Jaang Dipolisikan Jelang Pilkada Kaltim, Demokrat Merasa Dizalimi

Yazir Farouk, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 04 Januari 2018 | 02:24 WIB
Jaang Dipolisikan Jelang Pilkada Kaltim, Demokrat Merasa Dizalimi
Pengurus partai demokrat usai rapat darurat di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018) [suara.com/Dewi Bowo Raharjo]

Suara.com - Partai Demokrat merasa mendapat perlakuan tidak adil menjelang Pemilihan Kepala Daerah di Kalimantan Timur 2018. Merespon hal tersebut, Ketua Umum Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung memimpin pertemuan darurat.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan mengatakan kader terbaiknya, yakni Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur Syaharie Jaang delapan kali dipanggil oleh salah satu partai politik.

Jaang, kata Hinca, diminta parpol tersebut agar mau berpasangan dengan Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, di Pilkada Kaltim. Padahal, Wali Kota Samarinda itu sudah dipasangkan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

"Tentu secara etika politik nggak baik kalau sudah berjalan. Kalau tidak (mau berpasangan) maka akan ada kasus hukum yang diangkat," kata Hinca seusai menggelar rapat tertutup di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018).

Hinca menjelaskan, pada tanggal 25 Desember 2017 Jaang ditelepon Safaruddin. Adapun yang dibicarakan terkait pencalonan Pilkada.

"Beliau (Jaang) menjawab nggak mungkin, karena suasananya sudah ada pasangannya," kata dia.

Kemudian Jaang, kata Hinca, tidak menyangka keesokan harinya ada laporan polisi yang masuk. Selanjutnya pada 27 Desember keluar surat pemanggilan.

"Keluar surat panggilan untuk diperiksa tanggal 29. Tentu mengagetkan. Dan Pak Jaang belum siap, dan saya minta ditunda. Kemudian dipanggil tanggal 2 Januari, kebetulan masih libur," katanya.

Hinca mengatakan Jaang baru bisa memenuhi panggilan penyidik dan diperiksa hari ini. Jaang diperiksa sebagai saksi terkait izin pengelolaan lahan parkir di Pelabuhan Terminal Peti Kemas, Palaran, Samarinda.

"Penasihat hukum yang turun dari DPP dipimpin Amir Syamsudin, saya juga mendampingi. Tadi sampai jam 8 malam sudah selesai diperiksa," katanya.

Meski menganggap kasus ini sudah selesai, ia menghormati proses hukum yang tengah dijalani penyidik Bareskrim Polri.

"Padahal perkara ini sudah disidangkan dan sudah diputus dengan terdakwa lain. Dan sudah bebas," katanya.

Karena itu, partai berlambang mercy ini merasakan ketidakadilan. Padahal, pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur tinggal empat hari lagi.

"Untuk pendaftaran Pilkada tangal 8, 9, dan 10. Kami merasakan ketidakadilan Pilkada di Kaltim," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditinggal PKS di Pilkada Jabar, Demokrat Mesra dengan Golkar

Ditinggal PKS di Pilkada Jabar, Demokrat Mesra dengan Golkar

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 23:00 WIB

Malam Ini, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Dugaan Kriminalisasi

Malam Ini, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Dugaan Kriminalisasi

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 22:31 WIB

Pakta Integritas Sudah Biasa Untuk Kandidat Partai Demokrat

Pakta Integritas Sudah Biasa Untuk Kandidat Partai Demokrat

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 11:27 WIB

Arumi Bachsin Resmikan Posko Pemenangan Khofifah-Emil

Arumi Bachsin Resmikan Posko Pemenangan Khofifah-Emil

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 18:06 WIB

SBY Puji AM Fatwa sebagai Tokoh Kritis yang Sayang Bangsa

SBY Puji AM Fatwa sebagai Tokoh Kritis yang Sayang Bangsa

News | Kamis, 14 Desember 2017 | 15:08 WIB

Terkini

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

News | Senin, 14 September 2026 | 19:49 WIB

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:48 WIB

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

×