Polisi Dipermudah dengan Kepulangan Novel Baswedan dari Singapura

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 22 Februari 2018 | 13:36 WIB
Polisi Dipermudah dengan Kepulangan Novel Baswedan dari Singapura
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. (dok Novel Baswedan)

Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyambut baik terkait kepulangan Novel Baswedan ke Jakarta, Rabu (22/2/2018). Ini bisa mempermudah proses penyidikan.

Pulangnya Novel setelah dirawat sekitar 10 bulan di Singapura dianggap memudahkan penyidik Polri untuk menggali informasi pelaku di balik kasus penyiramam air keras yang menimpa penyidik senior KPK itu.

"Pada intinya bahwa nanti dengan kedatangan Pak Novel ke Indonesia ini akan mempermudah nanti untuk kita komunikasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (22/2/2018).

Novel pernah didatangi penyidik Polri untuk dimintai keterangan saat masih dirawat di Singapura. Namun, keterangan Novel dianggap belum signifikan, karena pemeriksaan itu berlangsung setelah Novel menjalani operasi mata.

Perihal kepulangan Novel hari ini, kata Argo polisi akan secepatnya mengatur jadwal pemanggilan agar bisa meminta keterangan Novel.

"Kalau kita misalnya masih memerlukan informasi-informasi, kita bisa melakukan pemanggilan karena misalnya yang bersangkutan masih mempunyai informasi yang belum disampaikan kepada penyidik tentunya lebih memudahkan," kata dia.

Sepuluh bulan lebih pasca terjadi penyerangan pada 11 April 2017 lalu, polisi belum juga menangkap pelaku penyiraman dengan air keras tersebut. Perkembangan dari penyelidikan ini, polisi baru hanya membuat empat sketsa wajah terduga pelaku yang menyerang Novel. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan.

Kondisi kesehatan kedua mata Novel sudah mulai pulih. Meski belum menjalani operasi utama, Novel memilih pulang ke Indonesia pada hari ini. Nantinya, mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polda Bengkulu tersebut harus kembali ke Singapura untuk rawat jalan hingga operasi utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setnov Puji Pernah Diperiksa Novel Baswedan dengan Profesional

Setnov Puji Pernah Diperiksa Novel Baswedan dengan Profesional

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 11:31 WIB

Ini yang Terjadi Jika Penyiram Novel Baswedan Tak Diungkap

Ini yang Terjadi Jika Penyiram Novel Baswedan Tak Diungkap

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 10:48 WIB

Bantah Tudingan Fahri Hamzah, KPK: Kalau Bersih Tak Perlu Risih

Bantah Tudingan Fahri Hamzah, KPK: Kalau Bersih Tak Perlu Risih

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 20:53 WIB

KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Menko Perekonomian Era Megawati

KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Menko Perekonomian Era Megawati

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 18:40 WIB

KPK Bakal Sambut Kepulangan Novel Baswedan di Bandara

KPK Bakal Sambut Kepulangan Novel Baswedan di Bandara

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 16:28 WIB

Terkini

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:36 WIB

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:39 WIB

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:22 WIB

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:23 WIB

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:03 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB