Pemerintah Diminta Kembangkan Pertanian Garam di Indonesia Timur

Adhitya Himawan

Senin, 31 Juli 2017 | 17:37 WIB
Pemerintah Diminta Kembangkan Pertanian Garam di Indonesia Timur
Petambak garam di Palu, Sulawesi Tengah. [Antara/Basri Marzuki]

Mantan Direktur Utama PT Garam (Persero), Usman Perdanakusumah, mendesak pemerintah untuk segera merubah kebijakan pertanian garam di tanah air. Menurutnya, sudah waktunya pertanian garam lebih dikembangkan di wilayah Indonesia timur yang iklimnya relatif kering.

"Kalau kita perhatikan, tidak semua wilayah Indonesia mengalami anomali cuaca. Beberapa wilayah Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kondisi yang lebih kering," kata Usman saat dihubungi Suara.com, Senin (31/7/2017).

Selama ini, pertanian garam di Indonesia justru lebih banyak berkembang di wilayah barat yang nota bene curah hujannya lebih tinggi. Apalagi dengan anomali cuaca yang melanda Indonesia pada tahun ini, tentu sangat mempengaruhi panen garam secara keseluruhan yang berpengaruh terhadap stok garam nasional.

"Wilayah NTT masih terdapat areal yang luas untuk dijadikan ladang garam. Kalau negara melalui PT Garam masuk kesana, menjamin pada masyarakat bahwa panen garam mereka pasti akan dibeli, pertanian garam di sana akan berkembang dengan maju. Selama ini tidak ada yang mau bertani garam karena tidak ada jaminan siapa yang mau membeli produk mereka," ujar Usman.

Tak lupa, ia juga menekankan pentingnya mekanisasi dalam pertanian garam. Dengan demikian, proses produksi garam oleh para petani lokal akan lebih efisien. "Seperti ladang pertanian garam di Madura yang terintegrasi. Ini harus bisa dikembangkan di daerah lain," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pasokan garam saat ini mengalami kelangkaan di beberapa daerah. AKibatnya, harga garam di beberapa daerah melonjak ada yang 2 kali lipat, bahkan 5 kali lipat.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pasokan garam nasional saat ini menurun karena produksi garam turun setelah musim hujan yang panjang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Versi Mantan Dirut PT Garam, Ini Sebab Garam Jadi Langka

Versi Mantan Dirut PT Garam, Ini Sebab Garam Jadi Langka

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 16:48 WIB

Impor Garam Tak Bisa Dihindari

Impor Garam Tak Bisa Dihindari

Bisnis | Minggu, 30 Juli 2017 | 13:28 WIB

Djarot: Tidak Ada Kelangkaan Garam di Jakarta

Djarot: Tidak Ada Kelangkaan Garam di Jakarta

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 10:46 WIB

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:55 WIB

Pasokan Garam Langka, Jokowi Akan Cek Langsung

Pasokan Garam Langka, Jokowi Akan Cek Langsung

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:50 WIB

Cara Ini Atasi Lonjakan Pola Konsumsi Gula Garam dan Lemak

Cara Ini Atasi Lonjakan Pola Konsumsi Gula Garam dan Lemak

Health | Selasa, 25 Juli 2017 | 21:01 WIB

Harga Garam yang Semakin Terasa 'Asin'

Harga Garam yang Semakin Terasa 'Asin'

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 13:06 WIB

Harga Ikan Asin Naik

Harga Ikan Asin Naik

Foto | Jum'at, 21 Juli 2017 | 14:28 WIB

Mana Lebih Bahaya, Kebanyakan Gula atau Garam?

Mana Lebih Bahaya, Kebanyakan Gula atau Garam?

Health | Senin, 19 Juni 2017 | 15:11 WIB

Diduga Korupsi, Bareskrim Polri Geledah Ruangan Dirut PT Garam

Diduga Korupsi, Bareskrim Polri Geledah Ruangan Dirut PT Garam

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 08:39 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×