SBY Klaim Kader PD Dikriminalisasi, Fahri: Jokowi Tolong dong

Reza Gunadha | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 05 Januari 2018 | 14:37 WIB
SBY Klaim Kader PD Dikriminalisasi, Fahri: Jokowi Tolong dong
Fahri Hamzah [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, reaksi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengenai indikasi kriminalisasi terhadap kader partainya di Kalimantan Timur, adalah pesan tak ada kepastian hukum di Indonesia.

"Konsen terbesar dari Pak SBY itu sebenarnya kan perasaan adanya ketidakpastian hukum," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, reaksi SBY mestinya jangan hanya dilihat sebagai reaksi pemimpin satu partai, tapi sebagai keresahan mantan presiden dua periode.

"Kalau seorang mantan presiden seperti Pak SBY saja ada perasaan tidak secure dengan hukum itu, kan artinya memang ada satu kondisi yang kadang-kadang bisa disebut seperti anomali, bahwa hukum itu kelihatan tidak pasti," jelasnya.

Fahri mengakui banyak mendengar informasi adanya kriminalisasi pada sejumlah kepala daerah dan calon kepala daerah.

"Soal gubernur selalu dikriminalisasi diganti oleh wakilnya, ada itu bupati dikriminalisasi diganti oleh wakilnya, kemudian dalam masa pilkada kayak begini, kandidat tertentu diancam harus mau berpasangan dengan si ini, kalau nggak dia di kriminalisasi," ungkapnya.

Fahri mengatakan, masalah utama di Indonesia adalah masalah ketidakpastian hukum. Hal itu diungkap oleh berbagai survei baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Mestinya, Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan pada publik kondisi penegakan hukum yang semakin meresahkan.

"Kenapa zaman Pak Jokowi itu ada perasaan orang itu merasa tidak pasti secara hukum, ada perasaan bahwa hukum dipermainkan," tukasnya.

"Pak Fadli Zon sebagai pejabat tinggi Partai Gerindra mengatakan, sepanjang kepemimpinan Pak Jokowi ini ada kriminalisasi lawan politik, misalnya kayak begitu. Ini kan sejalan statement ini, karena itu harus ditanggapi secara serius. Pak Jokowi, tolong perhatian orang terhadap kinerja hukum Anda ini diperhatikan," pintanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Provinsi Ini Diusulkan ke Jokowi sebagai Ibu Kota Negara

Tiga Provinsi Ini Diusulkan ke Jokowi sebagai Ibu Kota Negara

News | Jum'at, 05 Januari 2018 | 10:06 WIB

Besok, SBY Umumkan 171 Jago yang Diusung untuk Pilkada 2018

Besok, SBY Umumkan 171 Jago yang Diusung untuk Pilkada 2018

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 08:16 WIB

Malam Ini, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Dugaan Kriminalisasi

Malam Ini, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Dugaan Kriminalisasi

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 22:31 WIB

Fahri: Nggak Apa-apa PKS Nggak Dapat Kursi, Asal Saya Diganti

Fahri: Nggak Apa-apa PKS Nggak Dapat Kursi, Asal Saya Diganti

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 19:08 WIB

Fahri Hamzah Tuduh KPK Bersandiwara Garap Korupsi e-KTP

Fahri Hamzah Tuduh KPK Bersandiwara Garap Korupsi e-KTP

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 18:46 WIB

Terkini

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB