Bantah Tudingan Fahri Hamzah, KPK: Kalau Bersih Tak Perlu Risih

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Rabu, 21 Februari 2018 | 20:53 WIB
Bantah Tudingan Fahri Hamzah, KPK: Kalau Bersih Tak Perlu Risih
Fahri Hamzah (kiri) dan Muhammad Nazaruddin (kanan). [kolase Suara.com]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah tudingan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, yang mengatakan lembaga antirasywah itu bersekongkol dengan mantan Bendara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaurddin.

Fahri melontarkan tudingan tersebut setelah Nazaruddin mengklaim, memunyai bukti politikus yang dipecat PKS itu terlibat korupsi.

"Pertama tentu kami bantah ya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).

Febri mengatakan, upaya Nazaruddin mengungkap nama-nama yang diduga terlibat kasus korupsi seharusnya didukung, karena statusnya merupakan Justice Collaborator atau saksi pelaku.

Ia mengaku tidak tahu apakah Fahri memahami konsep justice collabolator tersebut dalam proses pembuktian di persidangan.

Seharusnya, kata Febri, Fahri tak perlu khawatir bila tidak melakukan korupsi seperti yang disebutkan terpidana kasus Wisma Atlet Hambalang itu.

"Jadi kalau memang bersih tidak perlu risih," kata Febri.

Fahri Hamzah sebelumnya menuding  Nazaruddin bersekongkol dengan KPK. Hal ini disampaikan Fahri menanggapi Nazaruddin yang akan melaporkannya ke KPK atas tuduhan korupsi.

Fahri mengakui sudah mendengar keterangan Nazaruddin dari sebuah rekaman. Menurut Fahri, kalimat yang paling banyak Nazaruddin katakan adalah, "Kita serahkan kepada KPK."

baca juga

Kalimat kedua adalah, "Saya paling banyak bantu KPK selama ini."

Berikutnya, Nazaruddin juga menyampaikan bahwa dia sudah mengatakan begitu banyak nama untuk ditindaklanjuti KPK.

Fahri menduga, Nazaruddin menyampaikan tudingan ini karena kecewa. Pertama, menurut Fahri, Nazaruddin kecewa asimilasinya tertunda akibat bocornya dokumen KPK yang menjamin bahwa ia tidak memunyai kasus.

Kedua, bocornya kembali dokumen pansus angket tentang ratusan kasus Nazaruddin yang ditahan KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Menko Perekonomian Era Megawati

KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Menko Perekonomian Era Megawati

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 18:40 WIB

KPK Bakal Sambut Kepulangan Novel Baswedan di Bandara

KPK Bakal Sambut Kepulangan Novel Baswedan di Bandara

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 16:28 WIB

Polisi Belum Angkat Tangan untuk Mengungkap Kasus Novel

Polisi Belum Angkat Tangan untuk Mengungkap Kasus Novel

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 15:17 WIB

Novel: Demi Berantas Korupsi, Saya Pulang Meski Belum Sembuh

Novel: Demi Berantas Korupsi, Saya Pulang Meski Belum Sembuh

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 14:35 WIB

Di Sidang Korupsi Perdana, Bupati Rita Cerita Bisnis Tas Mahal

Di Sidang Korupsi Perdana, Bupati Rita Cerita Bisnis Tas Mahal

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 11:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×