Pebalap MotoGP Paling Mengejutkan dan Mengecewakan di 2017

Rizki Nurmansyah

Minggu, 31 Desember 2017 | 16:43 WIB
Pebalap MotoGP Paling Mengejutkan dan Mengecewakan di 2017
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memenangi balapan seri 17 MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). [AFP/Mohd Rasfan]

1. Andrea Dovizioso

Tak ada yang menyangka jika pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, mampu bersaing dalam perebutan juara dunia MotoGP 2017.

Terlebih bila melihat rekam jejak motor Ducati yang kalah bersaing dengan dua pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda, dalam 10 musim terakhir.

Terakhir kali Ducati berjaya di kancah MotoGP, yakni musim 2007. Kala itu, mereka keluar sebagai juara pabrikan, dan pebalapnya, Casey Stoner, jadi juara dunia.

Di tahun ini, Dovizioso jadi salah satu penantang terkuat bagi juara bertahan Marc Marquez (Repsol Honda) untuk merebut titel juara dunia. Tercatat, pebalap Italia itu memenangi enam balapan.

Namun, Dovizioso akhirnya harus merelakan gelar juara dunia tetap berada digenggaman Marquez dengan terpaut 27 poin.

2. Maverick Vinales

Maverick Vinales langsung tampil menggebrak di musim perdananya bersama Movistar Yamaha. Dia memenangi tiga dari lima seri awal; GP Qatar (26 Maret), Argentina (9 April), dan Prancis (21 Mei).

Pebalap muda Spanyol ini direkrut untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang pindah ke Ducati. Di awal-awal musim dia pun menjadi salah satu favorit juara dunia MotoGP.

baca juga

Sayang, performanya tidak didukung dengan paket yang kompetitif dari motor YZR-M1 2017 yang jadi andalan Yamaha di 2017.

Permasalahan degradasi ban yang tak kunjung ditemukan solusinya jadi penyebab menurunnya prestasi Vinales, terutama di paruh kedua musim.

Hasilnya, dia pun hanya menempati peringkat ketiga klasemen akhir di bawah Marquez dan Dovizioso.

Namun, masih lebih baik dari rekan setimnya, Valentino Rossi, yang hanya menempati peringkat kelima. 

3. Johann Zarco

Gaya Johann Zarco yang agresif dalam mengendarai motor, membuat sejumlah pebalap papan atas MotoGP mengkritiknya. Namun, ibarat pepatah "Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu", dia tidak memedulikan ‘nyinyiran’ tersebut.

Zarco tetap pada gayanya dan memperlihatkan jati diri sebagai pebalap bermental juara.

Meski hanya tergabung di tim satelit Yamaha—Monster Yamaha Tech 3—namun Zarco mampu mencatatkan diri dengan torehan tiga kali podium; GP Prancis (podium 2), Malaysia (podium 3), dan Valencia (podium 2).

Tidak hanya itu, Zarco pun tercatat sebagai satu-satunya pebalap di luar Spanyol yang meraih pole position sepanjang pagelaran MotoGP 2017.

Pebalap asal Prancis ini dua kali mencatatkan pole, yakni di GP Belanda dan Jepang.

Selebihnya, pole position didominasi para pebalap asal Spanyol, antara lain Marquez (8 kali), Vinales (5 kali), dan Dani Pedrosa (3 kali).

Atas prestasinya yang mengejutkan itu, di akhir musim Zarco pun dinobatkan sebagai Rookie of The Year 2017.

4. Valentino Rossi

Bisa dibilang tahun 2017 jadi prestasi terburuk bagi Valentino Rossi sekembalinya dia ke Yamaha. Di tahun 2017 dia hanya menempati urutan kelima klasemen akhir.

Posisi ini satu tingkat lebih buruk dibanding saat pertama kali Rossi kembali ke Yamaha di tahun 2013, setelah dua musim memperkuat Ducati—tahun 2011 dan 2012—dengan menempati urutan keempat.

Pada tiga musim berturut-turut dari 2014 hingga 2016, Rossi selalu mencatatkan diri sebagai runner-up klasemen akhir.

Permasalahan motor dan cederalah yang membuat penampilan The Doctor—julukan Rossi—mengecewakan pada kompetisi MotoGP 2017.

Cedera patah kaki yang menimpanya pada akhir Agustus lalu, saat latihan motocross, membuatnya harus melewatkan satu seri di GP San Marino.

Setelah itu, dia memang bisa kembali ke lintasan balap. Namun, kondisinya tidaklah 100 persen bugar.

Total, Rossi meraih 208 poin dari17 seri yang diikutinya, dengan rincian satu kali juara dan lima kali naik podium.

5. Jorge Lorenzo

Diantara para pebalap top MotoGP, musim 2017 menjadi yang paling kelabu bagi Jorge Lorenzo. Keputusannya hijrah ke Ducati tidak serta-merta langsung memberikan hasil maksimal.

Juara dunia tiga kali kelas MotoGP ini kesulitan beradaptasi dengan karakter motor Ducati yang berbeda 180 derajat dengan motor Yamaha yang sembilan musim ditungganginya (2008-2016).

Akibatnya, Lorenzo mengalami lonjakan penurunan prestasi yang drastis sepanjang kariernya di kelas MotoGP yang dimulai pada tahun 2008. 

Bahkan, dia kalah bersaing dengan pebalap rookie Yamaha, Johann Zarco, di klasemen akhir. Lorenzo menempati peringkat ketujuh, tepat di bawah Zarco.

Prestasi terbaiknya sepanjang 2017 adalah dua kali meraih podium ketiga—GP Spanyol dan Aragon—dan runner-up GP Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Sepeda Motor Agustus 2026 Turun 6,22 Persen

Penjualan Sepeda Motor Agustus 2026 Turun 6,22 Persen

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 15:30 WIB

Mengenal Honda Giorno+ si Penantang Vespa Harga 20 Jutaan, 1 Liter Jalan 47 Kilometer

Mengenal Honda Giorno+ si Penantang Vespa Harga 20 Jutaan, 1 Liter Jalan 47 Kilometer

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 13:12 WIB

Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026

Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:42 WIB

Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?

Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 10:15 WIB

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 21:00 WIB

Harga Mobil Honda September 2026 dari Seri Brio hingga Varian Listrik

Harga Mobil Honda September 2026 dari Seri Brio hingga Varian Listrik

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 20:30 WIB

Restrukturisasi Besar Volkswagen Picu Rencana Penjualan Ducati

Restrukturisasi Besar Volkswagen Picu Rencana Penjualan Ducati

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 13:30 WIB

Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP

Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 14:10 WIB

Jelang MotoGP San Marino: Jorge Martin Santai, Puncak Bukan Prioritas

Jelang MotoGP San Marino: Jorge Martin Santai, Puncak Bukan Prioritas

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 11:40 WIB

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 09:48 WIB

Terkini

Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei

Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei

Kaltim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:56 WIB

Tumbangkan Banda Aceh, SKO Riau Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Tumbangkan Banda Aceh, SKO Riau Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Sumut | Sabtu, 12 September 2026 | 19:55 WIB

Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei

Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei

Kalbar | Sabtu, 12 September 2026 | 19:53 WIB

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:53 WIB

Bubur Cirebon Tembus Taipei, Kisah Tati Purwanti Bertumbuh Bersama BRI

Bubur Cirebon Tembus Taipei, Kisah Tati Purwanti Bertumbuh Bersama BRI

Sumut | Sabtu, 12 September 2026 | 19:51 WIB

Sengketa Tower di Bali Memanas, Komdigi: Asasnya Tidak Boleh Monopoli

Sengketa Tower di Bali Memanas, Komdigi: Asasnya Tidak Boleh Monopoli

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 19:50 WIB

Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei, Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI

Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei, Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 19:46 WIB

Azarine Gandeng Nailong Hadirkan Sun-Block di Blok M, Ada Sunscreen Gratis

Azarine Gandeng Nailong Hadirkan Sun-Block di Blok M, Ada Sunscreen Gratis

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 19:36 WIB

Kata-kata Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Pecundangi Persib Setelah Sekian Lama

Kata-kata Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Pecundangi Persib Setelah Sekian Lama

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:32 WIB

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB

×