Array

Ini Foto Jokowi Semasa Jadi Pengusaha Mebel di Solo

Reza Gunadha Suara.Com
Rabu, 20 Desember 2017 | 14:15 WIB
Ini Foto Jokowi Semasa Jadi Pengusaha Mebel di Solo
[Facebook/Joko Widodo]

Suara.com - Sebelum merintis jalan sebagai politikus dan menjadi Presiden RI, Joko Widodo dikenal sebagai pengusaha mebel.

Melalui akun resmi dirinya di Facebook, Senin (18/12/2017), Jokowi mengakui sudah 27 tahun menggeluti dunia bisnis furnitur.

Nah, dalam tulisan "curhat" tentang dirinya dan kedua anaknya yang tak meneruskan usaha mebelnya itu, terdapat pula foto Jokowi masih muda.

Dalam foto yang diunggah itu, Jokowi tampak masih muda sedang duduk di ruang kerja pekerja mebelnya. Sementara di hadapnnya ada sejumlah orang karyawan.

Foto Jokowi masih muda di ruang kerja tukang mebel itu viral di media-media sosial. Sebab, nyaris tak belum ada foto Jokowi semasa muda, persisnya saat menjadi pebisnis mebel, yang selama ini berseliweran di media sosial.

Hingga berita ini diunggah, Rabu (20/12/2017), foto Jokowi itu sudah 21.385 kali disebar ulang warganet.

Sementara "curhatan" Jokowi yang menyertai foto tersebut adalah sebagai berikut:

Saya sudah 27 tahun jadi pengusaha meubel. Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha.

Baca Juga: Menag Minta Umat Hargai Beda Pendapat Soal Ucapan Natal

Seperti yang saya ceritakan dalam acara Entrepreneurs Wanted! di Bandung siang tadi, saya tahu betul bagaimana susahnya cari modal usaha di awal-awal, kemudian keliling-keliling mencari pembeli, mengurus perizinan yang rumit, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, dan mengurusi alat-alat produksi.

Tapi, terus terang, saya sedih tiga anak saya tak satu pun yang mau meneruskan usaha saya. Kurang apa? Pabriknya ada, alat-alat produksinya ada, karyawannya ada.

Yang bikin “shock”, waktu anak sulung saya Gibran datang: “Pak, saya mau jualan martabak”. Dalam hati saya, “Waduh, jualan martabak."

Tapi kemudian apa yang terjadi? Saya terkejut, hanya dalam rentang waktu lima tahun saja "brand value" pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari "brand value" martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya.

Rupanya ini yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Generasi dahulu seperti saya lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini ada hal yang lebih besar nilainya yakni "brand value".

Itulah sebabnya saya tidak kaget lagi ketika tiga bulan lalu, anak bungsu saya Kaesang, juga datang dan menyampaikan: “Pak, saya mau jualan pisang goreng." Ya sudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI