ikut menghadiri pertemuan 31 pimpinan dewan perwakilan daerah tingkat provinsi dengan mantan ketua umum Golkar yang kini menjadi Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Pertemuan tersebut dilaksanakan setelah 31 pimpinan DPD bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, di hari yang sama.

Zainal Bintang mengatakan inti pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi. 

"Sesepuh dan  sebagian DPD beranggapan situasi sedang genting memaksa karena ketua umum Novanto sedang dalam tahanan KPK dan gunakan rompi oranye (tersangka kasus dugaan korupsi. Artinya, bagi kami kader Golkar, rakyat, itu adalah kondisi atau keadaan yang sangat memalukan dan memilukan," kata Zainal kepada Suara.com.

Ketika ditanya apa kesimpulan dari pertemuan tersebut, Zainal mengatakan telah tercapai kesepakatan mengganti Novanto dari jabatan ketua umum.

"Kesimpulan pertemuan itu bahwa disepakati untuk mengganti ketum secepatnya. Tetapi untuk ganti ketum itu harus munaslub. Kalau munaslub harus 2 per 3 DPD tingkat 1 yang minta," kata dia.

Dua per tiga DPD tingkat satu berarti sekitar 24 DPD. Sementara yang kemarin ikut pertemuan dengan Jokowi dan Jusuf Kalla sebanyak 31 DPD.

"Nah kemarin 31 DPD. Berarti (munaslub) harga mati akan dilaksanakan di Jakarta 16-17 Desember," kata dia.

Pada 21 November 2017 atau di tengah rapat pleno di DPP Partai Golkar, muncul surat Novanto yang isinya meminta jangan ada pembahasan mengenai pemberhentian sementara atau permanen terhadap Novanto. Dalam surat itu, Novanto menunjuk pelaksana tugas ketua umum Idrus Marham, pelaksana sekjen Yahya Zaini dan Aziz Syamsuddin.

Surat Novanto itu dibuat dengan maksud agar Golkar menunda pergantian ketua umum sampai proses hukum terhadap kasus yang menjeratnya ada kepastian.

Zainal mengatakan hak Novanto untuk membuat surat. Tetapi Zainal menekankan masalah hukum yang melilit Novanto merupakan urusan dia.

"Itu surat Novanto tidak masalah. Sepuluh sampai dua puluh surat tidak masalah. Itu kasus pribadinya. Tapi tunggu dulu, apa urusan dengan Golkar. Praperadilan itu silakan, kita hargai," kata Zainal.

Yang tidak Zainal inginkan adalah jangan sampai beban hukum Novanto jadi beban organisasi.

Ketika ditanya kepastian penyelenggaraan munaslub pertengahan Desember lagi, Zainal menekankan itu tinggal pelaksanaan.

"Tinggal melaksanakan munaslub. Setelah ada kesepakatan pemegang hak suara 31 DPD tingkat satu, maka segera dibentuk panitia munasnya dan lainnya," kata dia.

Politikus Golkar Yorrys Raweyai mengatakan rencana penyelenggaraan munaslub tak terganggu oleh sidang praperadilan Novanto yang tengah berlangsung di Pengadilan Jakarta Selatan. Yorry berharap Novanto yang kini ditahan KPK segera diganti.

"Nggak ada urusan sama itu (gugatan praperadilan). Itu kan masalah pribadi dia bukan masalah Golkar," kata Yorrys.

Yorrys pernah dipecat Novanto dari posisi Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar. Yorrys berharap munaslub diselenggarakan secepatnya.

"Iyalah (munaslub harus dilakukan) sebelum tanggal 15 (Desember 2017)," kata Yorrys.

Mengenai pertemuan sebagian pimpinan DPD Partai Golkar tingkat provinsi dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menurut Yorrys, itu bagian dari dialog untuk meminta pandangan.

"Karena kan Golkar memberi dukungan ke beliau. Minta izin kepada Jokowi untuk secara eksplisit menyampaikan bahwa ia ikhlas melepas Airlangga memimpin Golkar dan Golkar tetap solid mendukung Airlangga. Dan mohon beliau bisa hadir dalam munaslub," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:09 WIB

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Video | Kamis, 17 September 2026 | 22:05 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Bahlil

Fahd A Rafiq Hattrick Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Bahlil

Video | Kamis, 17 September 2026 | 15:05 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×