450 Pemuka Agama Gelar Mubes Antisipasi Aksi Intoleransi

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 11 Januari 2018 | 20:00 WIB
450 Pemuka Agama Gelar Mubes Antisipasi Aksi Intoleransi
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), bakal menggelar Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, pada tanggal 8-10 Februari 2018, di Jakarta.

Ketua UKP-DKAAP Din Syamsuddin mengatakan, mubes tersebut melibatkan presidium Interreligous Council (IRC) atau Dewan Lintas Agama, dan bertemakan "Rukun dan Bersatu Kita Maju.”

Ia mengungkapkan, sebanyak 450 pemuka agama dari berbagai daerah akan hadir dalam acara tersebut. Nantinya, peserta yang hadir merupakan peserta yang diusulkan dari IRC.

"Pertemuan ini ajang silahturahi, bertukar pikiran di antara pemuka agama untuk membahas masalah-masalah yang ada, khussunya umat beragama. Jadi bukan masalah imajinatif, sehingga bisa dicarikan solusinya,” kata Din dalam jumpa pers di Kantor UKP-DKAAP, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Ia menjelaskan, mubes itu digelar untuk mencegah konflik antarumat beragama di Indonesia meski telah menyepakati Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai ideologi pemersatu bangsa.

"Kami tidak menutup mata atas adanya ketegangan atau konflik agama. Ini bisa disebabkan karena kesalahpahaman antara agama itu sendiri, karena tak memahami misi agama, yakni perdamaian. Ada pula konflik yang disebabkan sempitnya pemahaman terhadap kitab suci. Ada pula faktor lain yang menganggu, seperti kesenjangan ekonomi dan politik,” ungkapnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga tak memungkiri, acara tersebut juga akan membahas isu intoteleransi dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Kami tidak menutup mata akan ada (bahas) intoleransi, radikalisme, dan berbagai bentuk kekekarasan yang juga sering mengatasnamakan agama. Kami bersepakat perlu ada pertemuan, duduk bersama untuk menjaga moralitas yang besar itu lalu mengatasi gejala-gejala," kata Din.

Din membantah acara tersebut digelar karena adanya momen Pilkada 2018 dan menjelang Pemilihan Presiden 2019.

"Ini acara tidak secara khusus karena akan ada pilkada dan pilpres. Tapi itu menjadi bagian dari konsen kami di mana kerukunan terganggu karena pilkada ini,” tuturnya.

Setelah mubes, kata Din, hasil-hasilnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Februari 2018, Utusan Khusus Presiden Gelar Mubes Pemuka Agama

Februari 2018, Utusan Khusus Presiden Gelar Mubes Pemuka Agama

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 13:34 WIB

Banyak Polisi Ikut Pilkada, Bawaslu Temui Kapolri

Banyak Polisi Ikut Pilkada, Bawaslu Temui Kapolri

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 12:31 WIB

Semua Jenderal yang Ikut Pilkada Dinilai Punya Peluang Sama

Semua Jenderal yang Ikut Pilkada Dinilai Punya Peluang Sama

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 19:28 WIB

Ramai-Ramai Ikut Pilkada, Barisan Jenderal Diminta Tiru AHY

Ramai-Ramai Ikut Pilkada, Barisan Jenderal Diminta Tiru AHY

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 11:52 WIB

Alasan Edy Rahmayadi Pilih Jadi Cagub Sumut daripada Karier TNI

Alasan Edy Rahmayadi Pilih Jadi Cagub Sumut daripada Karier TNI

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 13:57 WIB

Terkini

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

×