Pikat Islam Tradisional, PPP Usul Pendamping Jokowi Santri

Reza Gunadha, Dian Rosmala

Selasa, 20 Februari 2018 | 18:58 WIB
Pikat Islam Tradisional, PPP Usul Pendamping Jokowi Santri
Presiden Joko WIdodo memberikan sambutan ketika membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KEPPRI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2).

Suara.com - Wakil Sekjen DPP PPP Ahmad Baidowi mengakui, belum mengajukan nama bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo sebagai peserta petahanan Pilpres 2019.

PPP hanya mengusulkan kriteria-kriteria persona yang dianggap  cocok mendampingi Jokowi bertarung dalam pentas kontestasi politik lima tahunan tersebut.

"Pak Romy (Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy) diisukan akan jadi cawapres Jokowi, ya biasa saja, itulah politik. Tapi PPP sampai saat ini belum menentukan siapa pendamping Pak Jokowi," kata Baidowi di DPR, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Namun, PPP menyarankan supaya Jokowi menggandeng sosok yang bisa melengkapi kekurangannya, sehingga bisa menaikkan persentase elektabilitas.

Kriteria yang diusulkan PPP, pertama yaitu seorang muslim dari kalangan santri. Menurut Baidowi, santri akan membantu Jokowi meraup suara muslim tradisional yang selama ini susah didapatkan Jokowi.

"Kenapa? karena Pak Jokowi ini dari kelompok nasionalis. Nasionalis itu dengan Islam tradisional dari dulu selalu berkoalisi," ujar Baidowi.

Tidak cukup sekadar santri, sosok itu juga harus memiliki kualitas yang keilmuan yang mumpuni, khususnya mengenai wawasan kebangsaan dan pemahaman ekonomi, infrastruktur, yang notabane merupakan domain wapres.

PPP juga mengusulkan, calon sosok pendamping Jokowi juga mesti dari perwakilan anak muda atau yang masih berusia muda.

"Ini untuk mengamankan pemilih milenial yang kira kira 40 persena pada Pemilu mendatang. Baik itu yang berusia muda, ataupun berjiwa muda, paling tidak muda itu ada dua kategori," tutur Baidowi.

baca juga

"Terkahir, kami minta Cawapresnya pak Jokowi harus berintegritas, jujur, amanah, tidak korupsi. Kami sudah coba mensimulasikan nama nama yang bisa memenuhi kriteria-kriteria tersebut," tambah Baidowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Persiapan Pilpres, Zulkifli Hasan Temui Jokowi dan Undang Mega

Persiapan Pilpres, Zulkifli Hasan Temui Jokowi dan Undang Mega

News | Selasa, 20 Februari 2018 | 18:38 WIB

Jokowi Senang Novel Baswedan Akan Kembali Bekerja di KPK

Jokowi Senang Novel Baswedan Akan Kembali Bekerja di KPK

News | Selasa, 20 Februari 2018 | 12:27 WIB

Jokowi Lantik 17 Duta Besar, Termasuk Todung Mulya Lubis

Jokowi Lantik 17 Duta Besar, Termasuk Todung Mulya Lubis

News | Selasa, 20 Februari 2018 | 11:28 WIB

Tragedi Becakayu, Jokowi Minta Ketat Awasi Proyek Infrastruktur

Tragedi Becakayu, Jokowi Minta Ketat Awasi Proyek Infrastruktur

News | Selasa, 20 Februari 2018 | 11:13 WIB

PDIP: Tak Ada Skenario Politik Duetkan Jokowi-Prabowo di Pilpres

PDIP: Tak Ada Skenario Politik Duetkan Jokowi-Prabowo di Pilpres

News | Senin, 19 Februari 2018 | 21:09 WIB

Terkini

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB