Akbar Tandjung Bilang Bisa Saja Novanto Dipecat dari Golkar

Siswanto | Dian Rosmala | Suara.com

Selasa, 19 Desember 2017 | 14:30 WIB
Akbar Tandjung Bilang Bisa Saja Novanto Dipecat dari Golkar
Sidang dakwaan Setya Novanto di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).
Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan bisa saja mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa kasus korupsi KTP berbasis elektronik dipecat dari keanggotaan Golkar.

"Ya kalau seandainya nanti para peserta munaslub punya pikiran-pikiran, diberikan satu tindakan terhadap kader yang melakukan satu tindakan tercela, apalagi kalau tindakan korupsi yang sudah berlaku hukum tetap, bisa saja (dipecat) kalau ada usulan-usulan itu," kata Akbar di arena Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).

Tetapi, keputusan memecat anggota harus melalui mekanisme, setelah ada keputusan tetap dari pengadilan, misalnya.

"Ini kan kita sebenarnya harus nunggu proses hukum, kita kan negara hukum. Negara hukum itu ada perasaan tidak bersalah," tutur Akbar.

"Tapi kalau seandainya nanti ada putusan yang berlaku tetap, ya kembali lagi bisa saja itu menjadi pelajaran. Paling tidak menjadi pembelajaran bagi partai," Akbar menambahkan.

Akbar menambahkan kalau Novanto dipecat dari anggota Partai Golkar, ini merupakan peringatan keras kepada kader lain agar jangan melanggar hukum, korupsi misalnya.

"Itu supaya dijadikan bahan untuk kepemimpinan DPP yang akan datang, supaya juga bisa menghindari hal-hal yang sama, tak kejadian lagi pada waktu-waktu akan datang," ujar Akbar.

Kursi ketua umum yang sebelumnya diduduki Novanto kini ditempati Airlangga Hartarto. Pergantian diputuskan lewat rapat pleno DPP Partai Golkar.

Menteri Perindustrian tersebut akan dikukuhkan menjadi ketua umum melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar yang diselenggarakan di JCC. Munaslub diselenggarakan sejak tanggal 18 hingga tanggal 20.

Novanto kini meringkuk di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia tersandung kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Priyo Budi

Kembali ke arena munaslub. Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar Priyo Budi Santoso masih menunggu kesempatan ikut maju menjadi calon ketua umum. Priyo mengaku di belakangnya sudah ada sekitar 148 suara atau 30 persen dari total pemilik suara.

"30 persen (siap dukung). Sekarang saya sedang cari momentum, apa benar dibuka kemungkinan, dibuka pintu bagi calon lain untuk di isi secara sehat," kata Priyo di Jakarta Convention Center.

Priyo mengatakan pendukungnya tinggal menunggu aba-aba.

"Iya sekitar itu (148). Insyaallah, kalau itu sah saya. Nunggu kode-kode dari saya, mereka sudah siap. Sekali lagi saya sedang melihat situasi terakhir bagaimana," ujar Priyo.

Priyo mengatakan seharusnya munaslub membuka peluang bagi setiap kader untuk maju.

"Tapi ya saya ingin lihat suasana dulu bagaimana. Nggak mungkin juga saya membentur batu baja, kalau memang kenyatannya seperti apa nanti," tutur Priyo.

Sejak persiapan munaslub memasuki tahap final, mayoritas DPD tingkat Provinsi mengerucutkan dukungan hanya kepada Airlangga -- menteri perindustrian. Mereka sampai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor dan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinas Menteng.

Priyo menyadari betul perkembangan itu. Tetapi, dia tetap ada perubahan dengan landasan demokrasi.

"Kita ingin membangun tradisi di Golkar. Kalah dan menang bukan segalanya bagi saya. Setidaknya saya ingin dicatat sebagai kader inti Golkar yang ingin meniupkan terompet bahwa perlu sistem dan cara yang kita bangun, cara khas Golkar yang coba kita tumbuhkan, demokratis, sehat, dan dilakukan dengan cara yang baik dalam berdemokrasi," Priyo menambahkan.

Menurut Priyo kalau tidak ada yang menyuarakan perbaikan sistem internal Golkar, tidak menutup kemungkinan partai berlambang pohon beringin runtuh.

"Dulu Golkar pernah lakukan itu, jaman baheula dulu, jaman pak Harto, apa-apa ketok palu, apa itu yang kita inginkan, apa nggak boleh orang yang punya nurani, tujuan mulia, niat menegakkan citra membangun demokrasi yang sehat diberi kesempatan, apa harus dibungkam hanya karena mungkin angin istana atau seterusnya, saya tidak tahu," kata Priyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:32 WIB

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:16 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:42 WIB

Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting

Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:47 WIB

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

News | Rabu, 22 April 2026 | 22:00 WIB

Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog

Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:10 WIB

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas

Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas

News | Senin, 20 April 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB