Trump Bantah Sebut Haiti dan Afrika Negara Lubang Kotoran

Dythia Novianty | Suara.com

Sabtu, 13 Januari 2018 | 09:18 WIB
Trump Bantah Sebut Haiti dan Afrika Negara Lubang Kotoran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [AFP/Saul Loeb]

Suara.com - Presiden AS Donald Trump telah membantah ia menyebut negara di Afrika dan tempat lain sebagai "negara kotoran". Ia mengakui menggunakan bahasa kasar tapi bukan pernyataan merendahkan yang dikaitkan dengan ha buruk tersebut.

"Bahasa yang saya gunakan dalam pertemuan DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals) keras, tapi ini bukan bahasa yang digunakan," kata Trump di akun Twitter.

Pemimpin AS tersebut telah menghadapi kecaman di dalam dan luar negeri setelah beberapa laporan mengatakan ia menyebut Haiti dan negara Afrika sebagai "negara lubang kotoran" dalam pertemuan mengenai kesepakatan imigrasi dengan sekelompok angota parlemen di Gedung Putih pada Kamis (11/1) waktu setempat.

Komentar itu dilaporkan dikeluarkan saat senator Demokrat dan Republik saat memberi penjelasan kepada presiden mengenai perubahan bagi sistem undian visa AS dan pertimbangan mengenai imigran dari Afrika.

Trump pertama bertanya mengapa Amerika Serikat mesti bersedia menerima orang dari negara seperti Haiti dan kemudian dilaporkan bertanya mengapa Amerika mau menerima imigran dari semua "negara lubang kotoran" ini.

Ia juga mengatakan, Amerika Serikat mestinya menerima lebih banyak orang yang datang dari negara seperti Norwegia. Ia telah bertemu dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di Gedung Putih sehari sebelumnya.

Gedung Putih mengeluarkan satu pernyataan yang tidak membantah pernyataan tersebut, demikian laporan Xinhua yang dikutip Antara.

"Tentu saja politisi Washington memilih untuk berjuang buat negara asing, tapi Presiden Trump akan selalu berperang buat rakyat Amerika," kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Raj Shah di dalam pernyataan itu.

"Ia akan selalu menolak pangkah sementara yang lemah dan berbahaya yang mengancam nyawa rakyat Amerika, yang bekerja keras, dan memangkas imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat melalui jalur hukum," kata pernyataan tersebut.

Gelombang kecaman baru yang tajam itu muncul dari anggota parlemen Demokrat dan Republik. Anggota parleman dari Republik Mia Love dari Utah, yang juga adalah putri seorang imigran Haiti, mengeluarkan pernyataan yang menuntut permintaan ma'af dari Trump.

"Pernyataan presiden Amerika tersebut kasar, memecah-belah, elitis, dan melayang di depan muka nilai-nilai bangsa kita," kata perempuan anggota parlemen itu.

"Prilaku ini tak bisa diterima dari pemimpin bangsa kita. Presiden harus meminta ma'af kepada negara dan rakyat Amerika ia ingin fitnah," katanya.

Ileana Ros-Lentinen, anggota parlemen dari Republik dari Florida, menulis di akun Twitter bahwa pernyataan Trump, jika benar, mengabaikan sumbangan yang telah diberikan oleh ribuan orang Haiti buar negara dan masyarakat #FloridaSelatan.

"Bahasa seperti itu tak boleh didengar di ruang ganti sekalipun dan itu tak boleh didengar di Gedung Putih," kata perempuan anggota parlemen tersebut.

"Sebagai warga negara Amerika, saya malu dengan presiden," kata Wakil Demokrat Luis Gutierres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dubes AS Ini Lambaikan Bendera Putih pada Hadapi Trump

Dubes AS Ini Lambaikan Bendera Putih pada Hadapi Trump

News | Sabtu, 13 Januari 2018 | 07:46 WIB

Trump Diduga Sebut Imigran Asal El Salvador dengan Kata Kasar

Trump Diduga Sebut Imigran Asal El Salvador dengan Kata Kasar

News | Sabtu, 13 Januari 2018 | 07:00 WIB

Peringatkan ISIS, Militer AS: Menyerah atau Ditembak di Wajah

Peringatkan ISIS, Militer AS: Menyerah atau Ditembak di Wajah

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 08:16 WIB

Menara Trump Terbakar, Korban Luka Parah

Menara Trump Terbakar, Korban Luka Parah

News | Senin, 08 Januari 2018 | 23:15 WIB

Donald Trump Disebut Idap Kelainan Mental, Benarkah?

Donald Trump Disebut Idap Kelainan Mental, Benarkah?

News | Minggu, 07 Januari 2018 | 14:10 WIB

Trump: Bilang ke Kim Jong Un, Punya Saya Lebih Kuat dan Besar!

Trump: Bilang ke Kim Jong Un, Punya Saya Lebih Kuat dan Besar!

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 09:47 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB