Mayoritas Negara Uni Eropa Dukung Resolusi PBB soal Yerusalem

Reza Gunadha

Jum'at, 22 Desember 2017 | 12:38 WIB
Mayoritas Negara Uni Eropa Dukung Resolusi PBB soal Yerusalem
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. [shutterstock]

Suara.com - Jerman, bersama 21 negara anggota Uni Eropa lainnya mendukung resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang meminta Amerika Serikat (AS) untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Status Yerusalem harus dinegosiasikan antara orang Israel dan Palestina. Seharusnya tidak diputuskan," kata Kementerian Luar Negeri Jerman dalam sebuah pernyataan yang diposkan di Twitter dan dikutip Anadolu Agency, Jumat (22/12/2017).

"Oleh karena itu, hari ini, kami mendukung resolusi di PBB yang menggarisbawahi posisi penting kami,” kementerian tersebut menambahkan.

Negara-negara kelas berat Uni Eropa seperti Perancis, Inggris, Italia dan Spanyol juga mendukung resolusi PBB, dan menekankan komitmen mereka terhadap solusi dua negara.

Austria, Belgia, Bulgaria, pemerintah Siprus Yunani, Yunani, Denmark, Estonia, Finlandia, Irlandia, Belanda, Luksemburg, Lituania, Malta, Portugal, Slowakia, Slovenia dan Swedia termasuk pemerintah Uni Eropa lainnya yang mendukung resolusi tersebut.

Anggota Uni Eropa membuat pernyataan bersama yang mendukung resolusi tersebut, dengan menggarisbawahi bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan antara Palestina dan Israel.

"Posisi negara kami terhadap Yerusalem tetap tidak berubah. Aspirasi kedua belah pihak harus dipenuhi dan harus ditemukan cara dalam dalam negosiasi untuk menyelesaikan status Yerusalem sebagai ibu kota masa depan kedua negara," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Upaya Uni Eropa menyatukan satu suara gagal karena oposisi oleh beberapa negara anggota yang memiliki hubungan dekat dengan AS.

baca juga

Anggota Uni Eropa lainnya yaitu Kroasia, Republik Ceko, Latvia, Polandia, Hungaria dan Rumania memilih untuk abstain.

Presiden AS Donald Trump sempat menggertak negara-negara yang menolak serta mengecam deklarasinya mengenai pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sebelum sidang umum istimewa PBB.

Trump, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (21/12/2017), mengancam akan memotong bantuan AS ke negara-negara yang memberi voting 'setuju' pada resolusi PBB mengenai kecaman terhadap deklarasinya.

"Mereka menerima ratusan juta bahkan milaran dolar [dari AS], lalu mereka memberi voting melawan kita. Kami akan mengawasi voting tersebut. Biarkan saja mereka voting melawan kami. Kami akan menghemat banyak. Kami tak peduli," ujar Trump di Gedung Putih.

"Tidak mungkin mereka bisa voting melawan Anda, tapi Anda tetap memberikan jutaan miliar dolar seakan-akan Anda tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, sudah memberi peringatan dini ancaman AS ini sehari sebelum voting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Ikut Setujui Resolusi PBB soal Yerusalem

Indonesia Ikut Setujui Resolusi PBB soal Yerusalem

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 09:21 WIB

Israel Larang Bendera Palestina Dikibarkan di Yerusalem

Israel Larang Bendera Palestina Dikibarkan di Yerusalem

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 09:02 WIB

PBB Tolak Klaim AS yang Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

PBB Tolak Klaim AS yang Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:00 WIB

Gertakan Trump Jelang Sidang Umum Istimewa PBB soal Yerusalem

Gertakan Trump Jelang Sidang Umum Istimewa PBB soal Yerusalem

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 11:26 WIB

Soal Yerusalem, Raja Salman Tegaskan Dukung Palestina

Soal Yerusalem, Raja Salman Tegaskan Dukung Palestina

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 08:19 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×