Semua Jenderal yang Ikut Pilkada Dinilai Punya Peluang Sama

Arsito Hidayatullah, Welly Hidayat

Sabtu, 06 Januari 2018 | 19:28 WIB
Semua Jenderal yang Ikut Pilkada Dinilai Punya Peluang Sama
Letjen TNI Edy Rahmayadi (tengah) saat penyerahan SK oleh Partai Golkar kepada pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Peneliti Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, tak mempermasalahkan sejumlah jenderal TNI maupun Polri yang masih aktif ikut dalam kontestasi pilkada serentak 2018. Menurutnya, calon tersebut dapat memberikan perubahan bagi daerah yang akan dipimpinnya.

"Apakah dia militer TNI atau polisi, dan apakah sipil sebelumnya, saya kira sama saja. Ini kompetisi bebas, kompetisi terbuka. Yang dipertaruhkan itu tokoh-tokoh, personalitasnya, programnya, dan juga kekuatan mesin-mesin partainya. Sama saja yang lain, tidak ada bedanya," kata Abbas di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2017).

Saat ditanya mengenai ketakutan bahwa nantinya para calon kepala daerah dari TNI atau Polri memanfaatkan kepemimpinannya untuk meraih kemenangan di daerah yang dituju, menurut Abbas itu adalah bagian yang perlu disikapi secara kritis.

"Sikap kritis seperti itu pantas diajukan, wajar. Oleh karena itu, peran Bawaslu dan masyarakat sipil harus betul-betul dioptimalkan supaya mengawasi itu. Karena kita tidak tahu. Curiga saya kira mungkin, sikap kritis harus. Tapi kalau curiga tanpa bukti, saya kira tidak," ujar Abbas.

Lebih jauh, Abbas menilai Pilkada 2018 adalah sebuah kompetisi terbuka di mana yang ditonjolkan adalah program untuk membangun daerah.

"Karena pada kenyataannya ini adalah kompetisi terbuka, yang semua tokoh bertarung itu punya kira-kira tempat pijakan yang relatif sejajar," ujar Abbas.

Adapun soal peluang para jenderal dari TNI maupun Polri yang maju dalam Pilkada 2018, menurut Abbas semua sama-sama memiliki peluang (menang).

"Nggak bisa digeneralisasi seperti itu. Jadi, profesi sebelumnya tidak menentukan (apakah) dapat memenangkan pilkada. Itu (tergantung) kualitas orangnya, karena publik punya kesempatan untuk menilai dan menggali latar belakang, rekam jejak orang per orang," kata Abbas.

Untuk diketahui, setidaknya ada lima jenderal aktif yang siap berlaga pada Pilkada 2018. Mereka antara lain adalah Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi yang maju sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara.

Kemudian dari jajaran Polri, ada Inspektur Jendral Polisi Safaruddin yang digadang-gadang akan maju di Pilkada Kalimantan Timur. Lalu ada Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan yang berniat maju di Pilkada Jawa Barat, juga ada Inspektur Jenderal Polisi Murad Ismail yang bakal maju di Pilkada Maluku 2018. Yang terakhir adalah Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw yang diberitakan akan maju dalam Pemilihan Gubernur Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenderal yang Ingin Ikut Pilkada Diminta Tiru Tentara Israel

Jenderal yang Ingin Ikut Pilkada Diminta Tiru Tentara Israel

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 14:30 WIB

Ramai-Ramai Ikut Pilkada, Barisan Jenderal Diminta Tiru AHY

Ramai-Ramai Ikut Pilkada, Barisan Jenderal Diminta Tiru AHY

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 11:52 WIB

Kapolri Mutasi 3 Jenderal yang Ikut Pilkada Serentak 2018

Kapolri Mutasi 3 Jenderal yang Ikut Pilkada Serentak 2018

News | Jum'at, 05 Januari 2018 | 21:37 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×