Cerita Pengelola Agen Gas Soal Kenapa Gas 3 Kilogram Langka

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 08 Desember 2017 | 15:49 WIB
Cerita Pengelola Agen Gas Soal Kenapa Gas 3 Kilogram Langka
Penjual gas elpiji 3 kg di Jalan Menteng Jaya, Jakarta, Jumat (8/12).

Suara.com - Di tengah kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram, wartawan Suara.com mengunjungi salah satu agen di Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Kamis (7/12/2017), untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Masuk aja neng, di luar panas," kata petugas bagian administrasi, Ayu.

Di dalam gedung, Ayu kemudian bercerita mengenai kenapa gas melon -- sebutan untuk gas ukuran tiga kilogram -- langka sejak dua bulan terakhir.

"Kita udah dari dua bulan yang lalu nggak ambil (tabung gas tiga kilogram) ya, kita memang ngambil khusus yang udah langganan, jadi kemarin kita ambil 100 tabung yang tiga kilo," kata Ayu. Tangannya menunjuk ke luar jendela, ke arah tabung gas.

Ayu mengatakan sebenarnya agennya hanya dibolehkan menjual gas ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram.

Tetapi, karena masyarakat sekitar agen rata-rata berekonomi lemah, seperti pedagang kecil, pemilik warung makan, dan penjual gorengan keliling, agen tempat Lia pun tetap menyediakan gas ukuran tiga kilogram.

"Jadi tabung gas itu milik bos saya, milik pribadi, jadi udah lama gitu punya tabung itu, nah inisiatif bos buat jualin tabung yang tiga kilo kepada masyarakat sekitar," kata Ayu.

Ayu kasihan dengan masyarakat berekonomi menengah kebawah karena sekarang susah mendapatkan gas melon.

Kelangkaan gas, antara lain karena sebagian gas melon dibeli kalangan yang seharusnya tak membelinya.

Restoran-restoran besar, kata Ayu, seharusnya menggunakan gas ukuran 12 kilogram.

Kelangkaan gas melon tak hanya terjadi di Jakarta dan Tangerang. Sebagian Cikampek, Jawa Barat, juga kesulitan.

Untungnya, Ayu sudah mengingatkan mertuanya di Cikampek untuk jauh-jauh hari stok tabung gas.

Ayu mengatakan sebagian warga Kalimantan juga kesulitan. Akibatnya, harga menjadi mahal. Bahkan ada yang mencapai Rp45 ribu.

Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi warga, Ayu menyarankan mereka untuk membeli tabung gas ukuran lima setengah kilogram atau Bright Gas, sesuai anjuran pemerintah. Sebagian warga mengikuti saran Ayu. Soalnya, harga gas tabung melon dengan gas ukuran 5,5 kilogram tidak jauh beda.

Tetapi menurut Ayu sosialisasi gas 5,5 kilogram yang dilakukan pemerintah kurang gencar sehingga warga belum banyak yang tahu.

"Pemerintah nggak kasih iklan dulu, tapi malah ke agen-agen dulu, kalau agen kan susah menjangkau seluruh masyarakat, hanya bisa dalam lingkup kecil aja," ujar Ayu.

Ayu mengatakan kehadiran Bright Gas sebenarnya solusi kelangkaan gas melon. Gas 5,5 kilogram masih disubsidi pemerintah, tetapi tidak 100 persen.

Pedagang kaki lima di Kelapa Dua menjelaskan kenapa pakai gas 3 kilogram. Soalnya tidak terlalu berat.

"Ya neng, saya kan jualan gerobak keliling-keliling, kalau saya bawa yang 12 kan agak berlebihan ya, yang tabung gas tiga kilo itu udah pas sekarang," ujar pedagang yang tidak mau disebut namanya.

Menurut temuan Pertamina kelangkaan terjadi, antara lain karena penyalurannya tak tepat sasaran.

“Ada temuan di lapangan bahwa LPG tiga kilogram bersubsidi digunakan pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu (seharusnya kalangan warga miskin)," ujar Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito di kantor Pertamina, Jakarta Pusat.

Penyebab lainnya, permintaan gas elpiji di akhir tahun 2017 meningkat. Realisasi penyaluran mencapai 5,750 juta MT atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN Perubahan 2017 sebesar 6,199 juta MT.

"Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran LPG tiga kilogram bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN Perubahan 2017 tersebut," ujarnya.

Itu sebabnya, Pertamina meminta masyarakat berekonomi mapan jangan menggunakan elpiji tiga kilogram. Elpiji jenis ini untuk masyarakat tidak mampu.

“LPG tiga kilogram adalah barang subsidi sehingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah. Sesuai tulisan yang ada pada tabung, LPG tiga kilogram sesungguhnya hanya untuk masyarakat tidak mampu,” kata Adiatma. (Julistania)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Untung Rp 6,8 Juta per Hari, 2 Tersangka Penyelewengan LPG Subsidi di Tangerang Diringkus

Diduga Untung Rp 6,8 Juta per Hari, 2 Tersangka Penyelewengan LPG Subsidi di Tangerang Diringkus

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 05:52 WIB

Bongkar Praktik Oplos Gas Subsidi, Polisi Grebek 4 Lokasi di Bekasi, Jakbar dan Jaksel

Bongkar Praktik Oplos Gas Subsidi, Polisi Grebek 4 Lokasi di Bekasi, Jakbar dan Jaksel

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 18:42 WIB

Sejumlah Pejabat Tinggi ESDM Dicopot Diganti Sosok Baru, Imbas Polemik Gas Melon?

Sejumlah Pejabat Tinggi ESDM Dicopot Diganti Sosok Baru, Imbas Polemik Gas Melon?

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 14:49 WIB

Gas Melon Picu Perang Dingin Gerindra-Golkar? Rocky Gerung Bongkar Potensi Keretakan Kabinet Prabowo

Gas Melon Picu Perang Dingin Gerindra-Golkar? Rocky Gerung Bongkar Potensi Keretakan Kabinet Prabowo

News | Senin, 10 Februari 2025 | 19:42 WIB

Padahal Telan Korban Jiwa, Bahlil Lahadalia Diduga Malah Bercanda Kisruh Gas Subsidi

Padahal Telan Korban Jiwa, Bahlil Lahadalia Diduga Malah Bercanda Kisruh Gas Subsidi

Entertainment | Sabtu, 08 Februari 2025 | 20:45 WIB

Beda Klarifikasi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina soal Stok Gas LPG 3 Kg di Andara

Beda Klarifikasi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina soal Stok Gas LPG 3 Kg di Andara

Entertainment | Sabtu, 08 Februari 2025 | 19:37 WIB

Raffi Ahmad Berdalih Gas Elpiji 3 Kg di Rumahnya Milik ART, Netizen: Ya Kali ART Bawa Sendiri dari Rumah

Raffi Ahmad Berdalih Gas Elpiji 3 Kg di Rumahnya Milik ART, Netizen: Ya Kali ART Bawa Sendiri dari Rumah

Entertainment | Sabtu, 08 Februari 2025 | 16:20 WIB

AMPG Bela Bahlil Soal Gas Melon: Banyak Isu Dimunculkan dari Pihak Tak Senang

AMPG Bela Bahlil Soal Gas Melon: Banyak Isu Dimunculkan dari Pihak Tak Senang

News | Sabtu, 08 Februari 2025 | 03:05 WIB

Idrus Marham: Mustahil Adu Domba Golkar dan Gerindra karena Gas Melon

Idrus Marham: Mustahil Adu Domba Golkar dan Gerindra karena Gas Melon

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:58 WIB

Gas Melon Masih Langka, Warga Pasar Minggu Sampai Nekat Nyolong Elpiji Tetangga yang Ada Isinya

Gas Melon Masih Langka, Warga Pasar Minggu Sampai Nekat Nyolong Elpiji Tetangga yang Ada Isinya

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 18:11 WIB

Terkini

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:54 WIB