Februari 2018, Utusan Khusus Presiden Gelar Mubes Pemuka Agama

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 11 Januari 2018 | 13:34 WIB
Februari 2018, Utusan Khusus Presiden Gelar Mubes Pemuka Agama
Din Syamsuddin (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) akan menggelar Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, pada tanggal 8-10 Februari 2018 di Jakarta.

Din Syamsuddin selaku UKP-DKAAP mengatakan acara tersebut melibatkan presidium Interreligous Council atau Dewan Lintas Agama, dengan mengambil tema "Rukun dan Bersatu Kita Maju. Kata Din, sebanyak 450 pemuka agama dari berbagai daerah akan hadir diacara tersebut. Nantinya peserta yang hadir merupakan peserta yang diusulkan dari IRC.

"Permusyawaratan ini nanti akan menempuh pendekatan dialog yang dialogis dari hati ke hati, bahwa pertemuan ini adalah ajang silahturahim bertukar pikiran di antara pemuka agama untuk membahas masalah-masalah yang ada masalah yang ada dalam kehidupan bangsa dan khussunya umat beragama yang dipilih yang fundamental, strategis, sistemik bukan masalah imajinatif yang diharapkan untuk mencari solusi dan akhirnya ada kesepakatan dan menjadi acuan antar umat beragama," ujar Din dalam jumpa pers di Kantor UKP-DKAAP, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Din menuturkan digelarnya acara tersebut didasari adanya kerukunan antara umat beragama yang relatif baik.

"Acara ini kami selenggarakan dilatari oleh kenyataan bahwa kerukanan antara umat beragama ini sesungguhnya relatif baik ada kerukunan dan kerukunan yang terbangun selama ini disebabkan dua faktor agama dimana agama di Indonesia mengajarkan kerukunan dan kedamaian," ucap Din.

Alasan lain digelar acara tersebut yakni untuk mencegah konflik antar umat beragama di Indonesia. Pasalnya Indonesia memiliki kesepakatan dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Walaupun demikian kami tidak menutup mata ada ketegangan atau konflik dimana satu agama. Ini bisa disebabkan karena kesalahpahaman antara agama itu sendiri, dimana tidak bisa menangkap misi agama membina perdamaian dan kerukuna serta pemahaman sempit terhadap kitab suci. Tapi ada faktor lain yang mengganggu lain seperti non agama baik sosial ekonomi poitik apalagi ada kesenjagan, ada faktor luar negeri juga yang seringg menggangu," tuturnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga tak memungkiri acara tersebut juga akan membahas isu intoteleransi dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Kami tidak menutup mata akan ada (bahas) intoleransi radikal isu dan berbagai bentuk kekekarasan yang juga sering mengatasnamakan agama. Oleh karena itu, kita sepakat perlu ada pertemuan duduk bersama untuk menjaga moralitas yang besar itu lalu mengatasi gejala-gejala," kata Din.

baca juga

Din membantah acara tersebut digelar karena adanya momen Pilkada 2018 dan menjelang Pemilihan Presiden 2019.

"Ini acara tidak secara khusus karena akan ada Pilkada dan Pilpres. Tapi itu menjadi bagian dari konsen kita dimana kerukunan terganggu semakin berkembangan gara-gara ada Pilkada ini," ucap Din.

Adapun hasil kesepakatan Mubes Pemuka Agama akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

"Menghasilkan kesepakatan, itu akan kita bawa ke presiden untuk menerima audiensi peserta musyawarah," kata dia.

Ia menambahkan pihaknya juga akan merayakan acara World Intrerfaith Harmony Week 2018 yang merupakan agenda PBB pada 11 Februari 2018.

"Ini akan dirayakan agar nanti diikuti ribuan umat beragama. Semua berbaur untuk menikmati penampilan budaya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Hanya Jadi Ulama, Menag Dorong Lulusan Pesantren Kuasai Teknologi

Tak Hanya Jadi Ulama, Menag Dorong Lulusan Pesantren Kuasai Teknologi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Menag Sebut Bayar Pajak Setara Ibadah Sosial, Kutip QS Al-Maidah Ayat 2

Menag Sebut Bayar Pajak Setara Ibadah Sosial, Kutip QS Al-Maidah Ayat 2

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Sepakat Fatwa MUI, Menag Minta Zakat Bisa Jadi Kredit Pajak

Sepakat Fatwa MUI, Menag Minta Zakat Bisa Jadi Kredit Pajak

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Kemenag Ingatkan Risiko Nikah Siri, Perempuan dan Anak Rentan Kehilangan Perlindungan Hukum

Kemenag Ingatkan Risiko Nikah Siri, Perempuan dan Anak Rentan Kehilangan Perlindungan Hukum

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Menggugat Kekuasaan: Krisis Nalar di Balik Politik dan Otoritas Keagamaan

Menggugat Kekuasaan: Krisis Nalar di Balik Politik dan Otoritas Keagamaan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

×