Emma dan Dua Putrinya Dibantai karena Mobil Murah

Reza Gunadha, Lili Handayani

Rabu, 14 Februari 2018 | 08:29 WIB
Emma dan Dua Putrinya Dibantai karena Mobil Murah
Emma, ibu berusia 40 tahun, ditemukan tewas berpelukan dengan kedua putrinya, Nova (19) dan Tiara (11), di dalam kamar rumahnya, Blok B6 Nomor 5 Taman Kota Permai 2, RW12 Periuk, Jati Using, Tangerang, Banten, Senin (12/2/2018) sore.

"Nah, soal kenapa dia membunuh kedua putrinya juga, masih kami dalami. Kenapa anaknya juga ikut dibunuh," tuturnya.

Tiara yang Lucu

“Mutiara gadis kelas SD yang penuh ceria, kematianmu sangat tragis.... Semoga kamu tenang di sana nak, kita tidak tahu kapan ajal kita akan datang," tulis Patria, laki-laki berusia 43 tahun di Facebooknya.

Patria adalah tetangga ibu dan kedua putrinya yang ditemukan tewas bersimbah darah sembari berpelukan.

“Saya menulis ini sambil menangis, bener deh,” tutur Patria sembari menunjukan isi tulisan di Facebooknya tersebut kepada Suara.com.

Mutiara adalah anak termuda Emma yang ikut tewas di tangan Abi—ayah tirinya. Patria mengenal baik sosok bocah SD tersebut.

”Dia anak yang ceria dan periang. Sore-sore sering main di depan rumah saya, bareng anak-anak kecil yang lain,” ujar Patria.

Rumah Patria memang berhadap-hadapan dengan rumah Emma dalam kompleks tersebut.

Patria mengakui sangat sedih. Ia tak habis pikir, kenapa Efendi tega membunuh Tiara.

baca juga

“Tiara itu kan masih anak-anak sekali. Kenapa sampai tega ikut dibantai? Masa depannya masih panjang. Memang keji pembunuhnya itu,” sesalnya.

Ia menuturkan, akan merindukan Tiara yang biasa bermain di depan rumah dan kerap menyapanya saat akan pergi bersekolah pada pagi hari.

“Saya pasti rindu ya. Orang setiap hari lihat dia bermain di depan rumah sambil bercanda dan ketawa-ketawa. Suka main sama saya juga,” ujarnya.

Nova Ingin Bekerja

Nova—kakak Tiara—dikenal sebagai sosok yang baik dan gadis pendiam oleh teman-temannya semasa SMP.

"Anaknya kalem, baik pokoknya nggak neko-neko deh," kata Hilmi, teman Nova, yang ikut tahlilah di kediaman korban, Selasa malam.

Belakangan, Hilmi dan Nova jarang bertemu karena keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Untuk sekadar bertanya kabar, mereka berkomunikasi lewat aplikasi percakapan di ponsel.

"Beberapa minggu lalu dia chat cuma tanya lowongan kerja doang. Soalnya, kata dia, kerjaan yang lama ya gitu deh," tuturnya.

Hilmi tak memiliki firasat apa-apa terkait kematian Nova. Makanya, saat kali pertama mendengar peristiwa yang menimpa Nova, dia cukup terkejut.

"Saya sengaja ke sini, bersama teman-teman yang lain. Kemarin saya juga sempat ke sini. Tapi nggak ketemu sama Nova. Kami juga turut mendoakan agar dia mendapatkan tempat yang terbaik di sisinya," katanya.

 Bukan Tetangga Baik

Jauh sebelum peristiwa nahas itu terjadi, tetangga  sudah memberikan penilaian negatif terhadap Abi. Bagi mereka, suami siri Emma itu bukan sosok yang bisa menjadi tetangga baik.

Abi dikenal sebagai lelaki yang jarang bersosialisasi sejak tinggal di kompleks perumahan terebut. Setidaknya itu yang diakui oleh Riadi (55), salah satu tetangganya.

"Kalau sama saya sih nggak pernah teguran sama sekali semenjak dia tinggal di sini dari awal," kata Riadi.

Riadi juga menilai Efendi adalah sosok yang tempramental. Dia mengetahuinya saat kali pertama mengajak bicara orang tersebut.

"Sikapnya tempramen, setelah itu saya jadi cuek. Saya nilai dia tidak bisa jadi tetangga yang baik," ujarnya.

Meski begitu, Riadi sempat mendengar bahwa Abi mengikuti salah satu kelompok dakwah. Karenanya, laki-laki berusia 60 tahun itu jarang tampak di rumah belakangan ini.

Selain Riadi, kesan kurang baik juga dirasakan mantan Ketua RT setempat, Alwanto. Sejak tinggal di lingkungannya, Abi sudah membuat perkara lantaran tak ada pemberitahuan telah menikah dengan Emma.

"Sempat terjadi beberapa kasus. Salah satunya, tidak ada pemberitahuan melalui saya bahwa mereka (Efendi dan Emma) menikah. Saya juga tahunya dari warga lain. Kami juga tidak tahu kapan mereka menikahnya. Jadi saya panggil saja," ujarnya.

Sebagai mantan RT di sana, Alwanto cukup menyesalkan apa yang sudah dilakukan Abi. Dia berharap agar pria itu mendapat hukuman yang setimpal.

"Jika bisa membalas yang telah dilakukan Efendi, mungkin saya membalasnya, tapi kan ada hukum, saya serahkan saja semua pada hukum," tandasnya.

Hening

Rumah korban pembantaian sadis ibu dan kedua anaknya yang terjadi di Jalan Taman Kota Permai Rt 06 Rw 12 Kec Periuk Kel Periuk, Tangerang, Banten kini menjadi saksi bisu.

Sudah tak lagi ada penghuni di sana. Tak lagi ada percekcokan kecil yang kerap terjadi di kediaman milik Emma dan kedua anaknya.

Pantauan suara.com, Selasa malam, garis polisi masih terbentang menghalangi pagar hitam rumah mungil tersebut.

Tampak pula beberapa helai pakaian masih tergantung dalam pekarangan di muka rumahnya, juga tumpukan patung-patung manekin pakaian yang merupakan kebutuhan untuk korban berdagang.

Efendi, satu-satunya mantan penghuni rumah itu yang masih hidup, masih berada di RS Bhayangkara Kramatjati.

Kalaupun sudah sembuh, ia dipastikan tak kembali ke rumah tersebut. Sebab, kekinian ia sudah menjadi tersangka pembunuhan istri siri dan dua putri tirinya.

Efendi dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata Tetangga Bagi Korban Pembunuhan Tragis Tangerang

Ini Kata Tetangga Bagi Korban Pembunuhan Tragis Tangerang

News | Rabu, 14 Februari 2018 | 07:02 WIB

Efendi Bantai Sekeluaga karena Istri Sirinya Diam-diam Beli Mobil

Efendi Bantai Sekeluaga karena Istri Sirinya Diam-diam Beli Mobil

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 16:25 WIB

Sekeluarga Tewas Berpelukan, Suami Siri Emma Jadi Tersangka

Sekeluarga Tewas Berpelukan, Suami Siri Emma Jadi Tersangka

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 14:48 WIB

Teriakan 'Astaghfirullah' Sebelum Keluarga Emma Tewas Berpelukan

Teriakan 'Astaghfirullah' Sebelum Keluarga Emma Tewas Berpelukan

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 13:53 WIB

Pembantaian Keluarga Emma, Tak Ada harta yang Hilang

Pembantaian Keluarga Emma, Tak Ada harta yang Hilang

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 13:16 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×