Mentan Target Lahir 1.000 Sapi Gatotkaca, Apa Itu?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 14 Desember 2017 | 22:16 WIB
Mentan Target Lahir 1.000 Sapi Gatotkaca, Apa Itu?
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan). (Antara/Teresia May)

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan kelahiran seribu sapi jenis Gatotkaca atau Belgian Blue di Indonesia pada akhir masa jabatannya. Ini untuk meningkatkan kualitas sapi lokal.

Menteri Amran menceritakan tentang sapi Belgian Blue yang baru lahir, Minggu (10/12/2017). Sapi itu bisa memiliki bobot hingga 2 ton ketika dewasa.

"Target kami seribu seperti ini Belgian Blue dan besarnya bisa seperti ini. Mudah-mudahan pada akhir masa jabatan seribu kami bisa bawa ke Jakarta," ungkap Mentan di Kantornya, Kamis (14/12/2017).

Amran mengatakan sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementerian Pertanian di Balai Embrio Ternak, Cipelang, Bogor, tersebut diberi nama Srikandi. Kelahiran sapi Belgian Blue ini merupakan kedua kalinya, yang pertama diberi nama Gatotkaca.

Menurut penuturannya, kelahiran sapi Gatotkaca dan Srikandi di Indonesia merupakan satu-satunya kelahiran di negara tropis, mengingat sapi ini merupakan sapi berotot pertama di dunia hasil persilangan yang dikembangkan dari peternak Belgia. Ia menegaskan Belgian Blue menjadi sapi masa depan Indonesia sehingga perlu didukung.

Ada pun rencana kelahiran seribu sapi Belgian Blue ini dicapai dengan anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp100 miliar pada 2018 untuk pembelian sperma atau semen beku.

"Ini kan harga semen beku spermanya Rp15 juta per tetes, tapi kami dari Eropa lihat langsung. Saya beli karena beratnya 1,9 sampai 2 juta ton. Saya bilang kita beli Rp100 miliar, embrionya kita beli," kata Amran.

Ia menambahkan pengembangan sapi Belgian Blue di BET Cipelang ini merupakan wujud pengembangan teknologi dalam rangka introduksi jenis sapi baru di Indonesia.

Keberadaan Belgian Blue yang digunakan untuk disilangkan dengan sapi lokal yang nantinya aka meningkatkan perototan sapi lokal. Menurutnya, beberapa keuntungan yang diperoleh dari terjadinya mutasi ini adalah perototan yang luar biasa. Kelebihannya, jumlah karkas juga meningkat dan kandungan lemak pada daging yang rendah.

Oleh karena itu, tingginya minat peternak terhadap sapi BB ini menginspirasi asosiasi Belgian Blue di Belgia untuk menyebarkan Belgian Blue ke seluruh dunia, baik dalam bentuk semen beku maupun embrio.

Terdapat 3 pola warna pada sapi BB ini, di antaranya adalah hitam (pie-black/pie-dnoire), semua putih dan roan (pie-blue). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tepergok Angkut Sapi, Peternak di India Tewas Dibunuh

Tepergok Angkut Sapi, Peternak di India Tewas Dibunuh

News | Selasa, 14 November 2017 | 12:38 WIB

Kemenhub Tambah Lima Kapal Ternak

Kemenhub Tambah Lima Kapal Ternak

Bisnis | Senin, 16 Oktober 2017 | 14:13 WIB

Mentan, Menteri BUMN, dan Menteri Desa Panen Padi di Ciamis

Mentan, Menteri BUMN, dan Menteri Desa Panen Padi di Ciamis

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 18:51 WIB

Presiden Jokowi Minta Para Petani Bersatu dalam Kelompok Besar

Presiden Jokowi Minta Para Petani Bersatu dalam Kelompok Besar

Bisnis | Senin, 25 September 2017 | 14:17 WIB

Jokowi: Kalau Tidak Mau Jadi Petani Modern, Ya Kita Gini  Terus

Jokowi: Kalau Tidak Mau Jadi Petani Modern, Ya Kita Gini Terus

Bisnis | Senin, 25 September 2017 | 12:17 WIB

Terkini

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:31 WIB

Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme

Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:25 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB

Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia

Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:11 WIB

Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026

Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:07 WIB

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:01 WIB

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:57 WIB